Jeffrey Polnaja Akan Lintasi Kanada-Alaska Mulai Maret 2013

image006

13 Desember 2012. Penjelajah dunia asal Indonesia, Jeffrey Polnaja, masih terus menjalankan misi perdamaian dunia “Ride for Peace (RFP)” di atas sepeda motor BMW R1150GS. Pengendara kelahiran Bandung, Jawa Barat ini telah memasuki Vancouver (Kanada) yang datang dari Busan (Korea Selatan) sejak Oktober 2012. Selama musim dingin di Vancouver Kanada, Jeffrey mengaku lebih banyak mengisi kegiatan RFP dengan agenda sosial.

Jeffrey meninggalkan Indonesia untuk memulai perjalanan keliling dunia keduanya dari Paris pada Juni 2012 silam, sempat mengalami hambatan ketika mengirim sepeda motor dari Busanke Vancouver. “Birokrasi pemerintah di Korea Selatan dalam urusan pengiriman kendaraan asing keluar negeri ternyata sangat rumit, selain itu biaya pengiriman juga sangat tinggi,” kata Jeffrey.

Menurut penjelajah yang telah melintasi negara-negara Eropa ini, termasuk Siberia hingga Jepang, ongkos pengiriman yang diberlakukan di Korea Selatan tidak wajar. “Saya hanya bisa menego dari tarif 4.750 menjadi 4.500 dolar AS untuk sebuah sepeda motor. Bandingkan dengan di Monggolia, di mana untuk tujuan Vancouver hanya dikenakan tarif 1.600 dolar AS. Padahal jaraknya lebih jauh dari Korea ke Vancouver,” lanjutnya.

Selain itu, perbedaan waktu antara Kanada dan Korea Selatan yang mencapai 14 jam juga menjadi hambatan dalam proses pengiriman sepeda motor. Jeffrey sendiri meninggalkan Korea Selatan menuju Kanada dengan pesawat terbang. Sementara sepeda motor BMW-nya menyusul lewat jalur laut dari Busan.

“Perbedaan waktu antara Korea dan Kanada jadi masalah dalam urusan pengiriman e-mail (suratelektronik). Saya kirim jawaban hari ini, pihak penerima di Korea baru membalas dua hari kemudian. Begitu seterusnyam engingat proses negosiasi melalui e-mail tidak sekali dua kali,” tambahnya.

Beruntung di tengah masalah ini Jeffrey mendapat bantuan dari pihak BMW Belgia. Melalui kontak antara BMW Belgia dengan keagenan resmi BMW di Korea Selatan, sepeda motor R1150GS milik Jeffrey berubah status dari “Dangerous Good” menjadi “Customer Good”. Status ini sangat menolong proses eksport dan dapat menekan biaya pengiriman. Apalagi rekan Jeffrey dari Afrika Selatan, Duncan Johnson, ikut menolong dengan mengenalkan perusahaan ekspedisi terpercaya.

Jeffrey baru bisa mengapalkan R1150GS menuju Vancouver pada 1 November 2012 setelah melalui proses negosiasi alot dan berkepanjangan. Ketika menerima sepeda motor berkelir peraknya di Vancouver pada 29 November 2012, Jeffrey pun merogoh kocek 2.000 dolar AS, termasuk biaya penyimpanan di gudang pelabuhan.

Meski mengalami tekanan seperti itu, Jeffrey merasa misi RFP tetap konsisten dan bersemangat dalam menjalankan tujuan mengibarkan bendera Indonesia di kancah dunia.

“RFP tak akan surut hanya karena kendala birokrasi seperti itu, saya akan terus menggerakkan roda-roda sepeda motor ini diberbagai negara demi nama Indonesia yang harum di internasional,” kata Jeffrey melalui email kepada MediaSL.

Bahkan Jeffrey sempat berbicara di depan perkumpulan mahasiswa Korea Selatan dari Busan University of Foreign Studies, atas undangan Prof. Kim Soo Il dari Busan-Indonesia Center. Di tengah para pelajar asing tersebut Jeffrey banyak bercerita tentang pengalaman perjalanan keliling dunianya hingga promosi Indonesia.

Di samping itu, selama berada di Vancouver, Jeffrey bekerja-sama dengan Bidang Sosial Budaya KJRI Vancouver melakukan paparan dan berdiskusi dengan sekitar 200 mahasiswa asal Indonesia yang menimbai lmu di wilayah British Colombia, Kanada. Tak ketinggalan, dia juga menghadiri pemutaran perdana film Naga Sari, sebuah film indi hasil karya anak bangsa yang menetap di Vancouver. Acara pemutaran film ini juga dihadiri Konsul Jendral KJRI Vancouver, Bapak Bambang Hiendrasto.

Jelas lamanya proses pengiriman motor telah menghambat jadwal kelilingdunia RFP. Menurut Jeffrey, akibat masuknya musim dingin di Kanada, misi berkendara untuk sementara dihentikan. Jeffrey mengganti kegiatan mengendarai motor dengan program-program dialog dan presentasi kesejumlah tempatdan komunitas, termasuk hingga ke negara-negara Asia.

“Saat musim dingin maka berbagai daerah akan tertutup salju. Secara teknis kondisi itu bisa diatasi.Saya bisa saja tetap riding, meski resiko bahaya yang sangat tinggi,” terang Jeffrey. Namun dia memilih tidak melakukannya. Apalagi banyak jalur menuju Alaska saat ini telah ditutup pemerintah Kanada untuk tujuan keselamatan pengguna jalan.

“Kalau dilanggar sanksinya berat, dan RFP lebih baik patuh pada aturan di sebuah negara. Misi ini bertujuan baik, maka sewajarnya dijalankan dengan cara yang baik pula,” tambah Kang JJ pangilan akrab Jeffrey.

Jeffrey berjanji akan kembali menunggang R1150GS di sekitar bulan Maret 2013 setelah banyak jalur di utara Kanada dibuka kembali untuk dilewati kendaraan. Pria yang telah berkeliling dunia dua kali seorang diri ini berharap perjalanan lanjutannya menuju Amerika Selatan tidak mengalami hambatan berarti.

Tentang Ride for Peace

Sesungguhnya Jeffrey Polnaja telah berada di Eropa, tepatnya di Paris, Perancis sejak 27 April silam guna memulai perjalanan keliling dunia. Dalamrencana awal, Jeffrey seharusnya telah memulai penjelajahan dengan sepeda motornya sejak 3 Mei lalu dari kota Paris, Perancis. Namun karena mengalami kehilangan sepeda motor di Amsterdam, Belanda pada 2 Mei 2012, misi perjalanan terhambat. Jeffrey bahkan terpaksa kembali ke Jakarta guna mengurus ulang seluruh dokumen perjalanan serta menyiapkan sepeda motor pengganti.

Untuk diketahui, perjalanan Jeffrey kali ini merupakan penjelajahan keliling dunia seorang diri yang kedua dengan sepeda motor.Sebelumnya, pada tahun 2006 hingga 2008, Jeffrey telah menaklukkan 72 negara mulai dari Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa.

Pada kesempatan kedua ini, Jeffrey mengemban misi “Ride for Peace – Solo Riding Exploring Five Continents on Two Wheels.” Pelepasan Jeffrey telah dilakukan di Jakarta pada 23 April 2012.

Menurut rencana, pria asal Bandung ini akan berkelana sejauh 220.000 kilometer melintasi beberapa negara di Eropa, Amerika Utara, Amerika Tengah, Amerika Selatan dan Australia. Tak kurang dari 30 negara akan disinggahi, mulai dari Perancis, Belgia, Belanda, Jerman, Skandinavia, Polandia, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, Kuba, Kolombia, Nikaragua, Bolivia, Brasil, Argentina, Peru, Selandia Baru, Australia, dan Timor Leste.

Jeffrey direncanakan akan tiba kembali di Tanah Air (Jakarta) pada tahun 2014.

Leave a Reply