Wisata Monas DKI Jakarta

image006

Jakarta, Juli 2007. Ke Monas? Hari gene ngapain ke Monas? Mungkin seperti itulah kata-kata yang sering terlontar pada zaman sekarang kalau kita mengajak keluarga ke Monas (monumen nasional).

Memang betul. Monas memang sudah tidak sedap di pandang apalagi dikunjungi. Tapi ketika berkunjung ke Monas bulan Juli 2007, saya beruntung bisa mendapatkan foto-foto yang lumayan bagus.

Karena hobi RAKOM (radio komunikasi), saya tahu persis tiap tahun RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) atau ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) selalu bikin acara besar di Monas.

Waktu ORARI punya acara Munas 2007 (musyawarah nasional), ORARI juga menggelar kegiatan di lapangan Monas antara lain ada bazar, kios makanan, tenda SAR, jualan produk RAKOM dan juga acara panggung alias dangdut. Pada intinya pertemuan ini adalah silahturahmi melalui ajang “kopdar” (kopi darat) diantara para breaker.

Waktu sore hari adalah waktu yang paling tepat untuk datang ke Monas. Iklim ketika itu sangat panas dan terang, langit cerah dan tidak berawan. Jadi bisa dibayangkan bagiamana panas-nya Monas yang serta merta membuat gerah badan sangat cepat.

Selesai saya parkir mobil, saya sempat melihat arena tinju amatir yang sedang berlangsung di salah satu sudut halaman parkir Monas tepatnya sekitar halaman parkir di depan Balaikota DKI Jakarta. Wah rame juga.. seperti berantem beneran, tapi sayang karena saya tidak hobi dengan tinju maka arena tinju itu pun saya tinggalkan.

Melangkah ke dalam halaman Monas yang luas, sambutan angin sepoi-sepoi, sekali-kali bertiup keras sampai membuat saya dan istri tutup hidung rapat-rapat, kenapa? Ternyata bau pesing menebar. Itulah contoh buruk Monas dimana kebiasaan publik buang air kecil di sembarang tempat mengakibatkan bau pesing ini sangat serius.

Beberapa langkah menuju lokasi acara ORARI terlihat banyak sekali penduduk atau masyarakat luas dari segala golongan ada disekitar taman. Kesempatan ini jadi pengamatan saya secara langsung betapa rindunya penduduk DKI Jakarta ingin memiliki taman bermain yang gratis, tapi apa daya walaupun kondisi Monas masih jorok tetap saja menjadi tujuan wisata masyarakat.

Ketika berada di kawasan acara ORARI, saya menjumpai beberapa rekan breaker ORARI yang saya, antara lain mereka dari wilayah Jakarta Selatan dan Depok. Tidak banyak percakapan, tapi yang pasti kunjungan ini lumayan berharga sebagai pemain RAKOM.

Setelah berkeliling di kios ORARI, saya pun bergeser mendekati Tugu Monas mengambil beberapa foto alam matahari terbenam (sunset) dan juga ke lokasi anak-anak bermain roller skate. Usai matahari terbenam, maka saya dan keluarga akhirnya beranjak pulang.

The End.

Tagged with 

4 thoughts on “Wisata Monas DKI Jakarta

  1. once a week i use a roller skate as my exercise ~**

  2. roller skating is my sport, this sport is very enjoyable and is a form of exercise too*’,

  3. ,-‘ I am very thankful to this topic because it really gives up to date information “.”

  4. saya suka sekali bertamasya ke monas. l like it

Leave a Reply