Jakarta, 25 November 2009. Artikel ini terinspirasi dari tulisan wartawan Kompas, Tjahja Gunawan Diredja dengan judul ‘Jangan Anggap Remeh Komunitas’ (Kompas, Rabu 25/11/09) dan salah satu kalimat yang cukup menarik adalah ini:
“Saat ini produk serta jasa yang ditawarkan oleh produsen tidak hanya ditentukan oleh mutu yang baik dan harga yang bersaing, tetapi juga ditentukan oleh kekuatan konsumen yang membentuk komunitas secara independen.”
Apa yang menarik bagi SL.com adalah kata ‘kekuatan konsumen’. Boleh percaya atau tidak percaya, bahwa pada saat ini kekuatan konsumen benar-benar sangat jitu dan bisa memberikan pengaruh atau image atas produk dari pihak produsen. Bisa memberikan pengaruh yang positif, atau yang sebaliknya negatif.
Asal tahu bahwa awalnya sebuah komunitas itu terbentuk melalui media internet, yaitu media mailing list (milis). Mereka secara online mencari wadah pertemanan melalui dunia maya dengan tujuan mencari teman yang mempunyai minat, hobi, kegemaran yang sama dengan satu merek tertentu atau pun gabungan dari berbagai merek lainnya. Setelah milis terbentuk dan memiliki anggota, maka selanjutnya mereka membuat agenda rutin kopdar (kopi darat).
Mau tau dimana kekuatan komunitas atau konsumen memberikan pengaruh atas sebuah produk?
Pengaruh Buruk
Mari kita lihat contoh pengaruh buruk yang pernah dialami oleh perusahaan oli (minyak pelumas) yang dulu pernah dicap buruk dan beritanya tersebar melalui media milis dengan cara tak bertanggung jawab. Bahkan dulu saya sempat membaca edaran tersebut dan kesannya memang sangat buruk.
Akibat dari pada edaran milis tersebut, yang tersebar dari milis komunitas ke komunitas milis lain, maka ujungnya produksi dan penjualan pelumas perusahaan tersebut terganggu. Para pesaing pun merebut pangsa pasar perusahaan tersebut, dan yang lebih buruk lagi, konsumen dan masyarakat memberikan image buruk atas produk tersebut, hingga menjadi anti-X atas produk yang dikeluarkan oleh produsen pelumas tersebut.
Ibarat susu kena setitik nila, maka buyar sudah usaha perusahaan tersebut hanya gara-gara penyebaran berita buruk melalui milis komunitas yang bisa menghancurkan perusahaan tersebut dengan cepat.
Sebagai perusahaan yang ingin mempertahankan kedudukannya, maka sudah tentu perusahaan harus menghapus image buruk konsumen. Dan nyatanya memang terbukti, jika sampai sekarang perusahaan yang jadi korban tadi berusaha mati-matian memberikan bukti kongkrik bahwa pelumas yang diproduksi dan dijual adalah sesuai dengan standard. Perusahaan tersebut ingin mengatakan bahwa cap buruk yang dulu pernah tersebar adalah tidak benar. Ampun-ampun katanya!
Tak tanggung-tanggung jika perusahaan tersebut harus mengeluarkan biaya besar untuk pemulihan nama baik atas produknya. Salah satunya dengan cara pembuktian touring bareng yang mana hasilnya di sosialisasikan kepada masyarakat luas. ‘Ini loh.. kami sudah touring jauh.. masa tidak percaya juga sih sama produk kami’, demikian maksudnya.
Apakah kemudian konsumen dan masyarakat percaya dan mau datang lagi? Entahlah.. setahu saya biasanya pemulihan nama baik bagi mereka yang sudah pernah dicap sebagai penjahat, atau koruptor membutuhkan waktu lama. Betul gak sih?!
Pengaruh Baik
Kalau begitu dimana sih kekuatan yang dapat memberikan pengaruh baik?
Disini pada intinya perusahaan dengan cara yang elegant, bijaksana, akrab dan bersahabat, sebisanya harus merangkul komunitas. Produsen harus bisa berjalan bersama-sama, atau bergandengan tangan dengan pihak konsumen melalui komunitas yang sudah terbentuk.
Biasanya anggota komunitas akan merasa senang, merasa tersanjung jika mereka mendapatkan perhatian dari pihak produsen, dan kesenangan ini menjadi suatu berita baik yang bisa tersebar melalui milis tau forum internet. Fasilitas gratis bagi anak-anak muda adalah keharusan! Apalagi kalau dapat hadiah, bonus dan baju kaos/t’shirt yang keren.
Sebagai contoh, mari kita lihat usaha Yamaha sebagai produsen motor nasional. Dulu produsen ini tertinggal jauh dengan Honda, tapi belakangn ini merek Yamaha memang makin merajalela ‘Semakin Didepan’ yang tidak lain karena pihak produsen bisa merangkul akrab kepada para komunitas dan pengguna merek Yamaha (kosumen).
Ya sudah tentu, konsumen Yamaha akan merasa bangga dan mereka pun akan senang bercerita kepada masyarakat luas. Ajakan kumpul bareng, hingga pembuatan iklan yang selalu melibatkan klub, maupun komunitas, yang dibiayai oleh pihak produsen merupakan kunci utama dari pada suksesnya penyebaran dan pengaruh yang baik. Hal ini tentu saja semakin menambah kepercayaan konsumen, maupun masyarakat luas.
Setahu saya kegiatan merangkul konsumen sudah mulai dilakukan oleh pihak Yamaha sejak mereka menelurkan produk motor jenis automatic, MIO tahun 2004. Untuk meningkatkan rasa kebersamaan, maka pihak Yamaha tak segan-segan merangkul anak-anak klub dan komunitas motor MIO untuk kumpul bareng, touring bareng, nonton bareng, dan bahkan mereka kerap mengikuti berbagai event-event lainnya yang langsung di-support oleh pihak produsen.
Demikian pula ketika Yamaha mengeluarkan produk barunya Vixion, hal yang sama juga dilakukan oleh pihak produsen Yamaha, yaitu langsung merangkul dan men-support komunitas motor Yamaha Vixion dengan cepat. Pada akhirnya masyarakat luas bisa melihat langsung dan semakin percaya, jika perusahaan ini senantiasa merangkul dan mendekatkan diri dengan konsumen-nya, dalam arti konsumen tidak akan pernah ditinggalkan begitu saja oleh Yamaha.
By the way, ada berita bagus nih bagi pemilik dan konsumen Yamaha. Rupanya dalam waktu dekat ini pihak Yamaha punya gebrakan baru dengan komunitas-nya. Mau tau apa itu? Ya kita lihat saja apa yang terjadi pada akhir pekan ini.
Konsumen adalah komunitas, dan komunitas adalah konsumen. Silahkan pelajari dengan seksama bahwa keduanya memiliki kekuatan dan keuntungan yang besar bagi sebuah produsen.
Ngomong-ngomong, bagaimana dengan kekuatan dan pengaruh komunitas blogger? Katakanlah kekuatan KoBOI (Komunitas Blogger Otomotif Indonesia)? Nah, untuk yang satu ini, kita nantikan artikel yang berikutnya!















ngegosipin motor2 baru yamaha yuk disini
http://www.yamaha-friends.com/?act=articles&aid=213
Bener bgt tuh!
Sebagai contoh : komunitas/klub motor jika menyelenggarakan acara yg sifatnya positif, semisal bakti sosial, touring damai, atau acara2 bersifat sosial (Isra Mi’raj, dll), pasti otomatis akan mengangkat reputasi pabrikan.
Sebaliknya, tidak semua pabrikan maupun fihak ATPM mendukung sepenuhnya program2 operasional klub. Semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu membuka mata fihak klub maupun pabrikan/ATPM untuk saling bekerjasama dengan baik.
Salam,
ARISANDY JOAN HARDIPUTRA, S.E. (Bro Cecen)
Sekretaris KANIMOCU (Kawasaki Ninja Motor Club) MEDAN
You know, I have to tell you, I really enjoy this blog and the insight from everyone who participates. I find it to be refreshing and very informative. I wish there were more blogs like it. Anyway, I felt it was about time I posted, I
I must say this is a great article i enjoyed reading it keep the good work