29 September 2009. Halaman ini melanjutkan cerita dari artikel sebelumnya: Report Touring Mudik 2009: Jakarta-Padang/Bukittinggi (Part 1).
Bro Onasis yang punya cerita melanjutkan lagi kisahnya melalui notes facebook. Nah, bagi mereka yang tidak mendapat akses ke facebook bro Onasis alias Coop Red, inilah kisah touring-nya untuk kembali ke Jakarta bersama dengan kedua rekannya.
TOURING MUDIK 2009, PART 2
Starting point : Bukittinggi
Destination : Jakarta
Bikers/Bike :
1 . Onasis ( Honda Tiger 2004)
2. Tedy (New Honda Tiger Revo 2009)
3. Ullia (Yamaha Vixion 2008)
Total riding : ± 3.000 km (pp)
Total Time : ± 50 hours
Personal Cost (Onasis)
Total Fuel : Rp. 350.000,- / 77 liters (pp)
Ferry : Rp. 56.000,- (@biker + bike) (pp)
Hotel : Rp. 220.000, – (Sharing) (pp)
Food & Drink : Forget..:p (Sharing)
Intro:
Suasana Lebaran di kampung halaman Bukittinggi sangat menyenangkan. Namun jadi males kemana2 karena pusat kota dibanjiri wisatawan lokal. Hari ketiga lebaran, saya pergi ke kota Payakumbuh yg berjarak sekitar 33 km dari Bukittinggi, rencananya sekalian mampir ke rumah Isech a.k.a. Sesri Engla Sespita untuk memberikan undangan pernikahan Bro Deska Felani. Tadinya sempet mikir bakal ketemu Bro Achiel a.k.a Hidayat Saputra juga disitu, ternyata dia lagi gak dirumah calon mertuanya itu. Akhirnya Cuma ketemu Isech yg kebetulan juga mau balik ke Pekanbaru.
Sehari sebelum balik ke Jakarta, saya menyempatkan diri untuk ganti oli dan memeriksa kondisi motor di bengkel milik saudara. Menurut dia, motor saya masih prima untuk perjalanan balik. Oke lah, saya pun pulang kerumah dan istirahat lebih awal karena besok akan memulai perjalanan pagi.
PART 2 : BUKITTINGGI – JAKARTA
Hari Pertama ( 25 September 2009)
Kita janjian untuk start dari kota Padang Panjang, sekitar 18 km dari kota Bukittinggi dan 70 km dari kota Padang. Janjian jam 08.00, tapi diperjalanan saya menerima SMS dari Ulil kalau mereka sedikit terlambat. No problem, saya pun berkunjung ke rumah teman kuliah Rio De Ronsard untuk menghabiskan waktu. Jam 09.00 Ulil nelpon lagi dan mengatakan kalau mereka sudah sampai di Padang Panjang. Sayapun langsung berangkat menemui mereka. Dan kitapun langsung menuju kota Solok.
Jalanan menuju Solok melewati pinggiran danau Singkarak yg sangat indah. Menjelang masuk Singkarak, konvoy kami menyalip rombongan bikers kurang lebih 8 motor yg sepertinya hendak balik ke Jambi. Tanpa diduga, rombongan tadi mengikuti kami sepanjang rute tepian danau Singkarak. Saya selalu memperhatikan melalui spion, dan mereka selalu menjaga barisan dan tidak ugal-ugalan. Begitu memasuki kota Solok, salah satu motor dari rombongan tadi kehilangan konsentrasi dan jatuh karena mengerem secara mendadak. Hal ini baru saya ketahui dari Da Tedy ketika kami berhenti dipusat kota untuk istirahat. Namun kami gak mungkin balik lagi ke belakang karena kondisi jalan sangat ramai. Mudah2an mereka tidak apa-apa. Amin.
Perjalananpun kami lanjutkan menuju perhentian pertama, Gunung Medan. Sekitar jam 12.00 kami sudah sampai di Gunung Medan. Disini saya menikmati sepiring nasi goring lezat yang sudah hampir 10 tahun tidak ketemu. Dulu waktu mudik lewat darat, saya selalu makan nasi goreng disana. Jam 13.00, selesai makan dan sholat, perjalanan kami lanjutkan. Sebelumnya mengisi bensin dulu di seberang rumah makan tersebut. Tujuan kami berikutnya adalah Muaro Bungo – Jambi. Perjalanan sangat lancer dan jalanpun lumayan bagus, kami masuk kota Muaro Bungo Sekitar jam 15.30. Tanpa berhenti disini, kami bablas langsung ke kota Bangko. Disini kami berhenti sebentar untuk istirahat dan melemaskan otot2 yang pegal.
Setelah isitrahat kurang lebih setengah jam, perjalananpun dilanjutkan menuju kota Sarolangun. Jalur lintas Sumatera yang lumayan sepi serta jalanan yang cukup bagus membuat kami bias sedikit memacu kendaraan. Memasuki kota Sarolangun sekitar jam 18.30, kami disambut hujan deras. Rain coat pun dipakai dan perjalanan dilanjutkan. Tujuan kami selanjutnya adalah kota Lubuk Linggau dan bermalam disana. Jalur dari Sarolangun menuju Linggau cukup padat, dan banyak hewan ternak yang menyebrang mendadak. So, kecepatan harus dijaga biar gak nabrak sapi atau kambing warga setempat. Begitu lepas dari wilayah pemukiman, kembali kami mendapati jalan lurus yang sepi. Sedikit bosan dijalur lurus ini, malah Da Tedy sempat merasa ngantuk dan mempercepat laju untuk mengusir kantuk.
Dijalanan, saya yg sering berada didepan, banyak melihat bangkai binatang yang mati tertabrak kendaraan. Ada anjing, babi, biawak, ular. Serem juga. Tapi ya, mau gimana lagi. Itu resiko si babi sendiri, kenapa gak nengok kiri kanan sebelum nyebrang.
Memasuki kota Lubuk Linggau, sekitar jam 20.30, kami berhenti makan di restoran Budi Setia. Tempat makan favorit si Ulil karena kasirnya yang cantik. Ahahahahahahaha…
Selesai makan kami mencari penginapan, baru dapat sekitar jam 21.30. Hanya bersih2 sedikit dan langsung bablas tidur.
Hari kedua (26 September 2009)
Jam 06.00 pagi, selesai, mandi, sholat subuh, sarapan dan siap2 berangkat lagi. Foto2 dulu lah….
the bikes are ready….
Tapi ya, itu tadi, kondisi fisik gak bisa dilawan. Tiap 1 jam kami berhenti untuk istirahat. Akhirnya kami sampai di Bandar Lampung jam 24.00.
Hari ketiga (27 September 2009)
Berhenti disebuah pom bensin di kota Bandar Lampung. Tadinya saya pengen makan dulu, tapi mengingat Bakauheni sudah didepan mata, rasa lapar bisa diajak kompromi. Kelar mengisi bensin untuk terakhir kali, perjalanan pun dilanjutkan menuju Bakauheni. Ternyata kondisi jalan yang menurun tidak sebagus ketika kami naik dari Bakauheni. Banyak lobang dan keriting. Kondisi ini sempat membuat kami terpisah cukup jauh. Da Tedy dan Ulil yang berada didepan, sempat berada didepan saya hingga 1 km jaraknya. Begitu ketemu jalan yg halus, saya ngebut untuk menyusul mereka. Terus terang, karena ban yang saya pakai kurang bagus grip nya, jadinya saya tidak berani lebih kencang. Melewati kota Kalianda, jalanan mulai datar dan halus, disini saya mengambil alih posisi depan. Kecepatanpun kembali ditambah hingga sekitar 80-100 rata2 Posisi depan sinar headlamp saya terbantu penerangan lampu Ulil yang sangat terang.
Oya, saya lupa cerita kalau di Kotabumi bohlam headlamp saya putus. Untungnya saya bawa cadangan, tapi gak begitu terang. Maklum, bohlam 8 ribuan…hehehehehe.
Dan jam 02.00 kurang, kami sampai di Bakauheni. Istirahat sebentar, beli minuman karena di kapal harganya bisa sampai 3x lipat. Begitu naik kapal, kami langsung mencari tempat untuk tidur, sayangnya semua tempat sudah terisi. Kami memang agak terlambat naik kapal. Ya sudah, tempat sempit tersisa kami manfaatkan untuk sekedar memejamkan mata. Saya dan Ulil sempat ketiduran, namun Da Tedy enggak. Karena posisinya terlalu dekat ke Outdoor Unit AC. Jadinya kena angina panas terus. Hueheuheuheuheu…kasian…
3.000 km journey with Zero accident…Zero trouble….
Thanks buat doa dan support, sodara2 dan teman2 selama perjalanan….
= = The End = =









Salut buat bung ona,tedy n ulil…..bikers sejati…yang telah merasakan THE REAL EXPERIENCE……turing ribuan kilometer JAWA-SUMATRA berhasil pergi dan pulang dg selamat…merasakan feeling of BROTHERHOOD…once again….KEEP THE SPIRITE OF BROTHERHOOD….( jadi pengen jg….)
Indah sekali perjalannnya…saya akan mencoba juga…tp dengan mobil kijang super tahun 91…kuat apa tidak ya mobilnya…
thanks a lot bro ona and bro tedy….
Nice report,,,,jadi pengenn,,,,,,*someday….i will…..doakan aku…
Buat Uda bro,,Ulil,,da tedy….congrats yak….
ps: Special thx buat Uda bro Onasis yang dengan ikhlas tanpa bayaran,mau mengantarkan undangan pernikahan ane ke rumah sis isech,….
CONGRATSSSS……………
Asli nih kerrreeennnn dah….
[...] perjalananan touring-nya itu sendiri dibagi dengan dua cerita (lihat yang perjalanan berangkat, dan perjalanan pulang). Ketika itu ia touring mudik bersama dua rekan, sama-sama mudik ke tanah Minang Sumatera Barat. [...]
Banyak Nasi Goreng enak ya..? hm jadi ingat dulu ada nasi goreng minang yang enak dekat pasar tebet barat. tapi sekarang sudah ada lagi, entah pindah kemana …
Muantaaabb.. Abiez.. Ju2r lbran kmrin kpkiran tuk touring k pdg,tpi bngung g da tmen.. Bleh tuch thn dpn ikutan.. Slam knal..brotherhood.. ^_^
TAHUN INI DATEDI TOURING LAGI, MAU IKUT GAK BRO????
@SL
fotonya kok gak kaya biasa ya om? kurang kinclong..
padahal aku juga gitu,he3x..
senang, bro onasis bisa berbagi pengalaman disini…. untuk sekedar referensi bagi yang mau touring ke sumatera……
Info tambahan: mumpung kondisi jalan secara umum di lintas tengah sumatera bagus dan mulus, dalam waktu dekat ini, tidak ada salahnya mas bro yang lain merencanakan riding menjelajah hutan sumatera…. asyiiik abizzzz.
dikesempatan ini, secara pribadi, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada bro onasis dan bro oelil, teman seperjalanan yang secara baik dan kompak menyelesaikan riding ini, dan kepada semua teman teman lain (tidak bisa disebutkan satu persatu) yang telah membantu terlaksananya riding ini…..