Keselamatanku di Jalan, Keselamatanku di Sekolah

30 Oktober 2012. Pada hari Senin 29 Oktober 2012 berlangsung Seminar Konferensi Anak Indonesia di Hotel Santika Premiere Jakarta. Seminar Konferensi Anak Indonesia sudah berjalan sejak tahun 2001 yang setiap tahunnya dengan tema yang berbeda-beda. Pada tahun ini mengambil tema Keselamatanku Di Jalan, Keselamatanku Di Sekolah.

Tema ini dipilih karena keprihatinan terhadap ancaman keselamatan anak saat berangkat kesekolah maupun pulang dari sekolah. Data World Health Organization (WHO) mencatat angka kematian anak terbesar dan mendudukin peringkat pertama dikarenakan kecelakaan di jalan. Dari data POLRI mencatat tahun 2011, ada 86 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

Seminar dihadiri oleh Guru-guru dan kepala sekolah dari berbagai daerah serta orang tua ini, mendapatkan informasi dan edukasi yang diungkapkan secara luas tentang keselamatan dijalan baik saat berjalan kaki maupun sedang berkendara kendaraan bermotor. Pentingnya memperhatikan rambu lalu lintas, dan berkendara di jalan raya.

Edukasi keselamatan di jalan ini diberikan secara bergantian dari oleh Adityawarman selaku Direktur Utama Jasa Marga, Inspektur Jendral Pudji Hartanto selaku Kepala Korlantas POLRI, Darat Hotma Simanjutak selaku Direktur Keselamatan Transportasi.

Darat Hotma Simanjutak memberikan informasi tentang keselamatan anak saat di sekolah. yaitu diberlakukannya ZoSS (Zona Selamat Sekolah). Hal ini sangat penting untuk keselamatan anak saat ingin menyebrang jalan. ZoSS ini pun mendapat dukungan penuh dari para guru, kepala sekolah dan orangtua, karena ZoSS sangat efektif membantu anak bisa menyeberang jalan tanpa perlu takut dan was-was.

Hotma Simanjutak pun mengajak para pengguna jalan terutama kendaraan bermotor agar dapat memperhatikan rambu-rambu yang terpasang di daerah sekitar ZoSS ini.

Ketua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla pun turut hadir dalam Seminar Konferensi Anak Indonesia tersebut. Beliau juga menegaskan kedisiplinan anak-anak dijalan, para pengendara kendaraan bermotor, serta aparat kepolisian lalu lintas yang berperan sebagai penegak kedisiplinan lalu lintas. Dan juga pentingnya infrastruktur kendaraan umum yang layak, aman dan tidak lupa tertib berlalu lintas.

Para guru, kepala sekolah serta orangtua diberikan kesempatan untuk mengajukan beberapa pertanyaan kepada para pembicara seminar untuk menanyakan tentang keselamatan anak di jalan. dan banyak yang antusias akan keselamatan anak di jalan saat menuju kesekolah.

Kasandra Putranto (Psikolog) memberikan sudut pandang dari segi Medis dan Psikologis. Kasandra menyayangkan bahwa banyak anak-anak belum cukup usia yang sudah dibiarkan mengendarai sepeda motor, sedangkan emosi mereka sebenarnya masih belum cukup matang untuk mengambil keputusan dalam berkendara. Orang tua juga mempunyai otoritas penuh perihal anak-anaknya untuk mengendarai kendaraan bermotor.

Sedangkan Dr. Adre dan Dr. Yuda dari Pusat Intelegensia Kementrian Kesehatan memaparkan resiko menyetir dan memahami kerja otak remaja. Mereka lebih jauh menjelaskan ketika pubertas, kebanyakan remaja sudah memiliki energi, hasrat dan emosi seperti orang dewasa, tetapi fungsi otak yang mengontrol semua itu belum berkembang penuh dan ternyata dari hasil riset baru matang pada usia 25 tahun. Karena itu remaja bertindak dengan emosi dan tidak terlalu memikirkan sebab-akibat.

 ALBUM PHOTO

Leave a Reply