April 2007. Bali memang unik. Saya sangat suka dengan natural Bali karena Pulau Dewata ini memiliki banyak kekayaan wisata yang pantas untuk gali sebanyak-banyaknya.
Saya beruntung bisa menggali banyak tempat tujuan di Bali, khususnya tempat-tempat yang disembunyikan orang, karena saya akui banyak pemilik properti, maupun turis asing maupun lokal datang ke Bali mencari ketenangan, keteduhan sekedar menghindari hiruk-pikuk kehidupan kota.
Beberapa tempat penginapan dan resort yang sepi dengan pesona alam pegunungan a.l. Tabanan, Ubud, Gianyar, Bangli, Klungkung, Amlapura, dan lain-lain.
Salah satu tempat yang saya tuju bulan April 2007 adalah sebuah rumah besar yang sangat mempesona dengan berbagai keindahan a.l. bangunan, isi bangunan, pekarangan, serta suguhan hamparan pemandangan alam disekitar rumah tersebut.
Untuk ciri khas rumah utama itu sendiri seperti apa yang terlihat pada gambar diatas. Rumah ini disebut sebagai rumah panggung dan yang jelas semua bahan material rumah ini terbuat dari kayu jati.
Tapi sebelumnya saya mohon maaf, saya tidak bisa menjelaskan lokasi ini tepatnya ada dimana, karena saya harus menjaga privasi pemilik properti yang tidak ingin diekspose. Tapi yang jelas pemilik bangunan ini adalah sepasang suami-istri warga negara Amerika Serikat dan nama sang-suami cukup populer sebagai sebuah merek dagang usaha.
Sebelum melangkah dan melihat ke rumah utama serta halaman sekitarnya, saya mohon izin dulu kepada tuan rumah yang diwakilkan salah satu staff wanita berkebangsaan asing. Saya diminta sejenak menunggu untuk verifikasi.
Sementara lagi menunggu, saya minta izin ke toilet untuk buang saham. Selesai duduk, tentunya saham tadi harus di-flash (disiram), tapi apa yang terjadi saya kesulitan bahkan nyaris putus asa tidak menemukan alat siram.
Gayung pun tidak ada. Saya nyaris meninggalkan toilet tanpa air. Setelah dibuat grogi, saya melongok ke langit-langit.. “koq itu ada tali ijuk digantung begitu saja.. apa ini ya?” ujar saya dengan penasaran.
Ketika itu saya tidak beripikir kalau tali ijuk ini untuk apa, namun karena penasaran maka tali ijuk itu saya tarik, seketika terdengar bunyi air keluar.. byurrrr…. air menyiram closet duduk tadi. “Waduh.. koq orang kaya malah pake toilet kuno,” ujar saya sambil tersenyum.
Usai verifikasi saya pun bersama staff wanita jabatan kepala rumah tangga mulai berkeliling. Pandangan pertama saya adalah sebuah bangunan rumah kayu yang menempel dengan pohon besar (foto bawah).


Gambar bawah adalah pandangan ke kekiri yaitu arena bermain buat melompat-lompat seperti pemain sirkus..:-)


The End.

















































saya mohon bisa mengcopy artikel ini buat mata kuliah arsitektur sadar lingkungan.
artikelnya sangat menarik. jadi pingnin liat langsung he….
salam
@Wahyu.. silahkan aja, jgn lupa sebutin sumbernya ya..
Ok Pak SL, never mind…..keep posting……
Pak SL, boleh tau siapa arsiteknya ? Kebetulan saya lagi nyari arsitek rumah alam. Trims.
@BM, sayang saya tak punya info soal arsitektur rumah ini..
Salam Sejahtera! Terima Kasih Saya pada anda yang sudi menyiarkan gambar2 yg tertera . saya minta izin untuk mengcopy gambaran2. terima kasih!!! Bebanyak… Qul Lailahaillallah-Muhammadurrasulullah… Semoga kamu Peroleh Kejayaan Di Dunia (Yang Fana) dan Kejayaan Di Akhirat sebagai tempat Distinasi Terakhir kita yang lebih Sempurna KeIndahannya…
@Azam Aziz, terima kasih atas komentarnya dan silahkan saja copas artikel/fotonya. Semoga artikel tersebut diatas dapat berguna.
@ Ndhy,
Silahkan. Namun jangan lupa menuliskan sumber objek http://www.stephenlangitan.com
Sukses untuk anda dan tugas akhirnya, semoga anda mendapatkan hasil terbaik.
dalam rangka pengumpulan data untuk contoh studi kasus ARSITEKTUR berTEMA NATURAL MODERN guna proposal tugas akhir saya, saya mau konfirmasi sekaligus mohon ijin untuk mengambil dan mengcopy data berupa materi dan gambar yang ada di weblog ini. dengan harapan objek ini bisa menjadi bahan referensi dan sumber inspirasi yang baik untuk menciptakan hasil karya dengan nilai yang baik di kaca mata arsitektur pada akhirnya. Matur nungun sanget, terima kasih banyak atas ‘bantuannya’.