Pembalap Gokart Senna Hadapi Banyak Kendala di Filipina

image006

30 Juli 2012. Sempat menjadi pembalap terdepan di babak final sampai dengan putaran ke-10, Yasuo Senna Iriawan pebalap gokart Indonesia yang terpaksa merelakan trophy juaranya akibat hujan deras, dan keputusan panitia pertandingan yang mengharuskan memulai sisa pertandingan dari posisi terakhir. Inilah yang terjadi di Asian Karting Open Championship (AKOC) 2012 ronde kedua, di Carmona Int’l Karting Circuit, Filipina yang berlangsung tanggal 27 – 29 Juli 2012, 

Yasuo Senna Iriawan, pembalap Go Karting Red White Racing Team (RWR) menghadapi berbagai kejadian yang kurang menguntungkan. Bertanding melawan 23 pergokart dari Filipina, Malasia, Singapura, Hongkong dan Indonesia, Senna yang turun di kelas KF2 harus berjuang maksimal dari awal sesi latihan.

Dalam sesi latihan, Jumat, 27 Juli 2012, Senna mengalami kendala teknis pada rem gokartnya di dua sesi pertama latihan. Setelah dilakukan perbaikan, baru pada sesi ketiga Senna berhasil menempati posisi lima, dan sesi terakhir Senna berhasil mencatatkan waktu tercepat.

“Saya, bersama dengan tim teknis Kartronix (Irlandia), dengan bangga menyaksikan Senna semakin matang dengan kemampuan mengemudinya. Saya yakin Senna akan tampil dengan baik,” ujar Stanley Iriawan, selaku manajer tim Red White Racing.

Pada hari Sabtu, 28 Juli 2012, Senna bertanding di babak Qualifying Time Trial dan hanya berhasil menduduki posisi ke-17 karena bermasalah dengan sistem listrik pada gokartnya. Selanjutnya di Qualifying Heat, setelah sempat tertabrak, mesin mati, hujan dan hadangan dari pegokart tuan rumah, akhirnya Senna berhasil menduduki posisi ke-7.

Di hari terakhir, Minggu, 29 Juli 2012, di babak Pre Final sepanjang 19 putaran, Senna berhasil memperlihatkan kemampuannya dengan menjadi yang terbaik, sehingga Senna berhak untuk memulai babak final dari pole position. Di babak final, Senna berhasil mempertahankan posisinya sejak start.

Sampai dengan putaran ke-10, Senna sudah berada 3 detik di depan lawan-lawannya. Tetapi karena hujan deras mengguyur lintasan, maka pertandingan dihentikan, dan Senna diarahkan oleh flag marshall masuk ke dalam pit. Menurut peraturan, apabila bendera merah dikibarkan, maka semua pembalap diharuskan berhenti di garis start. Oleh karena Senna berada di pit, maka Senna diharuskan untuk memulai balapan kembali dari posisi terakhir.

“Kami sudah berusaha untuk berbicara dengan pihak panitia mengenai kejadian ini. Tetapi panitia mengatakan bahwa tidak ada instruksi dari flag marshall kepada Senna untuk masuk ke dalam pit. Panitia mempersilahkan kami untuk memprotes keputusan ini. Tetapi setelah berunding, kami memutuskan untuk tidak melakukan protes. Akibatnya, Senna harus memulai balapan dari posisi ke-21 dengan 18 putaran yang tersisa,” terang Stanley Iriawan.

Pada akhirnya, setelah perjuangan keras, Senna berhasil masuk finis di urutan ke-7, berhasil menyusul 14 pegokart di depannya. “Saya sangat kecewa dengan kejadian ini. Tetapi saya akan kembali ke lintasan ini di bulan September untuk membuktikan bahwa saya adalah salah satu pegokart terbaik di zona ini,” kata Senna setelah selesai bertanding.

“Secara umum, kami dan tim teknis sangat puas dengan kemajuan Senna mengemudi di lintasan basah. Senna telah membuktikan, bahwa dirinya adalah salah satu pembalap yang patut diunggulkan di kelas KF2 di kawasan Asia,”ujar Stanley Iriawan, tim manager RWR.

Selanjutnya, Yasuo Senna Iriawan akan ambil bagian di kejuaran WSK Euro Series, pada tanggal 2-5 Agustus 2012, di International Circuit de Zuera, Zaragoza, Spanyol.

Sekilas Yasuo Senna Iriawan

Kelahiran Jakarta,1 November 1996, Yasuo Senna Iriawan merupakan seorang atlit gokart muda Indonesia, yang telah berlaga di berbagai kejuaraan nasional maupun internasional dibawah bendera Red White Racing Team. Senna adalah cucu dari Almarhum Hengky Iriawan, pembalap formula Indonesia pertama dan juga yang membawa dan memperkenalkan gokart ke Indonesia.

Senna sendiri memulai debutnya sebagai pegokart pada tahun 2005. Pada tahun 2008, Senna berhasil menjadi Juara 1 Nasional di Kelas Kadet (Kelas Pemula) Kemudian, ditahun 2010 Senna menjadi Juara 1 Nasional dan Asia di Kelas Junior (KF3). Tahun 2011, Senna mulai bertanding di Eropa pada kelas KF3 (kategori Junior). Pada tahun ini, Senna akan memulai debutnya di kategori senior, khususnya di kelas KF2.

Sekilas Red White Racing Team

PT Red White Racing (RWR) sebuah organisasi otomotif yang bertujuan untuk menempatkan nama Indonesia di dunia otomotif internasional, khusus dalam pembinaan dunia gokart secara resmi berdiri pada tanggal 23 April 2009. Digawangi putra-putra Indonesia penggiat otomotif yang memiliki kesamaan visi dan misi, yaitu Stanley Iriawan dan Bonny Minang.

RWR melakukan terobosan baru di dunia otomotif dengan menjadi perusahaan pertama dari Indonesia yang berhasil menyelenggarakan kejuaraan international di luar negara asalnya. Belum genap 1 tahun berdiri, RWR telah berhasil menyelenggarkan Kejuaraan Gokart Internasional yang diikuti oleh 120 pembalap dari 18 negara di Malaysia pada bulan November 2009. Mengakhiri tahun 2009, RWR menggebrak dengan menjadi perusahaan pertama dari Asia yang menjadi Co-Sponsor Kejuaraan Dunia Grand Final Rotax Max 2009 di Mesir.

Di tahun yang sama, RWR juga berpartisipasi dalam beberapa kegiatan otomotif dengan menjadi sponsor, antara lain di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gokart 2009 (3 putaran), Asian Gokart Open Championship (AKOC) 2009 putaran kedua di Filipina, Macau, dan Thailand (sebagai sponsor utama), dan Asia Max Challenge 2009 di Pahang, Malaysia dan Subang Jaya, Malaysia (sebagai sponsor utama).

Leave a Reply