7 Srikandi Indonesia kunjungi Pengrajin Tenun Desa Sade Lombok Tengah

IMG_0507_exposure

 

Perjalanan 7 Srikandi Indonesia. yaitu para lady biker moge saat tiba Lombok Nusa Tenggara Barat pada Rabu, 13 Mei 2015 didahului dengan acara istirahat makan siang di RM Makan Nasi Puyung yang terletak di pertigaan Bandara International Lombok.

Usai makan siang dilakukan press conference dengan wartawan para lokal, dan setelah itu rombongan 7 Srikandi Indonesia melanjutkan touringnya ke Desa Sade di Lombok Tengah yang dikenal sebagai Desa Wisata Sade dimana lokasinya tidak jauh antara Bandara International Lombok dan Pantai Kuta Lombok (arah selatan).

Beruntung SL.com bisa ikut serta dalam rombongan bersama 7 Srikandi Indonesia sejak dari pelabuhan Padang Bai Bali pukul 6.00 (Rabu, 13/5/15) kemudian bersama mereka menyebrang Selat Lombok menggunakan kapal ferry selama 5 jam ke Pelabuhan Lembar Lombok.

Dengan sepeda motor sendiri, SL.com ikut menguntit rombongan 7 Srikandi Indonesia ini hingga ke Desa Sade, sehingga kegiatan mereka selama di Lombok bisa diliput secara langsung. Tak itu saja, SL.com juga menjadi salah satu awak media yang berasal dari luar Lombok saat diadakan press conference di RM Nasi Puyung.

7 Srikandi Indonesia angkat Pengrajin Tenun Desa Sade

Sejak awal, tujuan acara touring 7 Srikandi Indonesia adalah untuk berwisata yang sekaligus mengangkat para pengrajin batik dan tenun di jalur yang diliewati, antara lain mulai dari Batik Cirebon, Museum Ibu Kartini di Jepara, Tenun Jedog Batik di Tuban, pengrajin Tenun di Desa Tenganan Bali, dan terakhir menuju pengrajin Tenun di Desa Sade Lombok.

Mengutip dari berbagaii referensi, disebutkan bahwa Sade adalah salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak yang memiliki banyak wanita sebagai pengrajin tenun.

Suku Sasak Sade sudah terkenal di telinga wisatawan yang datang ke Lombok karena desa Ini memiliki keunikan sebagai desa wisata. Tak heran, ketika rombongan 7 Srikandi Indonesia tiba di Desa Sade mendapat sambutan hangat melalui tari-tarian tradisional, dan tak lama kemudian tiba beberapa rombongan dari para turis lokal yang juga disambut dengan cara yang sama.

Sebagai desa wisata, Sade wajib dikunjungi wisatawan karena desa ini tetap menjaga keaslian “suasana desa” meskipun desa ini terletak di samping jalan raya. Bisa dibilang, Sade adalah cerminan suku asli Sasak Lombok yang masih mempertahankan adat istiadat dan budaya lokal. Hal ini dapat dilihat dari cara mereka menyambut tamu dengan tarian tradisional, bangunan rumah “bale” yang atapnya terbuat dari ijuk, dinding rumah terbuat dari bahan anyaman, dan para wanita pengrajin tenun yang masih aktif

Menurut informarsi, di Desa Sade terdapat 150 Kepala Keluarga (KK) dan penduduknya menganut agama Islam. Uniknya, warga desa punya kebiasaan khas yaitu mengepel lantai menggunakan kotoran kerbau karena dahulu ketika belum ada plester semen, orang Sasak Sade mengoleskan kotoran kerbau di alas rumah. Konon, dengan cara begitu lantai rumah dipercaya lebih hangat dan dijauhi nyamuk.

VIDEO

ALBUM FACEBOOK

Please follow and like us:

Leave a Reply