Pulang Dari Spanyol, Subhan Aksa Bidik Hattrick Nasional

16 November 2012. Masih disergap jetlag sepulang dari kejuaraan dunia RACC Rally de Espana, Subhan Aksa sudah harus bertarung lagi di balik kemudi Mitsubishi Evo X-nya. Setelah meraih predikat 5 Besar FIA 2012 Production World Rally Championship (PWRC) pada Minggu (11/11) lalu, punggawa Bosowa Rally Team itu kini memburu gelar juara Indonesia di seri penutup Kejurnas 2012 di East Borneo Rally Championship (EBRC), Balikpapan, Kaltim, 16-18 November.

“Tidurnya masih belum benar nih. Selasa (13/11) pulang dari Spanyol dan esoknya langsung ke sini guna survey lokasi lomba. Mudah-mudahan malam ini jam tidur sudah normal kembali,” ujar Subhan saat scrutineering di Mall Super Blok Balikpapan, Jumat (16/11).

EBRC yang menempuh total jarak 384,68 km ini merupakan putaran keempat dan terakhir dari serial Kejurnas 2012. Sebanyak 160,84 km di antaranya adalah jalur lomba yang terbagi dalam 12 Special Stage (SS). Seluruhnya lintasan tanah namun di beberapa bagian bercampur batubara karena berlokasi di daerah pertambangan.

“Dibandingkan karakter tiga putaran sebelumnya di Sumatera Utara, lintasan kali ini lebih mudah karena jalannya padat dan lebar. Keseluruhan lintasannya sangat menantang, banyak sekali SS-nya berkarakter high speed. Itu cocok dengan pacuan saya. Tapi, kalau hujan akan lain cerita, jalan kaki saja susah,” kata juara nasional 2009 dan 2010 yang kali ini membidik gelar hattrick.

Dari segi peluang, perebutan gelar musim ini hanya tersisa antara Subhan dengan Rizal Sungkar. Salah satu dari mereka yang akan dinobatkan sebagai Juara Indonesia 2012. Subhan mengoleksi 40 poin dari dua kemenangan di seri 1 dan 3, sedangkan Rizal dengan angka 52 berkat satu kemenangan dan dua runner up. Peringkat tiga yang dihuni Roby Harahap tak bisa lagi bersaing karena baru mengumpulkan 29 poin.

Buat Subhan dan Rizal, hasil di EBRC ini jelas sangat vital. Sesuai ketentuan PP IMI (Ikatan Motor Indonesia), hanya tiga hasil terbaik yang dihitung dari empat putaran. Karenanya, peluang keduanya bisa dibilang sama besar menjadi juara nasional tahun ini.

“Bagaimanapun hitung-hitungannya, sebagai atlet tentu wajib buat saya untuk berjuang mencari hasil terbaik di setiap event. Bicara target, pastinya kami ingin kembali jadi juara. Untuk itu tak ada cara lain kecuali fight menjadi terbaik di seri akhir ini,” tegas Subhan yang didampingi navigator setianya, Hade Mboi, yang juga memimpin perolehan poin sementara di klasemen navigator nasional.

Guna memaksimalkan persiapan, manajemen Bosowa Rally Team pun mendatangkan Dave McShane, Direktur Racetorque Engineering Australia, ke Balikpapan untuk mempermak Evo X yang digunakan. Dave adalah mekanik yang selama ini mempersiapkan Evo X yang dipacu Subhan di ajang PWRC. Meski sama-sama Evo X yang teknologinya sudah tinggi, spesifikasi mobil yang dipakai di EBRC sama sekali beda dengan yang di PWRC.

“Dave hanya berusaha membuat mobil ini seperti yang kami pakai di PWRC karena saya sudah sangat akrab dengan speknya. Tak mungkin membuatnya persis sama karena banyak perbedaan. Yang disentuh hanyalah sistem elektroniknya agar lebih mudah mengontrol kendaraan,” jelasnya.

Ia optimis mampu meraih hasil terbaik meski dampak kelelahan pasca Rally Spanyol masih tersisa. Efek itu bisa terkurangi karena ia benar-benar menyukai trek yang disuguhkan EBRC dan yakin akan menikmati berbagai tantangan yang ada. “Yang paling susah mungkin di SS1 dan 4 di Gunung Harang Sejahtera, benar-benar tricky. Tapi, kami sudah buat pacenote khusus di SS ini dan mudah-mudahan hasilnya seperti diharapkan,” tutup Subhan yang musim ini mengakhiri PWRC dengan posisi 5 Besar.

Tagged with 

Leave a Reply