IIMS 2012: Sesi Latihan Drift War II Memikat Penonton

image006

28 September 2012. Sejak jauh hari panitia penyelenggara IIMS Drift War II menjanjikan atraksi yang lebih hebat dari acara serupa pada tahun 2011 yang lalu. Caranya dengan mendisain lintasan sedemikian rupa sehingga memberi tantangan tersendiri bagi peserta sekaligus hiburan buat penonton.

Janji itu terbukti saat latihan yang diikuti 50 peserta di kawasan JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (28/9). Meski baru latihan, event ini rupanya mampu menyedot perhatian tersendiri para pengunjung. Frans Sutarto, misalnya. Jauh-jauh dari Depok, tujuan awal adalah melihat-lihat pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS). Namun, ia dan kawan-kawannya justru tergoda menonton Drift War II yang dilangsungkan sebagai acara pendamping pameran otomotif terbesar di Asean itu.

“Tadinya kita penasaran saja dengar suara knalpot mobil yang seperti meledak-ledak. Eh, tak tahunya ada acara drifting, ya sudah sekalian nonton,” ujar Frans yang mengaku baru kali ini menonton langsung drifting.

“Seru dan heboh,” tambahnya sembari memastikan untuk datang kembali pada final Minggu (30/9) nanti.

Tentu tak hanya Frans yang tergoda. Banyak pengunjung pameran IIMS yang akhirnya ‘nyangkut’ di acara tahunan gelaran PT Dapur Pacu Indonesia itu.

Dari sisi peserta sendiri tak kalah heboh. Jumlah starter akhirnya bertambah jadi 50 dari sebelumnya 40 yang dipatok penyelenggara. Hampir semua drifter terbaik Indonesia terjun ke arena ini. Menjadi lebih seru karena seluruh drifter Pro tak hanya berkompetisi sesama mereka. Tapi, juga mewakili rivalitas dua produsen ban nasional, GT Radial dan Achilles. Tercatat 15 drifter mengusung GT Radial dan 15 juga pengusung Achilles. Sisanya bebas. Meski disponsori GT Radial, penyelenggara memang memberlakukan open tyre sehingga roh kompetisinya sangat terasa.

Dalam sesi latihan hari ini memang belum ada penilaian apa pun. Namun dari segi kecepatan (speed) yang menjadi salah satu faktor penjurian berikut line (jalur balap), angle (sudut), dan style, drifter nasional Amandio sukses membukukan waktu tercepat rata-rata 64,4 km per jam di lintasan sepanjang 390 meter itu.

“Sementara ini oke-oke saja, tak ada masalah. Mudah-mudahan besok saat kualifikasi maupun final pada Minggu bisa lebih baik,” harapnya.

Menurutnya, lintasan yang dirancang panitia sudah ideal dengan karakter mobil Nissan Cefiro yang dipacunya. Dengan tenaga mesin hanya 233 HP, ia hanya perlu fokus membenahi kaki-kaki dan setelan angin pada ban. Katanya, itu kunci melibas trek kasar khas Kemayoran.

Sebaliknya bagi pemacu mobil bertenaga besar seperti Soni Riharto. “Trek ini sangat menantang dan cukup menyulitkan, khususnya buat mobil bertenaga di atas 350 HP. Susah handling-nya. Kopling pun seperti menendang-nendang,” ujarnya.

Namun, seperti kata Dio dan Soni, ini barulah latihan dan masih ada kesempatan untuk menyesuaikan setingan mobil dengan lintasan. “Karena itu kalau ditanya target, saya baru bisa bilang 5 Besarlah,” tandas Dio.

Tontonan gratis bagi pengunjung IIMS ini berlangsung sampai Minggu (30/9). Sabtu (29/9) berlangsung sesi kualifikasi yang diselingi demo Supermoto dan Taxi Drfit yang member kesempatan penonton mengalami sendiri sensasi drifting.

ALBUM PHOTO

Leave a Reply