SINNOB Sprocket Gear Ramaikan Kejurnas Grasstrack

image006

SINNOB-01

26 Januari 2013. Cuaca yang panas dan menyengat kulit sangat terasa saat tiba di Sirkuit Grasstrack Kota Kembang,  Depok pada hari Sabtu (26/1). Namun hal tersebut tidak menghalangi semangat para peserta di sesi latihan resmi dan babak penyisihan AHRS Grand Final Kejurnas Grasstrack 2012.

Idealnya, seri kejurnas ini dilaksanakan pada bulan Desember 2012, namun karena berbagai hal maka babak final kejurnas 2012 baru terlaksana pada bulan Januari 2013. Panasnya cuaca juga membuat beberapa peserta kehilangan konsentrasi dan terjatuh saat memutar gas di arena grasstrack Depok tersebut.

Membahas performa tentunya dibutuhkan pemilihan part yang terbaik untuk digunakan di motor untuk kompetisi, sebut saja gear set atau sprocket gear. Mengapa gear set dianggap penting? Karena gear set merupakan komponen yang diperlukan untuk menyalurkan tenaga mesin ke roda.

Penggunaan gear set yang salah dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti tenaga yang kurang mumpuni, gear set cepat aus dan salah-salah bisa mengakibatkan kecelakaan karena gear set macet mendadak. Apalagi dalam dunia motor grasstrack, penentuan gear set yang salah dapat merugikan tim, dan tentunya tenaga motor akan loyo.

Hanjaya Racing Team yang berasal dari Lampung juga merupakan tim yang diunggulkan dalam seri terakhir kejurnas 2012. Saat ini Hanjaya Racing Team telah berhasil masuk ke jajaran empat besar dan berpeluang untuk meraih juara kedua di event kejurnas grasstrack 2012 tersebut.

Tim yang juga didukung oleh Sinnob, produsen Sprocket Gear pertama dan satu-satunya di Dunia yang menggabungkan teknologi pelapisan material logam dengan material polyurethane, telah berhasil menggebrak arena grasstrack dengan kemampuannya yang mumpuni. Hani selaku manajer Hanjaya Racing Team mengakui bahwa sejak menggunakan sprocket gear Sinnob, timnya mengalami kemajuan di persaingan juara grasstrack.

Cuaca trek yang cenderung cepat berubah dan dalam kondisi yang cukup ekstrim seperti panas dan hujan sering membuat gear set macet. Material Polyurethane yang digunakan Sinnob memiliki sifat tidak hantarkan panas. Sehingga walaupun kendaraan dipacu dalam kecepatan tinggi Sinnob tetap aman dan nyaman untuk digunakan.

“Penggunaan gear set Sinnob sampai saat ini lancer dan tanpa gangguan! Meski pun cuaca panas terik maupun hujan deras yang membuat jalanan becek, yang sering ganggu gear set motor grasstrack”, tambah Hani menjelaskan.

Turun di kelas bebek standar pemula kejurnas, campuran junior dan csmpuran sport senior 4 tak membuat sokongan dari Sinnob sangat mempermudah Hanjaya Racing Team untuk tetap bersaing ketat dengan tim lain. Sinnob mempunyai kelebihan dalam meredam getaran yang ditimbulkan oleh transmisi penggerak. Hal ini karena material polyurethane yang digunakan.

Khususnya cocok digunakan pada motor grasstrack yang mempunyai getaran yang kuat karena sering digas dalam kecepatan tinggi dan permukaan trek yang kasar. Sinnob juga memiliki sifat elastis yang sangat baik sehingga suara berisik yang ditimbulkan gesekan antara rantai dan sprocket gear dapat diredam.

Hanjaya Racing Team menggunakan gear set Sinnob 50T, hal ini didasari untuk mendapat tenaga bawah yang galak dan memperkuat akselerasi motor saat menggaruk tanah. Penggunaan Sinnob juga mampu menghasilkan faktor gesek hambatan yang kecil sehingga secara otomatis tenaga yang ditransmisikan ke roda lebih besar dan kendaraan pun lebih bertenaga. Sehingga perpaduan tenaga mesin motor yang galak dan gear set yang tepat akan membuat performa motor semakin meyakinkan.

Salah satu pembalap grasstrack dari Hanjaya Racing Team, Vicky mengakui tak ada masalah selama menggunakan sprocket gear dari Sinnob tersebut. “tenaga motor tersalurkan dengan sempurna, nyaris tanpa bunyi berisik rantai motor dan yang pasti sangat mendukung kami di arena”, jelas pemuda yang saat ini berumur 18 tahun

Pernyataan Vicky tersebut bukan cuma hisapan jempol semata. Turun di babak penyisihan, kelas bebek standar pemula kejurnas, Vicky mampu meraih peringkat pertama. Meski pada awalnya mendapat persaingan ketat namun pada akhirnya Vicky mampu meninggalkan para pesaingnya dengan jarak yang cukup jauh.

Vicky yang mengaku baru pertama kali ke pulau Jawa ini mengaku, bahwa tekanan dalam kompetisi cukup berat. “Di arena grasstrack, bukan cuma motor yang diandalkan. Tapi juga stamina dan skill juga berpengaruh”, lanjut pemuda yang masih menjalani kuliah di Lampung ini bercerita.

Saat kompetisi, seringkali para pembalap mendapat kecelakaan. “Semua pembalap di grasstrack pasti pernah mengalami yang namanya patah tulang, saya pernah patah tulang belikat. Tapi itu namanya resiko, jadi ya mesti dijalani aja”, sambung Vicky.

Dengan berbagai tantangan di atas, ternyata penggunaan komponen yang tepat juga sangat membantu performa kendaraan meskipun di trek seekstrim seperti grasstrack. Dengan didukung juga skill sang penunggang besi maka aan mendapat hasil yang maksimum.

ALBUM PHOTO

Leave a Reply