Pesona Candi Borobudur, Ngga Ada Matinya..

23 Desember 2012. Memenuhi ajakan PT Astra Honda Motor (AHM) dalam rangka meliput acara Honda Bikers Day (HBD) 2012 pada Sabtu 15 Desember 2012, mau tak mau MediaSL bersama dengan rekan-rekan blogger otomotif diajak lebih dulu untuk berwisata ke Candi Borobudur yang terletak di Borobudur, Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Ya, semua orang sudah tau tentang Candi Borobudur, dan tidak salahnya untuk dikunjungi lagi karena Borobudur adalah salah objek wisata tertua dan Situs Warisan Dunia. Padahal sebelumnya, MediaSL sudah pernah ke Candi Borobudur dengan cara riding naik sepeda motor bersama rekan Bro Marko bulan September 2010.

Berwisata ke Candi Borobudur tidak akan membosankan asalkan kita mau mencari informasi terbaru tentang sejarah Candi Borobudur. Beruntung perjalanan ke objek wisata Candi Borubudur kali ini ada guide (pemandu) yang menceritakan sejarah, maupun arti setiap sudut candi. Menarik dan ini membuat MediaSL semakin paham tentang Candi Borobudur.

Mengutip tulisan wikipedia disebutkna bahwa Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta.

Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.

Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha.

Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud).

Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.

Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa.

Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.

Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah obyek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

VIDEO


ALBUM PHOTO

2 thoughts on “Pesona Candi Borobudur, Ngga Ada Matinya..

  1. Mantap bro.. sambil menyelam minum air.. sambil liputan gak lupa pula jalan2 dan kembali mengingat sejarah :D nice articel

Leave a Reply