Keajaiban Pulihkan Jeffrey Polnaja dari Retak Tulang

image006

17 Agustus 2012. Sebuah keajaiban diterima Jeffrey Polnaja, penjelajah dunia seorang diri dengan sepeda motor besar asal Indonesia. Meski tim dokter telah menyarankan penyembuhan keretakan tulang tumit kaki kiri selama satu bulan karena sebuah musibah kecelakaan (artikel ini), namun pria asal Bandung ini mengaku sudah pulih sepenuhnya, dan langsung melanjutkan misi penjelajahan dunia Ride for Peace (RFP) pada Rabu (15/8) kemarin.

Jeffrey kembali menunggang BMW R1150GS bernopol B 5010 JP yang akibat kecelakaan pekan lalu tidak mengalami kerusakan. Mengambil titik pemberangkatan dari kawasan Bayterek, sebuah bangunan monumen simbol kota Astana, Kazakhstan, Jeffrey dilepas Kuasa Usaha RI di Astana, Irwan Iding. Dari kota ini rencananya Jeffrey akan langsung menuju Siberia melalui Vladivostok yang berjarak 7.785 km. Jalur itu ditaksir akan memberikan banyak tantangan berat lantaran 65 persen lintasan, atau sekitar 5.000 km, merupakan permukaan off-road.

“Entah berkah apa yang menaungi diri saya. Tapi saya yakin ini adalah keajaiban Yang Maha Kuasa pada diri saya,” kata Jeffrey. “Dokter telah menjatuhkan vonis satu bulan istirahat untuk proses penyembuhan tulang tumit kaki kiri saya yang retak, namun nasib bicara lain. Dalam sepekan keretakan tulang dan pembengkakan di kaki saya sudah sembuh lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jeffrey telah mengalami kecelakaan cukup fatal pada Selasa (7/8) pekan lalu usai menghindari benturan dengan truk kontainer besar di 201 Km menjelang kota Astana. Akibat tragedi tersebut Jeffrey mengalami keretakan tulang tumit kaki kiri. Dia pun harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Repubican Research and Center Emergency Medical Care di Astana.

Jeffrey sendiri tak menyangka cidera yang diderita akan mengalami proses penyembuhan sedemikian cepat. Dokter rumah sakit bahkan sangat tercengang melihat proses penyembuhan pada kaki Jeffrey yang begitu cepat.

“Pada Jumat (10/8) malam pekan lalu saya merasa ada yang mengganggu pada gips yang mebalut kaki kiri saya. Karena itu, saya berusaha membukanya sendiri. Anehnya, setelah (gips) dibuka rasa sakit di kaki berangsur surut. Saya lalu mencoba jalan tanpa tongkat, dan ternyata bisa,” ungkap Jeffrey.

Melihat kondisinya yang dirasa aneh, pada Senin (13/8) kemarin, Jeffrey kembali menemui dr. Renat Kadyruly Kazhigulov untuk memperjelas kondisi cideranya. Melalui alat pindai (rontgen) diketahui keretakan tulang yang dialami Jeffrey telah tersambung dengan baik.

“Sangat luar biasa. Dokter pun tercengang dengan hasil pemeriksaannya. Saya bahkan perlu dua kali menjalani rontgen guna memastikan apakah posisi tulang benar-benar sudah kembali rapat. Hasil dua kali rontgen sama, saya dinilai sudah pulih,” tutur Jeffrey, sambil menambahkan bahwa dokter mengizinkan dirinya melanjutkan penjelajahan dengan sepeda motor.

Jeffrey menambahkan cepatnya proses penyembuhan luka di kaki tidak terlepas dari usaha dirinya yang selalu berfikir positif dan tak pernah kenal menyerah. Dia juga percaya bahwa meditasi “Reiki Self Healing” yang dipelajarinya di Tibet saat RFP beberapa tahun silam memberikan dampak positif besar. “Saya juga percaya bahwa doa-doa yang dikirimkan kawan-kawan di Tanah Air telah memunculkan keajaiban pada diri saya ini,” lanjutnya.

Pada Selasa (14/8) kemarin, Jeffrey bahkan telah melakukan aktifitas normal, termasuk memenuhi kegiatan pengambilan gambar untuk program tayangan dua jaringan televisi lokal, Kazakhstan TV dan TV2. Menurut Jeffrey, program televisi tersebut memiliki salah satu tujuan, yaitu promosi pariwisata Indonesia. Saat pengambilan gambar Jeffrey ditemani beberapa rekan dari perwakilan RI di Kazakhstan.

Jeffrey berharap lanjutan perjalanannya ini akan berlangsung aman dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Seperti telah diungkapkan, Jeffrey kini tengah mengejar waktu guna menghindari cuaca buruk saat melintasi kawasan Siberia yang liar.

“Semoga saat Hari Raya Idul Fitri nanti, saya sudah berada di Danau Baikal,” harap Jeffrey. Danau Baikan sendiri merupakan sebuah danau air tawar terbesar di dunia yang telah lama menjadi simbol tak tergantikan daerah Siberia yang terkenal sebagai wilayah beku tak berpenghuni.

Leave a Reply