Jakarta, 25 September 2009. Dua pekan yang lalu tepatnya pada hari Rabu 11 September 2009, SL.com mengikuti acara panel diskusi dengan topik:
“Peran ATPM Menghadapi Ledakan Pemudik Sepeda Motor” yang digelar oleh CERAS (Center for Safety Riding Study). Acara panel diskusi ini diprakarsai oleh Edo Rusyanto yang dihadiri oleh sejumlah ATPM, AISI, Kepolisian, penggiat atau pemerhati safety riding, serta klub/komunitas motor. Info lengkap lihat artikelnya di sini.
Selanjutnya mari kita lihat apa yang telah terjadi. Informasi dibawah ini hanya untuk beberapa hari saja setelah lebaran 2009 berlalu:
Jakarta, Kompas – Jumlah pemudik yang tewas akibat kecelakaan lalu lintas pada masa mudik Lebaran terus meningkat. Selama 10 hari terakhir, 472 pemudik meninggal dunia. Jumlah itu sangat besar karena itu polisi diminta tak memberikan toleransi sedikit pun kepada pelanggar aturan.
Kalimat diatas di kutip dari harian Kompas, Jumat 25 September 2009.
Dalam panel diskusi CERAS sudah disinggung bahwa kemungkinan besar angka kecelakaan lalulintas sepeda motor akan lebih banyak lagi sejalan dengan populasi dan laju pertumbuhan sepeda motor di tanah air. Dan ternyata hal itu benar juga. Dibahas pula soal safety riding dan tingkat kesadaran masyarakat pengendara motor yang sangat lemah. Ketika itu disarankan, agar para ATPM mau dan bersedia mengkoordinasikan soal pengaturan pemudik yang akan pulang atau kembali ke Jakarta.
Kita sadari bahwa jumlah kecelakaan pemudik yang terbanyak karena kecelakaan sepeda motor. Hal ini sangat ironis, disatu sisi ada suatu kegembiraan untuk merayakan lebaran, namun disatu sisi jumlah kecelakaan dan kematian karena sepeda motor juga makin meningkat.
Apa sih yang menjadi penyebab kecelakaan sepeda motor tersebut? Apakah pengendara motor mengalami kelelahan fisik? Mereka mengantuk? Atau karena mereka mengabaikan safety riding?
Kalau begitu siapa yang mau disalahkan? Apakah ini kesalahan pengendara motor itu sendiri? Kurang tegasnya aparat kepolisian? Karena masalah ruas jalan dan lebar jalan yang tidak layak? Atau juga, karena transportasi masal yang tidak layak? Atau apakah pihak ATPM sudah terlalu banyak memproduksi motor?
Siapakah yang mau kambing hitamnya? Siapa yang harus bertangung jawab?
Nah, mungkin para pembaca punya pendapat soal ini. Silahkan kasih komentar jika anda merasa peduli soal angka kecelakaan pemudik ini.















ingat: MOTOR BUKAN MESIN PEMBUNUH…… (slogan ini banyak saya baca di sepanjang lintas sumatera dengan ukuran papan kira-kira 2m x 4m dengan tulisan yang sangat mencolok, pada saat touring mudik lebaran 2009 kemarin ke Padang Sumatera Barat)…..
Maksudnya apa?…. kurang lebih (menurut saya)… benar2 diharapkan kepada pengendaranya untuk lebih hati2 dalam mengendarai sepeda motornya… (sepeda motor tergantung ridernya). Kuncinya adalah ridernya sendiri… yang harus mempersiapkan segala sesuatunya (safety riding) dan mengukur kemampuannya dalam berkendaraan….jangan sok, jangan takabur, perhitungan harus matang, kondisi badan sangat berpengaruh… (banyak rider yg mengabaikan hal ini, terutama rider2 yg sekali-sekali riding keluar kota dan perjalanan jauh). Kondisi kita biasa berkendaraan di dalam kota sangat jauh berbeda dengan berkendaraan touring keluar kota.
Semua kendaraan adalah benda mati, dan aksi dan reaksinya tergantung dari operator/ridernya…. jadi pihak kepolisian, pihak ATPM ataupun kondisi jalan, saya pikir hanya faktor kesekian kalo kita mau mengurutkan siapa yang salah…. yang paling berperan tetap si ridernya sediri yang kurang memperhatikan safety riding secara maksimal; contohnya mau perjalanan jauh keluar kota kok pake sendal, atau membawa anak dan istri sebagai boncenger…. dari awal saja mereka sudah mengabaikan keselamatan diri sendiri… walaupun itu terlihat sepele.
Jadi saya simpulkan bahwa kesadaran operator/pengendara/ridernya secara umum masih kurang dalam menyikapi safety riding. Kalau saja semuanya sadar, tertib dan disiplin, InsyaAllah, angka kecelakaan dapat ditekan seminimal mungkin dan korban jiwa dapat dihindari
Jadi…. MARI KITA TEGAKKAN DISIPLIN DALAM BERKENDARAAN, SELALU TERAPKAN SAFETY RIDING DI SETIAP KESEMPATAN……. dan ingat: MOTOR BUKAN MESIN PEMBUNUH
menurut saya jumlah sarana transportasi benar2x tidak seimbang dengan jumlah dan lebar jalan. disamping itu khusus utk pengendara motor kesadaran akan berlalulintas memang betul 2x kurang. saya juga pengendara motor kok. yang sering saya lihat itu para pengendara motor di daerah saya udh ugal2xan ngak pakek helm dan standar keselamatan lainnya seperti spion, motong kendaraan lainnya tanpa memperhitungkan resiko. ya wajar saza mereka dimangsa truk tronton atau biz lintas sumatera. wong ditikungan zalan pun dilibaz dengan kecepatan tinggi.
Turut prihatin, klo menurut saya atpm sudah terlalu banyak produksi motor bro
dan juga kurang tegasnya pihak kepolisian menindak para pelanggar lalu lintas di jalan. Gak akan selesai masalah ini klo masih lembek dalam penanganan dan masih maraknya aksi suap menyuap!!!!
Kayaknya kecapean Bro, penyebab kecelakaan motor yg paling banyak,juga faktor kurangnya pengalaman berkendara dng roda 2. Pos pos utk istirahat perlu diperbanyak untuk istirahat pemudik. Ada banyak alasan mereka mudik pakai motor, diantaranya,praktis,ekonomis,cepat dan ada juga yg senang karena banyak teman dijalan. Tp ada juga yang pingin nunjukin motornya dikampung sebagai simbul keberhasilan merantau di jkt atau di kota lain..! Turut prihatin dng korban yg begitu banyak.semoga arwahnya diterima disisinya..Amin
Klo mnrt saia om, spd mtr itu krng cocok untuk mdk jarak jauh ditmbah dg biasanya satu mtr pnmpng berlebih, brng bawaan bnyk… Tp ya mo gimana lg sih scra ongkos jauh lbh mrh mdk dgn spd mtr…
Pertamax
Baca dulu ah…hmmm 400an yg tewas ya….