ISOM 2012 Seri-4: Sunny TS Kuasai Super Production (Kejurnas)

24 September 2012. Tim Liputan SL.com yang berada di Sirkuit Sentul Bogor hari Minggu (23/9/12) melihat serunya balapan Kelas Indonesia Super Production (Kejuaraan Nasional) dalam ajang Indonesian Series of Motorsport (ISOM) 2012 Seri Ke-4. Akhirnya, pebalap Sunny TS dari Bintang Sobo ENEOS Racing Team menjadi juara pertama dan posisi kedua Renaldo P. Koesoemo (DKI/HSC Ganda Sari OWS) dan posisi ketiga Roy Haryanto (DKI/HSC Ganda Sari OWS.

Sunny mengakui, lapisan baru aspal Sirkuit Sentul yang berjarak 3,965 km telah membantunya melaju dengan baik. Tak ayal, balapan menyuguhkan tantangan tersendiri di antara para pebalap. Kejurnas yang menurunkan saju jenis mobil, yakni Honda All New Jazz dinilai Sunny semakin tegang, ketika saling kejar-mengejar sepanjang balapan.

Balapan tidak selamanya berjalan mulus, persaingan antara pembalap pun cukup ketat, sehingga beberapa kali sempat terjadi insiden yang mengharuskan keluarnya safety car, untuk menuntun para pembalap hingga area lintasan benar-benar bersih dari segala macam serpihan puing mobil yang hancur.

Terlihat persaingan sengit antara pebalap master, antara lain Renaldo P. Koesoemo, Roy Haryanto, Alvin Bahar, dan Sunny TS. Mereka terus bersaing sejak lap pertama untuk memenangkan lomba. Persaingan ketat sudah terasa, bukan hanya karena suhu udara di sirkuit yang panas terik, tetapi karena semangat para pebalap yang ingin berebut posisi terdepan.

Menurut Sunny, lapisan baru aspal Sirkuit Sentul berisiko bagi para pebalap jika kurang persiapan. Hanya saja, kondisi aspal anyar tersebut membuat kualitas daya cengkeram jadi meningkat sehingga laju kendaraan bila lebih tinggi lagi. Celakanya, sebagian pebalap tidak merasakan kondisi tersebut dan tidak mengubah titik pengereman. Efeknya, mereka melintir dan juga menyebabkan adanya insiden tabrakan.

“Kualitas grip yang lebih meningkat membuat para pebalap harus benar-benar fokus saat melibas tikungan. Kurangnya adaptasi, membuat beberapa kali tergelincir. Saya sempat khawatir posisi menjadi melorot jika saya tidak fokus. Aspal baru ini justru membuat mobil dapat melaju lebih cepat. Efeknya butuh adaptasi soal titik pengereman. Keadaan itu tidak disadari pebalap yang masih memakai patokan berdasarkan aspal sebelumnya. Dampaknya, banyak yang harus mencium gravel bed,” jelas Sunny.

Pada seri ketiga yang lalu, mobil All New Honda Jazz yang dikendarai duo pebalap Honda Surabaya Center Gandasari OWS berhasil tampil baik sepanjang lomba dan meraih juara pertama dan kedua. Pebalap Renaldo P. Koesoemo berhasil finis terdepan, diikuti oleh Roy Haryanto dan Alvin Bahar dari Honda Racing Indonesia.

Hasil Lomba Kelas Master:

1. Sunny TS/Riau/Bintang Sobo ENEOS/33:31.310
2. Renaldo P Kusumo/DKI/HSC Ganda Sari OWS/33:32.020
3. Roy Haryanto/DKI/HSC Ganda Sari OWS/33:32.475
4. Rio SB/DKI/Honda Racing Indonesia/33:33.887
5. Fitra Eri/DKI/Honda Bandung Racing Team/33:34.068

ALBUM PHOTO

Leave a Reply