IIMS 2012: Gelar Konferensi Otomotif Internasional

25 September 2012. Rangkaian penyelenggaraan IIMS 2012, hari Senin (24/9) Gaikindo menggelar konferensi International, The 7th Indonesia International Automotive Conference (IIAC) yang diadakan di Ruang Lawu, Gedung Pusat Niaga JIExpo. Konferensi yang bertajuk “Low Carbon Emission Mobility” ini membahas kebijakan dan arahan strategis bagi kendaraan dengan emisi karbon rendah serta pandangan mengenai industri otomotif Indonesia kedepan.

Acara yang dihadiri oleh para pelaku industri otomotif nasional ini dibuka oleh Juwono Andrianto, Sekretaris Jenderal Gaikindo dengan keynote speaker Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian RI, Budi Darmadi.

IIAC juga menghadirkan para pembicara dari dalam dan luar negeri seperti Evita H. Legowo, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI; Arsena Primanto Bakti, Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Kementerian Keuangan; Farah Ratnadewi, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal; Hari Karyuliarto, Direktur Gas PT Pertamina; Yoshihiro Yano, Director General of International Department Japan Automotive Manufacturers Association (JAMA); Masaki Honda, Principle Consultant Frost & Sullivan Asia Pacific, serta Jessada Thongpak, Senior Analyst IHS Automotive.

Dalam sambutannya saat membuka IIAC, Budi Darmadi mengatakan bahwa saat ini pemerintah memiliki target Indonesia dapat menurunkan emisi rendah karbon menjadi 26% pada tahun 2020. Untuk mencapai target tersebut, perlu komitmen penuh dari pemerintah serta pelaku industri otomotif, serta industri minyak dan gas bumi.

Sebagai negara dengan tingkat perkembangan industri otomotif yang tinggi di kawasan ASEAN, pelaku industri otomotif juga terus meningkatkan penelitian dan pengembangan (Research & Development) terhadap penciptaan kendaraan ramah lingkungan.

“Saat ini pasar Indonesia terbuka dan sangat potensial bagi investor dalam dan luar negeri di sektor otomotif,” ungkap Farah Ratnadewi, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Untuk menarik minat investor untuk pengembangan industri otomotif memproduksi kendaraan emisi rendah karbon, pemerintah Indonesia telah melakukan memberikan fiscal incentives seperti tax allowances untuk produsen mobil rendah karbon, tariff redemptions dalam mengimpor mesin atau bahan baku yang tidak diproduksi di Indonesia, serta incentives dari pemerintah daerah.

Pada konferensi tersebut, Jessada Thongpak, Senior Analyst IHS Automotive memaparkan bahwa produksi kendaraan ASEAN diperkirakan mencapai 3,8 juta unit tahun 2012, dan ditargetkan menjadi 6,5 juta unit tahun 2020. Thailand dan Indonesia adalah basis produksi untuk kawasan Asia Tenggara. Dan tahun 2015 saat ASEAN Economic Community (AEC), pemasaran kendaraan otomotif mulai menyebar ke Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam.

Indonesia sendiri tahun 2011 telah menjadi pasar otomotif terbesar di ASEAN menggantikan posisi Thailand. Namun tetap saja, rasio penetrasi kendaraan masih kecil yaitu 45 kendaraan per 1,000 orang. Artinya masih banyak peluang di industri ini, apalagi didukung oleh pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat tingkat menengah yang kian meningkat.

Di samping produksi kendaraan rendah karbon, yang menjadi target Indonesia selanjutnya adalah tingkat penggunaan yang lebih besar terhadap bahan bakar gas. “Pertamina mendukung pemerintah dalam konversi gas alam (CNG) untuk transportasi umum sebesar 72% di akhir tahun 2014,” jelas Hari Karyuliarto, Direktur Gas PT Pertamina.

Yoshihiro Yano, Director General of International Department Japan Automotive Manufacturers Association (JAMA) mengatakan bahwa mobilitas emisi rendah karbon bukan menjadi tanggung jawab industri otomotif saja.

“Perlu upaya promosi dan edukasi yang terintegrasi untuk menciptakan masyarakat peduli emisi rendah karbon, baik dari pemerintah, produsen kendaraan, konsumen, serta produsen bahan bakar. Para pembuat kendaraan harus terus tertantang untuk mengembangkan kendaraan emisi rendah karbon mulai dari kendaraan hybrid, plug-in hybrid, elektrik, fuel cell, maupun hidrogen,” jelas Yoshihiro.

IIMS Menjangkau Dunia Internasional

Penyelenggaraan The 7th Indonesia International Automotive Conference (IIAC) ini merupakan langkah IIMS untuk menjangkau dunia internasional. Melalui acara ini peserta lokal maupun internasional bisa mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai keadaan dan perkembangan industri otomotif di Indonesia.

Dengan tujuan yang sama dengan penyelenggaraan IIAC, gelaran IIMS kali ini dilliput oleh 903 jurnalis dari media lokal dan 67 jurnalis dari media asing. Meningkatnya jumlah media asing yang datang sebagai pers terdaftar IIMS menjadi bukti bahwa dimata dunia IIMS menjadi salah satu barometer industri otomotif Indonesia. Dan diharapkan pemberitaan yang dilakukan oleh media, khususnya media asing, akan terus meningkatkan eksistensi Indonesia International Motor Show sebagai pameran otomotif bertaraf internasional.

Pelaksanaan IIMS tahun ini merupakan pameran terbesar yang pernah diselenggarakan oleh Gaikindo dalam hal luas area pamer dan jumlah peserta. Tahun ini, 35 APM menempati area lebih dari 30ribu meter persegi dengan jumlah mobil display seluruh APM mencapai 331 unit. Kendaraan display yang mengusung teknologi terbaru dari setiap APM tersebut tentunya menarik rasa ingin tahu pencinta otomotif Indonesia.

Pada hari Minggu (23/09) kemarin, jumlah pengunjung yang memadati area pameran Indonesia Internasional Motor Show 2012 mencapai 52.012 orang. Jumlah ini merupakan jumlah pengunjung harian terbanyak selama penyelenggaraan IIMS yang tahun ini berlangsung untuk ke 20 kalinya. Selama empat hari penyelenggaraannya, angka pengunjung IIMS 2012 tercatat 143.026 orang.

Leave a Reply