Konferensi Anak Indonesia 2012: Keselematanku Di Jalan

image006

6 November 2012. Tiga puluh enam delegasi anak-anak Indonesia dari 28 provinsi di Indonesia telah tiba di Jakarta untuk berkonferensi tentang keselamatan anak-anak di jalan selama 4-9 November 2012. Dari ujung barat Indonesia, Aceh, sampai ujung timur Indonesia, Papua. Dari tepi selatan Indonesia, Rote, hingga tepi utara Indonesia, Sangihe Talaud. 

Hal ini terungkap dalam  event Konferensi Anak Indonesia dengan tema “Keselamatanku di Jalan” yang  diselenggarakan oleh Majalah Bobo pada tanggal 4 – 9 November 2012Opening Ceremony & Learning Forum Konferensi Anak Indonesia 2012 Senin, 5 November 2012 di Ballroom Lantai 8, Kompas Gramedia Building, Jl.Panjang No.8A Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kepergian delegasi Konferensi Anak Indonesia 2012 ke Jakarta adalah pengalaman mereka untuk mengalami sistem transportasi Indonesia. Beberapa delegasi menempuh perjalanan selama beberapa hari untuk sampai ke Jakarta.

Desprianto Hendrikson Rompa, murid kelas 5 SD Inpres dari Pulau Beengdarat, Kepulauan Sangir bersama orangtuanya sudah berangkat dari pulaunya sejak tanggal 31 Oktober 2012. Mereka tiba di Jakarta pada tanggal 3 November 2012. Desprianto harus naik turun bukit, naik perahu kecil selama 4 jam, disambung dengan menunggu kapal untuk membawanya ke Manado, ibukota Sulawesi Utara, lalu menginap semalam di Manado sebelum terbang selama 3 jam ke Jakarta.

Kemenangan Desprianto menjadi delegasi Konferensi Anak Indonesia adalah kemenangan seluruh penduduk Beeng Barat. Dia menjadi kebanggaan penduduk desanya. “Saya sangat senang sekali waktu sampai sini. Saya langsung ke dalam kamar. Di sini lampunya terang sekali. Kampung saya gelap gulita. Saya tidak bisa tidur karena terang, “ kata Desprianto.

Beberapa perjalanan delegasi sangat rumit, terutama yang berasal dari pelosok Indonesia. Misalnya, delegasi dari Rote harus naik ojek, travel, sebelum naik perahu dan pesawat. Biaya perjalanan delegasi sangat mahal untuk sampai Jakarta. Biasanya panitia hanya memerlukan waktu 2 jam untuk penyelesaian administrasi perjalanan, tapi tahun ini sampai butuh waktu 4 jam.

Delegasi didatangkan ke Jakarta tanpa dipungut biaya. Konferensi Anak Indonesia 2012 terselenggara berkat kerjasama dari pihak-pihak yang peduli keselamatan anak Indonesia di jalan.

Stakeholder yang terlibat meliputi World Health Organization (WHO), Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, Majalah Bobo, Masyarakat Transportasi Indonesia, Toyota, Jasa Marga, BlueScope Steel Indonesia, Kantor Berita Radio KBR68H, Indonesia Mengajar, Blue Bird Group, Adira Insurance, Michelin Indonesia, Mabua Harley Davidson, dan Palang Merah Indonesia.

Mulai tanggal 4-9 November 2012, anak-anak berusia 9-12 tahun ini akan belajar tentang prinsip-prinsip keselamatan di jalan melalui permainan, drama dan pengalaman bertransportasi dan berlalulintas.

Delegasi akan belajar dengan sistem experience learning dan constructive thinking. Dengan mengamati dan mengalami sendiri peristiwa-peristiwa transportasi dan berlalu lintas yang terjadi di lingkungan sekitarnya, delegasi diharapkan memahami sebuah masalah.

Weilin Han sebagai fasilitator delegasi dalam Konferensi Anak Indonesia 2012 Keselamatanku Di Jalan telah menyiapkan sistem pembelajaran delegasi dengan sistem suplai pengetahuan secara langsung dan tidak langsung. Ruangan karantina delegasi didesain menjadi terminal lengkap dengan loket tiket, papan destinasi, dan ruang tunggu. Delegasi harus menuju kamar dengan mengikuti petunjuk rambu lalu lintas.

Untuk keperluan sesi tertentu, lift hanya difungsikan satu agar delegasi belajar antre. Bagi delegasi yang melanggar peraturan lalu lintas menuju kamar akan dikenakan tilang. Peraturan itu juga berlaku bagi semua panitia. “Aku jadi tahu jalan itu milik bersama. Acaranya Seru,” kata Rheza Adrian Ramadanto, delegasi dari SD Bakti Mulya 400, Jakarta.

“Saat aku sampai di penginapan, ada peraturan rambu lalu lintas. Yang tidak menaati peraturan kena tilang. Kegiatannya sangat seru banget. Aku harus tengok kanan-kiri-kanan sebelum nyeberang,” kata Krisna Wahyu Alfandi, delegasi dari SDN RSBI Telaga Biru 1, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Konferensi Anak Indonesia bertujuan menjadi wadah bagi anak-anak Indonesia dari berbagai latar belakang suku, budaya, sosial dan ekonomi. Diharapkan melalui kegiatan belajar dan bermain anak-anak Indonesia saling bertukar pengalaman dan bisa berempati satu sama lain, anak urban pada anak non urban dan sebaliknya.

“Kedatangan delegasi Konferensi Anak Indonesia jangan hanya dilihat sebanyak 36 anak dari sekian juta anak di Indonesia. Perlu diperhitungkan orang-orang yang terlibat di belakang kedatangan delegasi ini, yaitu orang tuanya, gurunya, kepala sekolahnya, dan orang sekitarnya.

Anak-anak ini datang pada usia sangat muda untuk mengenal keragaman Indonesia. Dan ini menjadi harapan yang sangat baik untuk tenunan kebangsaan Indonesia. Pengalaman mereka berkonferensi akan menjadi pengalaman seumur hidup yang akan diceritakan ke orang lain dan itu dapat meyumbang perubahan perilaku pada keselamatan di jalan,” kata Anies Baswedan, Ketua Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar.

Konferensi Anak Indonesia adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan Majalah Bobo sejak tahun 2000. Melalui Konferensi Anak Indonesia, diharapkan anak Indonesia punya wadah untuk bertemu teman-temannya dari berbagai latar belakang suku, budaya, sosial dan ekonomi.

Dengan kegiatan yang dirancang bermain sambil belajar diharapkan Konferensi Anak Indonesia mampu merangsang delegasi menjadi anak yang berani, gembira, mampu mengamati dan berpikir tentang sebuah masalah dengan cara berpikir yang logis.

Tujuan Konferensi Anak Indonesia 2012 adalah agar delegasi mampu mengenali permasalahan dan berdaya mengatasinya dalam kapasitasnya sebagai anak-anak serta mendorong orang tua, sekolah, masyarakat dan pemerintah untuk menjaga keselamatan anak di jalan.

Delegasi Konferensi Anak Indonesia tahun 2012 ini, juga akan dinobatkan menjadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas dan Duta Keselamatan Di Jalan. Delegasi akan menerima penyematan pin Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas dari Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Pudji Hartanto.

Selanjutnya, Bapak E.E. Mangindaan, Menteri Perhubungan Republik Indonesia akan menobatkan delegasi menjadi Duta Keselamatan Di Jalan. Para duta ini akan bertugas selama 3 tahun dan menjadi duta resmi negara Indonesia dalam gerakan internasional Dekade Aksi Keselamatan di Jalan yang diprakasai Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Minggu , 4 November 2012
04.30 – 12.00 Check In Delegasi
12.00 – 13.00 Lunch Break + Ishoma
14.00 – 14.30 Perkenalan & Ice Breaking
14.30 – 15.30 Pembekalan Teknis Dikusi & Bertanya
15.30 – 16.00 Ishoma
16.00 – 17.30 Pembekalan Intensif bersama Ibu WeiLin Han
17.30 – 19.00 Dinner + Ishoma
19.00 – 20.00 Diskusi Intensif bersama Weilin Han

Senin , 5 November 2012
09.30 – 12.00 Upacara pembukaan Konferensi Anak Indonesia 2012
12.00 – 13.00 Lunch Break + Ishoma
13.00 – 14.00 Pembekalan dengan Bapak Dahlan Iskhan
14.00 – 14.10 Sesi foto dengan pak Dahlan
14.10 – 15.10 Pembekalan dengan Bapak Irjen Pol. Pudji Hartanto Kepala Korlantas Polri
15.10 – 15.20 Sesi foto dengan Bapak Irjen Pol. PudjiHartanto
15.20 – 15.50 Ishoma
15.50 – 16.50 Pembekalan dengan Ibu Marie Jeanne Indonesia Mengajar
16.50 – 17.00 Sesi foto dengan Marie Jeanne
17.00 – 19.00 Perjalanan kembali ke Wisma PKK Melati Jaya
19.00 – 20.00 Ishoma

Selasa , 6 November 2012
07.15 – 07.30 Tiba dan disambut di taman lalu lintas
07.30 – 07.45 Pengenalan Rambu-rambu lalu lintas oleh Kepolisian
07.45 – 08.00 pemberian perlengkapan keselamatan berkendaraan sepeda: Michellin
08.15 – 08.30 Pengalaman berkendara dengan mobil angkutan
08.30 – 09.00 Treasure hunt on Road Safety
09.00 – 09.50 Debriefing treasure hunt on Road Safety
09.55 – 10.05 Pengalaman berkendara dengan kereta
10.50 – 11.05 Pengalaman berkendara dengan perahu
11.35 – 12.05 Sesi dengan CEO Blue Bird Ibu Noni
12.15 – 12.35 Pengalaman berkendara dengan taksi
13.35 – 14.20 Pembekalan Aku Kota dan Jalan bersama Jasa Marga
15.05 – 15.20 Pengalaman berkendara dengan transjakarta
17.05 – 18.25 Diskusi Intensif bersama Ibu Weilin Han
18.25 – 19.25 Ishoma
19.25 – 20.55 Diskusi Intensif bersama Ibu Weilin Han

Rabu , 7 November 2012
08.00 – 08.50 Mengendarai Motor Harley Davidson (termasuk debriefing)
08.50 – 09.50 Perjalanan Menuju Kementrian Perhubungan (sambil coffee break di dalam bis)
09.50 – 10.20 Dialog bersama Ketua WHO SEARO: Dr. Chamaiparn Shatikarn
10.20 – 12.00 Perumusan point-point Deklarasi Konferensi
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 13.30 Persiapan menuju Istana
13.30 – 13.45 Perjalanan Menuju Istana Wapres
13.45 – 15.00 Pertemuan dengan Ibu Herawati Boediono
15.00 – 17.00 Perjalan Kembali ke Wisma PKK Melati Jaya
17.00 – 18.30 Istirahat
18.30 – 19.30 Perumusan point-point Deklarasi Konferensi (Bagian II) menggunakan gelang komitmen dari Adira

Kamis , 8 November 2012
09.00 – 09.30 Para undangan tiba di Lokasi deklarasi
09.30 – 09.35 Sambutan: Bapak Agung Adiprasetyo
09.35 – 09.40 Sambutan: Bapak Irjen Pol. Pudji Hartanto
09.40 – 09.55 Parade dan perkenalan Delegasi
09.55 – 10.00 Diary
10.00 – 10.10 Lesson Learned
10.10 – 10.40 Deklarasi
10.40 – 10.50 Penyerahan Simbol Saya Ingin Selamat ke Ortu dan Korlantas
10.50 – 11.00 Penyerahan deklarasi kepada Menteri Perhubungan
11.00 – 11.45 Dialog bersama Menteri Perhubungan
11.45 – 12.00 Penyerahan Medali, Pohon Keselamatan, Sertifikat dan Buku
12.00 – 12.15 Foto bersama
12.15 – 12.30 Penutupan
12.30 – 13.00 Ishoma
13.00 – 14.00 Goes To Ancol & Lunch Break
14.00 – 18.30 Tamasya Dufan
18.30 – 19.00 Dinner + Ishoma

ALBUM PHOTO

Comments are closed.