Sensasi seksi brutal moge MV Agusta Brutale 675

DSC_0004

Si seksi brutal MV Agusta Brutale 675 milik PT Moto Arte Indonesia yang bermarkas Jl. Sultan Iskandar Muda 168, Jakarta Selatan dijajal langsung oleh Tim Liputan SL.com selama beberapa hari. Tak hanya merasakan sendiri, tetapi juga ikut dipajang dalam acara CST Motorcycle Fest pada weekend kemarin (9-10 November 2013) yang tentunya menjadi perhatian banyak orang.. Wuih asyik bro!

Motor ‘naked bike‘ seharga Rp. 270 juta OTR Jakarta ini diklaim memiliki tenaga yang ‘sangar’ yakni sebesar di 113 hp pada 12,500 rpm, dengan torsi 52 ft-lbs @ 10,600 rpm. Tenaga sebesar ini merupakan kembaran versi superbike MV Agusta lainnya yakni F3 675.

Hmm, seperti apakah ‘kebrutalan’ dari MV Agusta Brutale 675 yang merupakan varian terkecil Ride by Wire, Electronic Assisted Shift (EAS), MVICS (Motor & Vehicle Integrated Control System), Traction Control 8 level, ECU Mapping 4 level + 1 custom ini ? Yuk kita simak testimoni dari Bri Jules Rimet salah satu kru Tim Liputan SL.com yang menjajal sepeda motor Made In Italy ini.

“Awalnya sih sempat khawatir apakah bisa menjinakkan ‘banteng’ berbobot 167 kg yang dijejali mesin Trepistoni (3 silider) DOHC berteknologi counter-rotating crankshaft 12 valve yang berada di bawah tangki bbm berkapasitas 16,6 liter,” ujar Bro Jules Rimet yang senang mengendarai si seksi brutal ini.

“Begitu naik ke jok, yap motor ini ternyata masih cukup ramah untuk ukuran orang Indonesia. Ini berkat jok yang tidak terlalu lebar, sehingga untuk mereka yang memiliki tinggi diantara 160-169,5 cm pun tidak perlu jinjit terlalu tinggi,” tambahnya yang memiliki tinggi badan 169,8 cm.

Sangat terasa akselerasi nya begitu cepat, rasanya tuas gas ingin diputar sedalam-dalamnya namun sayang demi keamanan dan keselematan berkendara maka tarikan gas hanya dimainkan seperlunya. “Saya begitu mendapat jalan lurus dan dirasa aman, langsung saya tarik gas dan gila bener semburan tenaga motor ini sangat luar biasa,” beber Bro Jules yang sehari-harinya pakai Suzuki Titan 110cc.

“Saya mencobanya hanya di wilayah Jakarta Selatan pada Sabtu pagi dan Sabtu malam (9/11/13) melintasi beberapa ruas jalan utama antara lain di kawasan elite Lebak Bulus, Pondok Indah Raya, Jl Arteri Pondok Indah, Permata Hijau, Gaatot Subroto, Kuningan, Menteng, Sudirman, Senayan. Jujur sih.. bawa motor ini jadi keren, dilirik banyak orang.. hehehe..,” ujarnya lagi sambi tertawa.

“Keluhan yang saya rasakan adalah motor ini berat. Keseimbangan disaat berjalan pelan, apalagi di kemacetan, dan saat mau berhenti adalah sangat penting diperhatikan. Yang lebih penting adalah saat manuver kecil seperti balik arah, disini kita perlu hati-hati, karena radius putarnya kecil dan motorpun berat. Kalau kedua kaki kita sudah salah posisi maka konyol motorpun bisa jatuh,” jelas bro Jules sambil memperagakan bagaimana cara mengendalikan si seksi brutal saat berbelok balik arah.

Ketika ditanya apakah capek membawa motor ini, iapun menjelaskan bahwa posisi duduk dari MV Brutale 675 ini seperti kita naik motor Yamaha Byson. “Setangnya khas, cukup lebar.. ini pas buat mereka yang ingin tampil gagah dan kekar berotot. Jadi saya rasa nggak terlalu capek, tetapi yang bikin capek narik tuas koplingnya terasa keras,” ungkapnya lagi.

Motor naked bike ini jelas tidak menggunakan fairing, kembali Bro Jules menjelaskan soal panas mesin yang cuku mengganggu. “Hawa panas mesin motor ini lumayan sangat terasa walaupun secara mekanis mengadopsi sistem pendingin terpisah antara mesin dan oli ini. Sesekali akan terasa hawa panas mesin yang menghampiri  tubuh bagian bawah khususnya bagian betis kaki. Meskipun panas yah.. dibawa enjoy aja.. mungkin tadi karena gua lewat jalur macet,” jelas Bro Jules yang tetap mengakui motor seksi brutale ini tetap asyik buat mejeng

“Kebrutalan motor ini di jalan lurus yang lengang memang luar biasa. Diam-diam gua sempat geber di Jalan Tentara Pelajar di kawasan rel KA Permata Hijau, mulai gigi 1 sampai gigi 3, angka di speedometer digitalnya sangat mudah menyentuh angka 160 kpj. Setelah itu gua sudah ngga berani lagi melihat speedometer karena meleng dikit, guapun bisa melayang,” bebernya dengan mengeluskan dada seperti tidak yakin.

“Sebenarnya hati ini masih ingin sampai gigi enam, namun kondisi lalu-lintas sudah tidak memungkinkan. Jadinya wajib menarik tuas rem depan double disk Brembo 4 piston sambil menginjak rem belakang sedikit demi sedikit secara perlahan yang juga merk Brembo dua piston. Yang perlu diketahui saat menghentikan laju si moge brutal, sebaiknya lebih banyak memakai rem depan ketimbang rem belakang (85% : 15%). Hal ini bermaksud agar roda belakang tidak terkunci,” tutupnya.

MV Brutale 675 bertubuh gembot ini menggunakan ban dengan lebar 120/70 – ZR 17 M/C (depan) dan 180/55 – ZR 17 M/C (belakang). Tampangnya keren, lincah digunakan, hanya sedikit lebih berat dari motor batangan yang umum beredar di pasar Indonesia (user friendly). Intinya moge brutal asal Itali ini masih dapat dijinakkan, dan melintasi kemacetan Ibukota Jakarta.

Terima kasih untuk PT Moto Arte Indonesia yang sudah memberi kesempatan kepada Tim Liputan SL.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *