Yang Masih Bertahan Ikut Subaru Challenge 2012 (Hari Ke-2)

image006

28 Oktober 2012. Setelah menjalani waktu 24 jam, MediaSL kembali ke lokasi acara Subaru Challenge 2012 di halaman depan Ngee Ann City Orchard Road, Singapura tadi siang sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Ternyata sudah banyak peserta yang berguguran, dan bisa dibilang hampir 75% peserta sudah meningglkan lokasi acara.

Pada pukul 13.00 waktunya istirahat diberikan waktu 5 menit untuk setiap group, dan hal ini dilakukan secara bergiliran per grup. Sekitar pukul 14.00, MediaSL diizinkan untuk mendekat kedalam lokasi acara untuk memotret dan mendapatkan nara sumber dari Peserta Indonesia yang masih tersisa.

MediaSL sempat menyapa dengan Frendi Salim (25) yang berada di bagian belakang (kap bagasi) Subaru Impreza No. 2 dan menanyakan kondisi pada saat itu: “Yang penting saya masih bisa menyelesaikan lomba ini setiap 6 jam untuk mendapatkan waktu istirahat,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Maryatna (28) yang berada di bagian depan mobil (kap mesin) masih berusaha untuk tersenyum walaupun posisinya kurang menguntungkan. “Saya berada di bagian kap mesin yang rendah sehingga saya harus lebih banyak menunduk. Posisi ini benar-benar bikin pegel,” kata Marytna.

Kompetisi ketahanan memegang sedan Subaru atau MediaCorp Subaru Challenge – The Asian Face Off yang memang lebih tepat untuk menguji, melatih dan mengukur ketahanan fisik dan mental. Kadang hadiah tidak menjadi sasaran utama, namun ikut mewakili negara Indonesia dan mengibakan Merah Putih menjadi suatu kebanggaan.

Pada tahun 2012 ini, event Subaru Challenge diikuti oleh 400 peserta dari 10 negara di Asia, termasuk Indonesia. Sembilan negara yang lainnya adalah Kamboja, China, Hong Kong, Malaysia, Filipina, Taiwan, Thailand, Vietnam, dan tuan rumah Singapura memiliki peserta yang paling banyak hingga 310 orang.

“Tantangan terberat bukan saja karena suhu udara panas, atau ketahanan berdiri. Tapi ujian saya disini adalah mental. Saya masih bisa berdiri disini karena masih ada teman-teman dari Indonesia yang saling memberikan semangat untuk bertahan,” jelas Marytna.

MediaSL menyaksikan sendiri bahgaimana setiap peserta harus bisa bertahan sambil berdiri untuk setiap 6 jam sampai waktu Time Break. Jelas hal ini amat sulit, dimana tangan peserta tidak boleh keluar atau terangkat dari gambar telapak tangan yang sudah dipasang di setiap mobil. Bila tangan terangkat sedikit saja, maka petugas marshal akan mendiskualifikasi peserta.

Disamping arena acara, ada beberapa mobil Subaru yang ikut dipamerkan dan uniknya tersedia 2 unit mobil Subaru dengan stiker telapak tangan mirip dengan acara Subaru Challenge 2012 yang sedang berjalan.

Nah, bagi para pengunjung boleh saja mencoba permainan lomba ketahanan ini dengan waktu 3 s/d 5 menit dan setelah itu akan mendapatkan hadiah. Hanya sekedar mencoba, MediaSL ikut menempelkan tangan diatas kap mesin dengan terik matahari 38 derajat yang sangat menyengat. Baru saja 3 menit berlalu, badan sudah bercucuran keringat.

Dari permainan lomba ketahanan diatas, dapat dibayangkan bagaimana setiap peserta harus terus bertahan sepanjang hari, dengan syarat tidak boleh makan/minun selain waktu istirahat, harus bisa menahan rasa kantuk, menahan rasa buang air kecil atau air besar, dan sebagainya. Bahkan, peserta tidak boleh pakai sunglasses, topi, sarung tangan, bahkan tidak boleh pakai payung jika hujan turun.

Seorang peserta Indonesia yang sudah gugur, bernama Jumena (32) menuturkan bahwa alasan ia gugur karena tangannya pegel. Ia mendapatkan posisi menempel tangan di bagian kaca. Selain pegal karena posisi telapak tangan miring, juga licin.

Maksudnya ketika ia berkeringat, tangan yang ditempel bisa turun, dan jika telapak tangannya digerakkan naik, dan ini dilihat oleh petugas marshal, maka sekejap ia bisa kena diskualifikasi. Jadi, menurut Jumena:

“Posisi telapak tangan memang sangat menentukan bagi setiap peserta untuk bisa bertahan selama mungkin. Setiap bagian mobil memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Peserta yang menempelkan telapak tangan dibagian mobil yang datar, seperti kap mesin, kap bagasi, akan sangat terbantu,” kata Jumena.

“Berbeda dengan saya yang harus memegang bagian kaca jendela, apalagi di kaca samping pengemudi dengan posisi vertikal atau miring membuat pergelangan tangan saya cepat pegal,” tutup Jumena.

ALBUM PHOTO

Leave a Reply