IIMS 2012: Demas Agil Pimpin Kualifikasi Drift War II

29 September 2012. Demas Agil dari tim GT Radial sukses meraih poin tertinggi di sesi kualifikasi IIMS Drifting War II di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (29/9). Pada sesi yang berlangsung semarak ini, ia meraih poin tertinggi, 89, dari 50 peserta sekaligus memimpin ‘kontingen’ 32 Besar yang melanjutkan kompetisi pada sesi terakhir, Minggu (30) di lokasi sama.

Menguntit Demas di urutan kedua adalah Amandio (Tim Achilles) dengan raihan poin 86. Peringkat tiga dihuni Rulli Armando (Achilles/75). Urutan 4 dan 5 ditempati Dean Zen (GT Radial/74) dan Regi Anggoro (GT Radial/74).

Dibandingkan sesi latihan kemarin, sesi kualifikasi mulai menyuguhkan kompetisi menarik antar kontestan. Masing-masing berusaha tampil maksimal karena pertaruhannya adalah poin untuk bisa lolos ke babak berikutnya. Berbagai strategi pun ditempuh, termasuk akal-akalan tradisional.

Demas, misalnya. Sadar performanya tak begitu baik di sesi latihan Jumat (28/9), mahasiwa Universitas Bakrie Jurusan Komunikasi ini lantas berinisisatif melakukan ‘ritual’ tersendiri pada pagi hari sebelum sesi kualifikasi. Ia mengitari trek dan berhenti di beberapa sektor.

“Aku berimajinasi sendiri, harus bagaimana di area ini dengan kondisi mobil yang kurang prima. Alhamdulillah, ada hasilnya. Feeling dan rasa percaya diri terbangun saat beraksi,” ujar Demas yang sepanjang kualifikasi sesungguhnya dihadang oleh masalah teknis.

Girboks mobilnya terasa kendur yang berakibat persneling jadi lompat-lompat. Tentu saja ia tak leluasa bertarung dengan kondisi itu. Mekanik pun turun tangan dengan mengikat tuas persneling dengan tali agar tak lari-lari. Konsekwensinya, Demas harus lakukan start dari gigi 2. Begitu meliuk-liuk menghajar lintasan 390 meter itu, ia pindah ke gigi 3 dan tetap di situ hingga batas finish.

“Memang itu cara darurat yang bisa kami lakukan. Saya pun sepenuhnya percaya pada mekanik yang menyarankan itu. Mereka jelas tahu betul apa yang dilakukan,” papar Demas.

Amandio yang menjadi ‘bintang’ saat sesi free practice, kali ini mengaku sulit mengembangkan performa. Gara-garanya ia pakai kopling baru dan sedikit butuh waktu beradaptasi.

“Tapi, sekarang sih rasanya sudah mantap dan siap tarung sampai sesi terakhir besok. Kita lihat saja bagaimana besok,” tandasnya.

Selain pertarungan sengit di antara drifter nasional itu, IIMS Drift War jilid II ini juga dihangatkan oleh Alinka Hardianti sebagai satu-satunya drifter wanita. Di iringi aplaus penonton, penampilannya pun tak kalah garang dari anak-anak cowok yang ‘mengeroyoknya’ dan lolos ke 32 Besar dengan nilai 51. Ia ada di peringkat 23.

Meski mengendarai pacuan yang power-nya jauh lebih kecil dari peserta lain, Alinka mengaku sangat menikmati kompetisi ini. Putri pembalap nasional Didi Hardianto itu pun bertekad akan lebih serius lagi di kancah drifting. Apalagi, jika musim depan sudah ada kejuaraan nasionalnya sebagaimana dirancang IMI dengan menjadikan IIMS Drift War ini sebagai pilot project.

“Saya turut senang dan pastinya tambah seru kalau sudah ada kejurnasnya. Tapi, tak perlulah ada kelas khusus wanita. Tetap saja seperti saat ini. Biar cewek, lawan terus,” katanya dengan senyum khas drifter.

ALBUM PHOTO

Leave a Reply