yang benar aja, ini aturan jelas banget tidak sesuai dengan jenis pelanggarannya,
- mengemudi tidak konsentrasi, (pakai hape, mabuk, mengantuk, dll) di denda Rp. 50rebu, ini jelas2 yg bikin aturan gk tahu, gk ngerti logika tentang realitas arus kendaraan di jalan raya. justru point inilah yang harusnya menjadi perhatian utama, bila dibandingkan dengan point no.1 dan no. 6.
tercatat lebih banyak sekali terjadi kecelakaan yang diakibatkan karena faktor no.8 ini di jalananan, yang bikin ini aturan jelas mesti dipertanyakan kelayakan ilmu pengetahuannya, gk peduli dia seorang ahli hukum sekalipun. liat secara logika dan realitas yg ada.
wah,,berarti lebaran kemaren saudara saya bayar murah dong..( sidang di tempat ) di daerah Payakumbuh sumatera barat,
pak polisi hanya minta Rp.60.000, karena berhenti waktu lampu merah di atas jalur putih,,,
trus pas mau bayar dan tanya ( slip biru/merah)..eh,, pak polisi nya bilang
“SLIP BIRU/MERAH” TIDAK BERLAKU DI SUmatera BARAT,,
hehehe.. jadi bingung nih..
wadoohhh….masak yang bener-bener membahayakan pemakai jalan raya (Mengemudi tidak konsentrasi/Pakai hape) hanya di denda IDR 50,000 seeehh? yang bener aja atuh kang polisi….
Harusnya tuh yang kayak gitu di denda IDR 500,ooo biar kapok sekalian dan yang pelanggaran markah dan rambu di denda IDR 250,000? sekarang kita tanya balik sama Kang Polisinya, apa mereka mengerti dengan rambu-rambu dan marka jalan yang ada di Indonesia? Saya yakin banyak dari mereka yang tidak mengetahui makna dari rambu-rambu tersebut….
Saran saya, gimana kalo setiap di tilang, si pelanggar aturan di kasih point dan di akumulasikan. Hingga pada jumlaah tertentu, sim si pelanggar tidak bisa digunakan dalam jangka watu tertentu dan kalo udah terlalu sering, SIM dicabut dan si pelanggar tidak bisa membuat SIM lagi sampai jangka waktu tertentu….
Saya yakin para pelanggar aturan akan kapok dan balik lagi ke Akang Polisinya, mau jujur atau nggak dalam menindak dan memberikan tilang kepada si pelanggar aturan….
setuju banget. mudah2an prakteknya serius dan bisa membantu kondisi lalulintas jakarta yang sudah sangat payah, terutama membantu keselamatan pengendara yang bersangkutan… amin
btw hukuman jalan naik trotoar nggak ada nih? kasian kan pejalan kaki… tq
Setuju banget,tapi kalau boleh Jujur,saya belum yakin di jalan bisa berlaku dengan baik ,maklum lah penegak hukum kita,semua sudah pada tahu,tentunya tidak semua aparat,hanya oknum yang sudah biasa cari duit gampang dengan cara menjual hukum…!! dikampung saya (lagi) tidak memakai helm standart bakal berurusan dengan polisi,pasti dikejar sampai dapet.itu sudah berlaku antara 2-3 tahun yang lalu.jd di Yogya(lagi) sudah tidak ada yang pakai helm cetok..! jadi kangen nih pingin pulang kampung naik tigi..!! desember kali ye…!!
yang benar aja, ini aturan jelas banget tidak sesuai dengan jenis pelanggarannya,
- mengemudi tidak konsentrasi, (pakai hape, mabuk, mengantuk, dll) di denda Rp. 50rebu, ini jelas2 yg bikin aturan gk tahu, gk ngerti logika tentang realitas arus kendaraan di jalan raya. justru point inilah yang harusnya menjadi perhatian utama, bila dibandingkan dengan point no.1 dan no. 6.
tercatat lebih banyak sekali terjadi kecelakaan yang diakibatkan karena faktor no.8 ini di jalananan, yang bikin ini aturan jelas mesti dipertanyakan kelayakan ilmu pengetahuannya, gk peduli dia seorang ahli hukum sekalipun. liat secara logika dan realitas yg ada.
wuaaadduuuuuuhhh……… gedubrakkk
mahal amatt tuuuh…..
untung q gak pernah nyalain lampu klo ciang msh aman2 ajjah
moga slalu aman.. abiss ngapaen jg dh ciang innnihhh
wah,,berarti lebaran kemaren saudara saya bayar murah dong..( sidang di tempat ) di daerah Payakumbuh sumatera barat,
pak polisi hanya minta Rp.60.000, karena berhenti waktu lampu merah di atas jalur putih,,,
trus pas mau bayar dan tanya ( slip biru/merah)..eh,, pak polisi nya bilang
“SLIP BIRU/MERAH” TIDAK BERLAKU DI SUmatera BARAT,,
hehehe.. jadi bingung nih..
Itu denda tilang atau pemerasan yah?
wadoohhh….masak yang bener-bener membahayakan pemakai jalan raya (Mengemudi tidak konsentrasi/Pakai hape) hanya di denda IDR 50,000 seeehh? yang bener aja atuh kang polisi….
Harusnya tuh yang kayak gitu di denda IDR 500,ooo biar kapok sekalian dan yang pelanggaran markah dan rambu di denda IDR 250,000? sekarang kita tanya balik sama Kang Polisinya, apa mereka mengerti dengan rambu-rambu dan marka jalan yang ada di Indonesia? Saya yakin banyak dari mereka yang tidak mengetahui makna dari rambu-rambu tersebut….
Saran saya, gimana kalo setiap di tilang, si pelanggar aturan di kasih point dan di akumulasikan. Hingga pada jumlaah tertentu, sim si pelanggar tidak bisa digunakan dalam jangka watu tertentu dan kalo udah terlalu sering, SIM dicabut dan si pelanggar tidak bisa membuat SIM lagi sampai jangka waktu tertentu….
Saya yakin para pelanggar aturan akan kapok dan balik lagi ke Akang Polisinya, mau jujur atau nggak dalam menindak dan memberikan tilang kepada si pelanggar aturan….
semakin ketat peraturan.. semakin leluasa bagi oknum2 polisi untuk menngerus keuntungan
Wah..gmn nih bro !!
ada prospek baru nih buat cari duit he he
hati hati oknum polisi yang mencari keuntungan..
piss ah..
setuju banget. mudah2an prakteknya serius dan bisa membantu kondisi lalulintas jakarta yang sudah sangat payah, terutama membantu keselamatan pengendara yang bersangkutan… amin
btw hukuman jalan naik trotoar nggak ada nih? kasian kan pejalan kaki… tq
Setuju banget,tapi kalau boleh Jujur,saya belum yakin di jalan bisa berlaku dengan baik ,maklum lah penegak hukum kita,semua sudah pada tahu,tentunya tidak semua aparat,hanya oknum yang sudah biasa cari duit gampang dengan cara menjual hukum…!! dikampung saya (lagi) tidak memakai helm standart bakal berurusan dengan polisi,pasti dikejar sampai dapet.itu sudah berlaku antara 2-3 tahun yang lalu.jd di Yogya(lagi) sudah tidak ada yang pakai helm cetok..! jadi kangen nih pingin pulang kampung naik tigi..!! desember kali ye…!!
asal nggak dimanfaatkan oleh si oknum
Waduh mahal yah denda-dendanya …
semoga jadi lebih baik kualitas safety riding dengan ancaman yang begini …