Viar Luncurkan Motor Untuk Usaha Kedai Kopi

DSC_0714

10 Juli 2013. PT Triangle Motorindo, produsen motor Viar fokus menggarap pasar menengah ke bawah dengan membidik kalangan Usaha Kecil Menengah (UKM). Data terakhir menunjukan perkembangan UKM sangat pesat hingga mencapai 52 juta dan ini menjadi peluang bagi Viar dengan kian gencar menyediakan kendaraan alternatif roda tiga.

Menurut Akhmad Zafitra Dalie, General Manager Triangle Motorindo, hadirnya motor usaha roda tiga menjadi solusi yang tepat atas kenaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM sangat mempengaruhi kelansungan setiap bisnis dari kecil-menengah sampai besar. Kehadiaran motor jenis ini memberikan jawaban terhadap kebutuhan transportasi angkutan barang murah, irit, daya angkut banyak, serta mudah di modifikas sesuai kebutuhan. “ Walapun dipakai sebagai alat angkut, Viar Karya punya konsumsi bahan bakar yang irit. Untuk 1 liter bensin bisa sampai jarak 25 km sampai 35 km,” terang Dalie, kemarin di Jakarta.

Untuk menggenjot penjualan, Viar pun menawarkan beragam desain unik. Salah satunya adalah menghadirkan Viar Karya untuk usaha kedai kopi dan usaha multi fungsi, seperti kafe mini atau bakery berjalan. Disain ini dimunculkan karena terinspirasi dari banyaknya peminat yang rela mendatangi berbagai tempat sekedar untuk sekedar membeli segelas kopi. Tren kedai kopi pun bermunculan.

“Dengan motor usaha kedai kopi ini, maka penjualan bisa berjalan ke berbagai tempat, di kampus atau dio perumahan,” terang Dalie.

_MG_1336

Kendaraan roda tiga ini memiliki kekuatan mesin yang sama dengan model Viar Karya yang lainnya, yaitu mesin berkapasitas 200 cc bertenaga 7,5 Kw pada 7.500 rpm, dan torsi maksimum 9,8 Nm pada 7.000 rpm dengan kapasitas tangki bahan bakar sebesar 12,5 liter. Dengan dimensi panjang berukuran 335 mm, lebar 125 mm, dan tinggi 135 mm, motor usaha kedai kopi ini dilepas dengan Rp. 45 juta On the Road Jabodetabek dan sekitarnya.

Diakui Dalie, pasar motor roda tiga di Indonesia cukup menggairahkan. Tahun lalu, total penjualan Viar paling banyak didominasi dari motor bebek, roda tiga, dan sport.

Berdasarkan data 5 tahun terakhir (2008-2012), perkembangan kendaraan bermotor roda tiga atau Motor Usaha VIAR menunjukkan perkembangan yang luar biasa dengan kenaikan per tahunnya dari 200% (2009) dan 100% (2010), 50% (2011) dan 40% (2012) atau 30.000 unit roda tiga. ”Kami terus melakukan perbaikan dan pengembangan produk tersebut, dengan penambahan line produksi, penambahan jenis dan peningkatan kualitas produk serta kualitas pelayanan konsumen,” jelasnya.

Pada 2013 ini, Viar Roda tiga diharapkan dapat menyumbang angka penjualan minimal 65% atau 39.000 dari total target penjualan VIAR Karya 2013 sebesar 60.000 atau naik 7% dari penjualan Motor Usaha roda tiga pada 2012 yang hanya menguasai 57%. Dalie optimis, penjualan Viar akan terus menanjak, karena memiliki keunggulan harga terjangkau, sehingga mampu melawan produsen Jepang, yang mendominasi pasar motor Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *