Pegokart Muda RWR Mulai Bersinar

image006

20 Desember 2012. Ariel Bahran, Biandra Nuruly C Minang dan Aria Bima FR adalah tiga pebalap muda gokart dari tim Red White Racing yang prestasinya mulai bersinar. Di kejuaran AKOC yang berlangsung hari Sabtu dan Minggu lalu, tanggal 15-16 Desember 2012 di sirkuit gokart Sentul, Jawa Barat.

Di ronde ke 4, di kelas Cadet, Ariel berhasil menduduki posisi ke-2 dan Biandra di posisi ke-3. Sedangkan di ronde 5, Ariel ada di posisi ke-2 dan Biandra posisi ke-4. Sedangkan di kelas Junior, Aria Bima naik podium di posisi ke-6 pada ronde 4 dan di posisi ke-2 pada ronde 5.

Menurut Stanley Iriawan, ”Ketiga pebalap muda ini belum lama bergabung dengan Red White Racing Team, tetapi dengan latihan yang teratur dan terarah, dalam waktu belum genap 1 tahun mereka sudah mulai bisa meraih prestasi di kelasnya. Seharusnya, dengan penanganan yang tepat, mereka berpeluang untuk lebih berprestasi di kancah nasional maupun internasional.”

“Pada saat pertandinganpun, seperti Ariel walaupun harus memulai babak pre-final dari posisi akhir, tetapi pada saat finish, dia berhasil finish di posisi ketiga dan akhirnya di babak final finish posisi ke-2. Ini memperlihatkan bahwa dia selain mempunyai skill yang baik, juga sudah mulai memiliki mental bertanding yang kuat. Dia tidak takut dan gentar untuk terus berusaha menjadi yang terdepan,” tambah Stanley.

Demikian halnya juga dengan Biandra, yang sering dipanggil Dara, yang tahun ini pernah menjadi juara 1 rising star di kelas Cadet 60cc di kejuaraan Rotax Max ronde 4 di Surabaya. Dara adalah pesaing utama Ariel, Dara dan Ariel saling susul menyusul selama pertandingan berlangsung. “Saya sangat senang bisa berhasil naik podium di kejuaraan AKOC kali ini. Saya ingin terus berlatih supaya di pertandingan berikutnya, saya bisa jadi juara 1,” ujar Dara.

Di kelas yang berbeda, Aria Bima harus bertanding melawan pegokart dari Filipina dan juga Singapura. Bima mengatakan:

”Pertarungan kali ini memang berat, lawan juga mempunyai kemampuan yang baik. Bersyukur saya bisa finish dan naik podium. Ini merupakan pertandingan terakhir di tahun ini, tetapi dalam waktu dekat, saya sudah harus mulai mempersiapkan diri untuk kejuaraan-kejuaraan tahun depan yang akan saya ikuti.”

Sementara Yasuo Senna Iriawan, yang berambisi untuk dapat menjadi juara asia di kelas senior, dalam kejuaraan ini tidak dinaungi oleh dewi fortuna. Setelah berjuang gigih untuk bisa masuk babak final di ronde 4, Senna terhenti karena masalah teknis, sehingga tidak berhasil menyelesaikan lomba. Hal serupa, terulang kembali di ronde 5.

“Inilah balapan, walaupun sudah berusaha, tetapi kadang-kadang ada faktor lain yang akan mempengaruhi hasil akhir,” kata Senna.

Sedangkan Silvano Christian, yang juga turun di kelas senior, lebih beruntung, di mana Silvano berhasil menjadi juara ke-3 di ronde 5 AKOC yang sekaligus seri penutup untuk tahun 2012.

Secara umum Stanley Iriawan, tim manager Red White Racing cukup puas dengan hasil yang dicapai oleh anak-anak asuhannya, terutama para pebalap-pebalap mudanya.

“Setelah ini kita akan segera mengevaluasi seluruh kegiatan yang sudah kita lakukan di tahun 2012, sekaligus mempersiapkan diri untuk bisa lebih baik, dan lebih berprestasi di tahun 2013,” jelasnya.

Leave a Reply