Audi Race Indonesia Series (ARIS), ajang uji bakat dan nyali di trek balap

IMG_0123_resize

Sebagai pebisnis muda sukses, Kevin – sebut saja begitu- sangat terbiasa dengan mobil-mobil kelas premium seperti Audi. Ia tak meragukan kualitas produk mobil papan atas Jerman itu dari aspek teknologi, kenyamanan, safety, maupun lingkar kemewahannya.

Hanya satu hal yang kadang menggoda, yakni merasakan adrenalin saat berakselerasi sedalamnya dan menikmati speed yang ditawarkan. Maklum, berjiwa muda dan punya gairah mengkebut pacuannya.

“Dalam kesempatan sehari-hari jelas tak ada kesempatan menikmati hal itu. Satu-satunya kesempatan di jalan tol pada malam hari. Tapi, itu sangat riskan. Selain menyalahi aturan limit kecepatan, juga sangat berbahaya karena gelap dan kita tahu kondisi jalan tol yang di beberapa bagian bergelombang bahkan berlubang,” katanya.

Ilustrasi di atas ternyata gejala umum yang menghinggapi para eksekutif muda pemilik mobil-mobil premium, khususnya tipe sporty. Celah ini kemudian dimanfaatkan promotor jeli untuk menyalurkan hasrat mengebut itu tanpa harus menjadi pembalap, tanpa harus mengubah total mobilnya menjadi mobil balap.

Contohnya adalah Audi Race Indonesia Series (ARIS) yang dihelat 5 putaran bersamaan dengan event 2014 Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISOM). Aturan mainnya sederhana dan terbilang murah untuk merasakan adrenalin spesial di sirkuit resmi. Cukup membeli Audi A4, daftarkan diri jadi kontestan, dapat racing kit dan silakan nikmati kompetisi yang fair karena balapannya bersifat one make race dan seimbang. Kalah atau menang bukan lagi ditentukan spesifikasi mobil, tapi skill dan nyali masing-masing di dalam kokpit.

“Konsep ini sangat bagus. Lebih alami dan cocok buat pemilik A4 yang melakoni balapan untuk menyalurkan hobi di trek resmi,” tutur Fitra Eri, wartawan yang juga aktif di blantika balap nasional saat menggeber A4-nya dalam seri pembuka ARIS di Sirkuit Sentul, Bogor, Minggu (27/4), bersama 8 driver lain termasuk sang istri, Rally Marina.

Ia jelaskan para peminat hanya perlu beli A4 dan kemudian beli paket balapannya kepada promotor lomba yang digawangi Candilanang. Dengan biaya yang tidak terlalu besar, peserta sudah dapatkan mobil yang siap tempur dan aman karena ada beberapa bagian yang diubah demi keselamatan. Selebihnya standar, khususnya engine yang tak boleh diutak-atik agar semua peserta tampil dengan kekuatan seimbang. Dengan paket itu, promotor menyediakan velg kompetisi, knalpot, roll cage dan suspensi untuk memaksimalkan safety.

“Sangat murah dibandingkan bangun mobil balap khusus. Lihat saja tampilannya,” ujar Fitra sembari menunjuk A4-nya yang tampilan luarnya terlihat gagah macam mobil-mobil Audi yang berseliweran di ajang DTM, arena balap turing paling terkemuka di dunia.

Tanding dengan predikat master, Fitra akhirnya menjuarai seri perdana itu. Ia ke podium bersama dua driver berpengalaman lainnya, Harry Dharma dan sang istri tadi. Tapi, apa yang dialami Andrew Haryanto yang turun dengan status promotion perlu juga digarisbawahi. Ia sempat mengimbangi Fitra di baris depan. Hanya sedikit kesalahan yang ia buat sehingga tersusul Harry dan Rally.

“Ini soal jam terbang. Mereka semua senior, tapi saya sangat menikmati kesempatan ini. Saya surprise karena mobil bisa diajak tarung 12 laps dengan kecepatan konsisten. Tak ada gejala overheat,” kata Andrew yang finish di posisi 4.

Hebatnya, Andrew membukukan best lap 1 menit 56,513 detik di trek Sentul sepanjang 4,12 km dengan 11 tikungan itu. Artinya, ia melaju dengan average speed 122,51 km/jam. Catatan itu sekaligus jadi rekor kecepatan Audi A4 di Sirkuit Sentul.

Soal top speed, baik Fitra maupun Andrew sulit mengukurnya karena trek lurus Sentul hanya beberapa ratus meter. Mereka sudah harus ngerem pacuan untuk masuk R1 (tikungan 1) padahal laju mobil belum maksimum. “Tadi itu kira-kira dapat 200-an km/jam. Kalau treknya lebih panjang lagi pasti lebih,” terang Fitra.

Uniknya, hajatan yang tampak semarak itu ternyata bukan gawean PT Garuda Mataram Motor selaku APM Audi di Indonesia. Saat dikonfirmasi, event ini sama sekali tak berkaitan dengan promosi Audi. Peminat A4 yang sejak diluncurkan memang tumbuh signifikan di pasar otomotif nasional.

“Event ini sepenuhnya inisiatif dan aktivitas penggemar Audi di Indonesia. Peserta langsung berhubungan dengan pihak promotor. Kami tentu saja gembira melihatnya, apalagi terlihat semarak pada seri perdana. Saya yakin ini akan berkembang seiring dengan bertumbuhnya pasar Audi di sini,” ujar Andrew Nasuri, CEO, PT Garuda Mataram Motor.

Anda merasakan apa yang dialami Kevin? Solusinya kini tersedia dalam ARIS. Masih ada empat balapan tahun ini untuk diarungi dan dinikmati.

One thought on “Audi Race Indonesia Series (ARIS), ajang uji bakat dan nyali di trek balap

  1. […] yang dihelat bersamaan dengan event 2014 Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISOM) pada hari Minggu, 27 April 2014 tidak hanya dirmaikan oleh mobil Audi A4, tetapi juga dimeriahkan oleh Umbrella Girls (UG) yang […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *