BBM Pertalite semakin disukai, akibat harga BBM turun

20150819_080850

Turunnya harga BBM yang dimulai sejak 5 Januari 2016 lalu membuat konsumen berbondong-bondong ke SPBU Pertamina mencari Pertamax Series, termasuk StephenLangitan.com apa sebab? Karena dengan harga BBM turun maka konsumen mampu membeli produk Pertalite dengan harga Rp. 7.900 per liter padahal sebelumnya Pertalite dijual dengan harga Rp. 8.250 per liter.

Daftar harga BBM per 5 Januari 2016:

PRODUK HARGA
LAMA
HARGA
BARU
% NAIK/TURUN
Rp/L
SOLAR JBT   6,700 5,650 -16%  (1,050)
KEROSENE JBT 2,500 2,500  0%
PREMIUM (JBKP/Non Jamali) 7,300 6,950  -5%  (350)
PREMIUM (Jamali) 7,400 7,050  -5%  (350)
PERTALITE 8,250 7,900  -4%  (350)
PERTAMAX (DKI/JABAR) 8,650 8,500  -2%  (150)
PERTAMAX (JATENG/DIY) 8,750 8,600  -2%  (150)
PERTAMAX (JATIM) 8,750 8,600  -2%  (150)
PERTAMAX PLUS (DKI) 9,650 9,400  -3%  (250)
PERTAMINA DEX (DKI) 9,850 9,600  -3%  (250)
SOLAR NPSO 8,300 8,050  -3%  (250)

Tak hanya jenis bahan bakar khusus Pertalite saja, tetapi nampak juga pada BBM Pertamax yang juga laris manis. Hal ini diakui oleh PT Pertamina (Persero) yang menyatakan bahwa peningkatan tersebut bukan semata karena faktor penurunan harga. Namun, tingkat kesadaran masyarakat yang sudah mengerti mengenai BBM yang berkualitas.

“Sebelum harga turun, jenis BBK (Bahan Bakar Khusus) pun sudah mengalami kenaikan, paling terasa sejak Pertalite beredar luas. Hal ini menandakan bahwa masyarakat mulai sadar akan penggunaan BBM yang berkualitas untuk kendaraan,” ujar Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Wianda Pusponegoro.

Hal ini juga didukung oleh maraknya mobil baru yang menggunakan teknologi tinggi, sehingga menuntut spesifikasi khusus dalam hal bahan bakar. Kenaikan ini menjadi tren positif, karena dianggap bisa meningkatkan kualitas performa kendaraan juga baik bagi lingkungan sekitar.

“Ini menjadi tren yang baik, peningkatan terbesar terjadi saat membandingkan pada musim Lebaran 2014 dengan 2015, melonjak sampai empat kali lipat. Pertalite dan Pertamax membuktikan bahwa masyarakat saat ini lebih tertarik membeli produk BBM dengan performa yang lebih tinggi, yaitu dengan angka oktan minimal 90,” ujar Wianda.

Ia juga menyatakan stok Bahan Bakar Minyak untuk masyarakat aman dengan rata-rata ketahanan stok berada di atas 24 hari. Pertamina juga menjamin kelancaran pendistribusian BBM kepada masyarakat konsumen.

“Stok Premium ada pada level 19 hari, Solar 27 hari, dan Kerosene 54 hari. Adapun, stok Pertamax cukup untuk 27 hari, sedangkan Pertamax Plus dan Pertamina Dex masing-masing di kisaran 62 dan 28 hari,” jelas Wianda.

“Jika melihat kondisi stok di seluruh fasilitas penyimpanan BBM Pertamina ketahanan stok sangat aman. Melihat level stok yang ada, menunjukkan konsumsi masyarakat berjalan normal dengan tren meningkat seiring dengan penurunan harga,” kata Wianda

Please follow and like us:

Leave a Reply