Tiba di Bangkok, Rombongan The 1st Wonderful Indonesia Motorbike Touring 2019

Perjalanan “The 1st Wonderful Indonesia Motorbike Touring 2019” telah tiba dengan selamat di Bangkok Thailand pada hari Rabu, 18 September tepat pukul 18.00 dan langsung menuju penginapan di pusat kota Bangkok.

Rombongan WIMNT 2019 yang berjumlah 26 unit motor ini awalnya start dari Johor Bahru, Malaysia yang dilepas secara resmi oleh Konjen RI Johor Bahru, Bapak Sunarko pada hari Minggu pagi 15/9. Sebelumnya, rombongan telah mengikuti rangkaian kegiatan Desaru International Bike Week (DIBW) pada Sabtu 14/9.

“Kami sangat gembira menerima kehadiran rombongan The 1st Wonderful Indonesia Motorbike Touring 2019 membawa sepeda motor sendiri dari Indonesia danakan melakukan rangkaian acara mempromosikan Indonesia disepanjang jalur yang dilewati mulai dari Johor Bahru hingga finish di Vientiane Laos,” ungkap Konjen RI Johor Bahru, Bapak Sunarko.

Setelah meninggalkan Johor Bahru kemudian rombongan WIMT2019 menuju arah Kuala Lumpur sekaligus makan siang, berfoto di Putrajaya, serta menerima undangan makan durian di rumah warga di Ipoh, dan akhirnya bermalam/menginap di salah satu hotel di kota Ipoh (perjalanan hari Minggu, 15/9).

Besoknya, hari Senin 16/9 rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Thailand, namun sebelumnya rombongan WIMNT 2019 ini lebih dahulu disambut oleh bikers Malaysia wilayah utara, yaitu NVOG (Northern Versys Owner Group) dan beberapa bikers wilayah Penang yang lainnya. Dikawal polisi Penang, rombongan besar ini kemudian melintas Jambatan Kedua Pulau Pinang (JK2PP) arah Batu Kawan ke Batu Maung untuk selanjutnya menuju Konsulat Jenderal RI di pulau Penang,

“Dalam acara makan siang bersama ini, saya sangat bahagia menerima tamu yang sangat istimewa, yaitu rombongan The 1st Wonderful Indonesia Motorbike Touring 2019 yang akan meneruskan perjalanan ke Laos dalam rangka mempromosikan Indonesia agar dapat meningkatkan jumlah wisatawan dari luar negeri masuk ke Indonesia,” ujar Konsul Jenderal RI Penang, Iwanshah Wibisono hari Senin 16/9.

Setelah itu menjelang sore hari, rombongan tiba di perbatasan antara negara Malaysia-Thailand. Uniknya proses administrasi masuk ke Thailand ini membutuhkan waktu.yang cukup lama sehingga rombongan akhirnya tiba di penginapan di Songkhla Thailand pukul 21.00.

“Sebenarnya tidak ada kendala di perbatasan ini, karena rombongan sudah mendapat “ijin khusus” dari pemerintah Thailand melalui KBRI Bangkok. Hanya saja data kendaraan harus di catat satu persatu, demikian pula urusan imigrasinya, semuanya dicatat satu persatu dari setiap anggota rombongan WIMT 2019 ini” jelas Joel Deksa Mastana, selaku Sekretaris Mobilitas IMI Pusat.

Dari pengalaman penulis, bagi para riders individu ataupun perorangan asal Indonesia yang ingin ke Thailand, sangat disarankan masuk Thailand melalui border Betong, dan jangan lupa membawa dokumen Carnet yang dikeluarkan IMI. Pasalnya melewati border Bukit Kayu Hitam/Sadao harus menggunakan “izin khusus” dan bersedia membayar agent (pengawalan) yang telah ditunjuk pemerintah Thailand. Sedangkan masuk Thailand jalan lewat Betong tidak demikian asalkan membawa/memiliki Carnet dan paspor yang masih berlaku.

Selasa, 17/9 rombongan WIMT 2019 adalah menuju Chumphon sejauh 500 Km, namun sebelumnya rombongan dilepas secara resmi oleh Konsul Republik Indonesia di Songkhla, Bapak Fachry Sulaiman serta pejabat dan staff konsulate yang hadir menemui rombongan di lokasi penginapan.

“Saya ucapkan selamat datang kepada rombongan WIMT 2019 yang telah tiba di wilayah kerja kami di Thailand Selatan dan harapan saya semoga rombongan ini dapat membawa pesan-pesan tentang Indonesia sekaligus menjalin persahabatan dengan masyarakat Thailand,” demikian sambutan dari Konsul RI Bapak Fachry Sulaiman.

Setelah dari Chumphon di Thailand, kemudian rombongan tiba di kota Bangkok dengan aman. Jarak total perjalanan dari Johor Bahru Malaysia hingga sampai di pusat kota Bangkok, kurang lebih mencapai 2.000 Km.

“Kami mendahulukan keselamatan berkendara, oleh karena saya sebagai ketua rombongan WIMT 2019 ini berupaya mengatur irama kecepatan tetap konstan agar rombongan tidak terpisah, selalu tetap dalam kelompok. Kita ini berwisata sekaligus mempromosikan Indonesia, jadi tak heran dalam perjalanan banyak berhentinya untuk istirahat,” imbuh Om Ipung Purnomo, Direktur Keselamatan Berlalu Lintas Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat.

Ajang touring sepeda motor WIMT 2019 ini masih akan dilanjutkan menuju kota Vientiane Laos yang akan mengikuti agenda acara yang digelar oleh KBRI Vientiane pada hari Jumat-Minggu (20-22 September).

Latar belakang acara turing ini diprakarsai oleh KBRI Vientiane-Laos, yang bermaksud ingin memperkenalkan budaya dan keindahan Indonesia kepada masyarakat Laos khususnya dan ASEAN pada umumnya, dimana dalam pelaksanaan acara KBRI Vientiane bekerjasama serta menujuk Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai Pelaksana event sesuai dengan kewenangannya.

Menurut Pratito Soeharyo, Duta Besar Republik Indonesia untuk Laos yang berkedudukan di KBRI Vientiane, bahwa acara WIMT 2019 ini bertujuan untuk membantu pemerintah RI khususnya dibidang parawisata dalam rangka mempromosikan Indonesia yang seluas-luasnya.

Panitia gabungan dari acara ini terdiri dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, KBRI-Vientiane-Laos, KBRI Singapura, KJRI Johor Bahru, KJRI Penang, KJRI Songkhla dan juga Kementerian Parawisata Republik Indonesia.

Penulis: Stephen Langitan (peserta WIMT 2019)

Please follow and like us:

Leave a Reply