Bosch menerima Safety Technology Award dari ASEAN NCAP

foto-2

Bosch dianugerahi penghargaan “Safety Technology Award: Innovative Motorcycle Technology for Safer Riding” oleh New Car Assessment Program for Southeast Asian Countries (ASEAN NCAP). Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas upaya tiada henti yang dilakukan Bosch dalam memperbarui standar keamanan berkendara dengan menggunakan teknologi yang ditujukan bagi kendaraan roda dua, seperti sistem rem ABS untuk sepeda motor, kendali stabilitas sepeda motor (MSC), serta fitur side view assist.

“Bosch, sebagai pemimpin pasar untuk keamanan kendaraan roda dua, mencurahkan segala upaya dalam menghadirkan teknologi inovatif untuk pasar, sehingga terwujudlah pengalaman berkendara yang aman dan nyaman tanpa menghilangkan kesenangan dalam berkendara,” ujar Christian Groeger, General Manager pada unit bisnis Motorcycle Application Safety of the Bosch Two-Wheeler & Powersports.

Terkait mengenai ABS, Bosch memulai pengembangan antilock breaking system ini pada 1984, dan sejak 1995 telah memproduksi lebih dari dua juta unit ABS untuk kendaraan roda dua. Banyak perbaikan dan peningkatan yang telah dilakukan semenjak itu. Tahun lalu, Bosch memperkenalkan ABS sepeda motor generasi baru, yakni ABS 10, dengan ukuran lebih kecil dan berat lebih ringan yang dikembangkan secara khusus untuk sepeda motor berukuran kecil di pasar ASEAN, termasuk Indonesia.

“Bosch secara konsisten menghadirkan solusi inovatif guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan berkendara roda dua, salah satunya melalui pengembangan Anti-lock Braking System (ABS) untuk sepeda motor yang telah kami kembangkan sejak lebih dari 30 tahun lalu. Dengan keunggulan yang ditawarkan ABS kami, Bosch berupaya membantu mengurangi jumlah kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua di Indonesia,” ujar Ralf von Baer, Managing Director Bosch di Indonesia.

ASEAN NCAP adalah program pemberi peringkat keamanan mobil yang digagas bersama oleh Malaysian Institute of Road Safety Research (MIROS) dan Global New Car Assessment Program (Global NCAP), juga menjadi salah satu program internasional yang paling berpengaruh dalam menilai keamanan kendaraan-kendaraan baru.

Ini kedua kalinya Bosch menerima penghargaan dari ASEAN NCAP. Perdana pada 2014 lalu untuk program Electronic Stability Program (ESP®) atau dikenal juga sebagai Electronic Stability Control (ESC) – sebuah temuan Bosch yang telah menyelamatkan lebih dari 8.500 jiwa serta mencegah lebih dari seperempat juta kejadian kecelakaan di Eropa. Malaysia menjadi negara ASEAN pertama yang meresmikan ESC sebagai fitur keamanan standar pada seluruh mobil penumpang baru.

Indonesia merupakan pasar kendaraan roda dua ketiga terbesar di dunia, setelah Tiongkok dan India. Permintaan terhadap peningkatan keamanan berkendara pun terus meningkat di pasar negara-negara berkembang. Setiap tahun, di Indonesia dan Thailand saja, terjadi 21.000 kecelakaan berakibat fatal yang melibatkan kendaraan bermotor roda dua. Di Indonesia sendiri, menurut Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) selama semester Januari-Juni 2016 saja, terjadi 51.917 kecelakaan di jalan raya.

Data tersebut bahkan menyebut mayoritas kecelakaan melibatkan pengendara sepeda motor – yakni 34.578 kejadian dengan lebih dari 90 persen korban meninggal dunia. Lebih lanjut, berdasarkan data World Health Organization (WHO), Malaysia menjadi negara dengan tingkat kematian akibat kecelakaan di jalan raya tertinggi ketiga di dunia – yakni sekitar 18 korban jiwa per hari. Lebih dari 60 persen kecelakaan yang terjadi melibatkan pengendara sepeda motor.

Please follow and like us:

Leave a Reply