Konferensi Anak Indonesia 2012 Keselamatanku di Jalan

image006

22 Oktober 2012. Potensi kematian akibat kecelakaan lalu lintas meningkat tajam ketika anak mencapai usia mobilitas independen yaitu usia 5-29 tahun. Tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas menduduki peringkat kedua ada usia 5-14 tahun, menduduki perinkat pertama pada usia 15-29 tahun, dan menduduki peringkat ketiga pada usia 30-44 tahun.

Setiap jam di Indonesia orang yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 4 orang per jam. Dengan kata lain setiap tahun 31.185 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas atau setiap hari 86 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas (Data POLRI, 2011).

Sebagian besar masyarakat dan pemerintah tidak menyadari bahwa setiap tahun Indonesia mengalami invisible disaster akibat invisible disease bernama penyakit kecelakaan lalu lintas. Masyarakat dan pemerintah tidak menyadari dan tidak menganggap penting karena kejadian kecelakaan lalu lintas bersifat sporadis.

Menyadari tragedi nasional yang belum disadari masyarakat umum dan pemerintah, maka pihak-pihak yang peduli pada bahaya penyakit kecelakaan lalu lintas bergabung bersama-sama mengadakan Konferensi Anak Indonesia 2012 dengan tema keselamatan anak di jalan.

Dalam Konferensi Anak Indonesia 2012 yang berlangsung Selasa , 23 Oktober 2012 di Ruang Balai Betawi III, Hotel Santika Premiere, Jalan AIPDA K.S. Tubun No.7, Slipi, Jakarta ini bergabung 15 stakeholder, yaitu World Health Organization (WHO), Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, Majalah Bobo-Kompas Gramedia, Masyarakat Transportasi Indonesia, Toyota, Jasa Marga, BlueScope Steel Indonesia, Kantor Berita Radio KBR68H, Indonesia Mengajar, Blue Bird Group, Adira Insurance, Michelin Indonesia, Mabua Harley-Davidson, dan Palang Merah Indonesia.

Adapun satu tujuan dari acara Konferensi Anak Indonesua 2012 tersebut, yaitu mengajak anak, orang tua, sekolah, masyarakat dan pemerintah sadar pada ancaman keselamatan anak-anak Indonesia di jalan. Masalah kecelakaan anak di jalan sudah mencapai tahap membahayakan yang perlu segera mendapat perhatian public.

Konferensi Anak Indonesia merupakan even tahunan yang diprakasai Majalah Bobo sebagai wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan pikiran dan pendapatnya tentang sebuah permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan mereka. Diharapkan melalui Konferensi Anak Indonesia yang diselenggarakan setiap tahun, anak-anak Indonesia dapat menyampaikan pendapat dan pemikiran mereka tentang masalah public yang mempengaruhi kehidupan mereka.

Melalui karya tulis yang dikirim ke Redaksi Majalah Bobo, sebagian besar anak Indonesia menyampaikan tidak bisa melakukan mobilitas independen secara selamat, khususnya dalam perjalanannya ke sekolah. Anak-anak Indonesia khawatir pada kemampuan manajemen waktu orang tuanya yang sering membahayakan keselamatan anak di Jalan.

Anak-anak Indonesia juga khawatir pada perilaku berlalu lintas orang dewasa yang membahayakan keselamatan mereka di jalan sementara kondisi jalanan sudah berubah menjadi asocial. Sementara itu, anak-anak Indonesia di daerah non urban harus berhadapan dengan kondisi alam yang berbahaya selama perjalanannya ke sekolah, seperti binatang berbisa atau badai. Namun, tidak sedikit anak-anak Indonesia juga memiliki kemampuan mengatasi masalah yang terpaksa harus mereka hadapi selama perjalanannya ke sekolah.

Tim kurikulum Konferensi Anak Indonesia memilih tema keselamatan anak di jalan juga dalam rangka menyelaraskan diri dengan program pemerintah Dekade Aksi Keselamatan Di Jalan dan Global Road Safety Partnership. Dekade Aksi Keselamatan Di Jalan dan Global Road Safety Partnership merupakan gerakan yang diprakasai Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk megatasi kematian anak akibat kecelakaan lalu lintas yang telah menjadi penyebab kematian nomer satu di dunia serta banyak menghabiskan pinjaman luar negeri yang diberikan kepada Negara-negara berkembang.

Dalam Konferensi Anak Indonesia 2012 mendatang, anak-anak Indonesia yang terpilih sebagai delegasi akan diajak mengidentifikasi permasalahan yang mereka hadapi dalam mobilitasnya ke sekolah dan para fasilitator akan menerapkan modul pembelajaran yang memberdayakan anak-anak agar dapat mengatasi permasalahannya di jalan.

Diharapkan melalui Konferensi Anak Indonesia 2012 ini, pemerintah dan masyarakat dapat mendengar permasalahan dan kebutuhan anak-anak terhadap keselamatan mereka di jalan. Pada dasarnya, Konferensi Anak Indonesia 2012 tentang Keselamatanku Di Jalan adalah sebuah usaha membuat vaksin bagi anak-anak untuk menghindari kematian akibat penyakit bernama kecelakaan lalu lintas.

ALBUM PHOTO

One thought on “Konferensi Anak Indonesia 2012 Keselamatanku di Jalan

  1. Konferensi yg d adakan ini sangat bagus, ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat,kepolisian,dan dinas terkait lainnya bahwa keselamatan djalan raya sangatlah penting.Dan agar kita smua aman djalan raya maka dari itu smua pihak dan kalangan mesti paham tentang tata cara berkendara ato berjalan kaki djalan raya.
    Saya yakin apabila proses edukasi ini dbantu oleh fasilitator yg handal dan betul2 djalankan, peraturan betul2 dpatuhi dg baik, maka angka kecelakaan djalan raya dpt terminimalisir dg sendirinya.

Leave a Reply