Honda Produksi Motor Skutik PCX di Thailand

HondaPCX-01

New Sccoter Honda PCX 125cc

Jakarta, 19 September 2009. Sebuah berita yang dirilis dari website World Honda menyebutkan bahwa Honda akan segera memproduksi dan menjual motor baru jenis skutik di negara Thailand tepatnya pada bulan November 2009 ini.

Hal ini  jelas sebuah langkah strategis global Honda untuk melayani pasar motor skutik khususnya ke wilayah pasar Jepang, Eropa dan Amerika Serikat yang akan dimulai pada awal tahun 2010.

Jenis motor skutik Honda tersebut adalah PCX, yang akan diproduksi oleh pabrikan Honda yang berbasis di negara Thailand.  Dalam hal ini pabrikan Thai Honda Manufacturing Co., Ltd. (Thai Honda) memang dikenal sebagai salah satu satu anak perusahaan manufacturing Honda dan kali ini diberikan kepercayaan untuk memproduksi motor jenis skutik Honda PCX 125cc.

Sepertinya Thai Honda memang sudah memiliki banyak pengalaman dalam hal memproduksi memproduksi sepeda motor, produk mesin motor, dan segala komponen motor dibawah merek Honda, antara lain  Wave110/125, Dream, CZ-i, Sonic, CBR150R, Click, Air Blade, Icon, dan terakhir merek PCX.

ThaiHonda

Thai Honda Manufacturing

Pabrik Thai Honda akan melayani  kegiatan global Honda sebagai basis produksi motor jenis skutik PCX yang memiliki rencana pemasaran export pada awal tahun 2010 ke negara-negara Jepang, Eropa, Amerika Serikat dan juga termasuk negara-negara lainnya di wilayah ASEAN.

Dalam konteks pasar global Honda, motor skutik PCX memang khusus di desain untuk para konsumen motor Honda yang ingin memiliki motor dengan inovasi terbaru, stylist, modern, dam mudah dikemudikan. Pada dasarnya, desain motor skutik Honda PCX akan memiliki komponen yang berkualitas, namun chassis dan mesinnya bisa dibilang hampir sama dengan motor-motor skutik keluaran Honda sebelumnya yang sudah ada di pasar Thailand dan juga di Indonesia. Hal ini semata-mata bertujuan untuk mendapatkan efisiensi produksi dan kesamaan teknologi motor skutik Honda yang bisa diterima secara global.

Motor baru Honda jenis skutik PCX ini akan dilengkapi dengan beberapa pengembangan teknologi modern Honda, antara lain low-friction, water-cooled, 4-stroke, mesin single-cylinder 125 cc, dan hemat bahan bakar atau bisa dibilang sangat ekonomis. Konon pemakaian bahan bakar  bisa tembus 50km/liter. Motor ini memiliki “idling stop system,” yang mana mesin secara otomatis akan mati/berhenti ketika motor dalam kondisi “temporary stop.” Hal ini mengadopsi pada konsep global sebagai langkah hemat energi, namun sistem ini katanya tidak berlaku untuk motor yang akan diekspor ke pasar Amerika Serikat.

Dismping itu, skutik Honda PCX ini memiliki standard emisi alat Thailand dengan level 6, namun demikian pada saat ini standard emisis motor Honda di Jepang, Eropa dan Amerika Serika Serikat sudah dilengkapi dengan teknologi EFI (electronic fuel injection system) atau dikenal dengan teknologi (PGM-FI). Bahkan lebih dari itu, ada sebuah alat katalist (catalyzer) yang harus dipasang pada bagian muffler atau kenalpot motor. Info lengkap soal teknologi PGM-FI dibaca melalui artikel ini.

IMGP2900

Honda Vario Techno: Combined Brake System

Motor skutik Honda PCX diklaim sebagai motor “the world’s first2 125 cc model” yang akan dilengkapi dengan CBS (Combined Brake System). Kita sudah ketahui bahwa sistem CBS bertujuan membuat pengereman motor secara otomatis dan mendapatkan performa stabilitas pengereman melalui kedua roda motor secara bersamaan. Soal teknologi CBS sebenarnya sudah diterapkan di motor Honda Vario di pasar Indonesia. Info lengkap soal sistem CBS lihat artikel ini.

Menurut Honda, paling tidak dengan kehadiran motor skutik jenis PCX ini, Honda akan mampu menciptakan suatu pasar yang baru di wilayah negara-negara ASEAN sebagai nilai tambah (high value-added) dan juga sebagai model terbaru (high-end model).

Pada waktu yang bersamaan, Honda pada saat ini sedang berencana akan memperkenalkan motor skutik PCX ini secara langsung ke Jepang , Eropa dan Amerika sebagai langkah penetrasi pasar dengan harapan pencapaian penjualan yang berhasil dan sekaligus penyesuaian beberapa fitur dari motor skutik Honda PCX ini, termasuk pula uji coba keunggulan dan kulitas motor.

Thai Honda Manufacturing Co., Ltd.

Honda Thailand memulai produksi motor Honda sejak tahun 1967 yang semula memprodukis motor untuk pasar  negara Thailand sendiri. Pada saat ini Honda Thailand sudah bisa mensuplai motor-motor Honda untuk pasar global termsuk jenis Honda PCX. Namun demikian, Honda Thailand juga menyuplai beberapa komponen utama, seperti mesin motor Honda untuk beberapa negara di kawasan ASEAN. Honda Thailand boleh dibilang sangat beruntung telah ditunjuk oleh prinsipal Honda untuk memproduksi sekaligus memasarkan motor skutik Honda PCX menuju pasar global dengan harapan biaya produksi bisa rendah, harga jual yang kompetitif, memiliki kualitas terbaik, dan juga memiliki jaringan supplier  secara global dimana semuanya sudah teruji lebih dari 40 tahun lamanya.

  • Establishment : April 1965
  • Start of Production : [Motorcycles] May 1967, [Power products] February 1987
  • Location : Bangkok, Thailand
  • Capital Investment : 150 million baht (as of the end of March 2009)
  • Capitalization Ratio : 83% Honda group companies
  • Representative : Toshio KAWATSU, President
  • Business : Manufacturing of motorcycles and power products, and components
  • Employment : Approximately 4,700 associates (as of the end of March 2009)
  • Main Products : [Motorcycles] Wave110/125, Dream, CZ-i, Sonic, CBR150R, Click, Air Blade, Icon, PCX
  • [Power products] general purpose engines, water pumps, mowers
  • Production Capacity : [Motorcycles] 1.5 million per year
  • [Power products] 2.7 million per year
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Subscribe / Share

SL.com tagged this post with: , , Read 1951 articles by

One Comments

  1. arfree says:

    Sangat berharap Honda Indonesia bisa menjadi basis utk produksi seperti di Thailand.
    Kalau dari sisi market share dan kemampuan teknis berikut pabrik sih seharusnya Indonesia sangat2 bisa seperti Thailand. Namun mungkin Jepang punya pertimbangan sendiri,,, masa sih selamanya kita cuma jadi tukag ‘jahit’…. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Advertisement Medium

Advertisement General

Archives