Fino Owners Indonesia (FOI) Tour of Java

25 Juli 2012. Kisah berawal ketika suatu malam Nunu (Patih Nusantara Fino Owners Indonesia) mencetuskan sebuah ide untuk mengadakan perjalanan menuju Jogja (Jawa Tengah) dengan Fino. Tersebutlah lima orang petualang dari FOI (Achobule, Nunu, Tyo, Antz, Teguh) yang menyanggupi ajakan tersebut untuk ikut touring Tour of Java (Jakarta-Kediri) pada tanggal 6 Juli s/d 13 Juli 2012 yang lalu.

Bermodal rasa keingintahuan yang tinggi karena 4 orang diantaranya menyandang predikat “Newbie Tourer” (biasanya hanya seputar Jabar dengan jarak tempuh kurang lebih 300 km-an). Sedangkan sang Dewan Syuro FOI, Achobule adalah seorang “Tourer Addict”.

Achobule sebagai Dewan Syuro FOI mengharapkan agar di setiap trip-trip touring seperti ini baik jarak short, medium, maupun yang long, menjadikan ini sebagai penambah pengalaman yang berharga, mengasah skill, mental, fisik, maupun menambah jam riding.  Tentu saja ini memiliki nilai-nilai tersendiri selain dari pengalaman spiritual buat masing-masing peserta.

Belum lagi di tambah dengan bertemu dengan begitu banyak sahabat baru baik sahabat bikers maupun non bikers, di setiap daerah yang di singgahi, serta mengenal lebih dekat kultur, budaya, sosial, termasuk penduduk setempat. Bonusnya adalah keindahan pemandangan alam Indonesia, dan ini menjadi sebuah anugrah yang luar biasa.

Semoga dapat menjadi media yang efektif untuk memperkenal kan Fino Owners Indonesia (FOI) kepada para sahabat bikers di daerah dan menjadi ajang silaturahim yang kuat dengan pecinta pengguna roda dua.

Hari pertama riding Jakarta-Jogja, kelelahan melanda kami karena melewati jalur Utara yang membosankan. Setelah 6 jam kami sampai di Kota Cirebon. Menikmati sarapan pagi dan beristirahat selama 3 jam. Beberapa masalah kecil menimpa Fino kami dan kami coba memperbaikinya di Kota Cirebon.

Akhirnya kami memutuskan melewati Jalur Ajibarang-Bumiayu-Brebes-Tegal menuju Baturaden-Purwokerto. Kami disuguhkan dengan keindahan pemandangan alam berupa gunung dan aliran sungai yang jernih sepanjang perjalanan yang cukup menghapus lelah kami ditambah makan malam Soto Sokaraja tentunya.

Day 2, rute Baturaden – Jogjakarta, perjalanan ini melewati kota Wonosobo untuk melihat keindahan dataran tinggi Dieng. Tanjakan curam yang menguras fisik tak menyurutkan niat kami untuk menuju Dieng. Namun demikian ada beberapa tikungan-tikungan yang melenakan, dan menyambut kami untuk sejenak melepaskan hasrat yang tertimbun.

Jogjakarta, adalah kota yang tak pernah mati, kota yang tak pernah berubah dari dulu. Selalu menyambut dengan keramahan penduduknya, keindahan seninya, dan juga peninggalan-peninggalan zaman dulunya. And here we are, Fino Owners Indonesia arrived at Jogjakarta at night. Menikmati angkringan ditemani sobat dari Jogjakarta sebelum menuju penginapan di Kaliurang.

Day 3, Jogjakarta-Kediri (Jawa Timur), dijamu oleh pihak Yamaha Harpindo Jaya Jogjakarta sambil ganti oli merupakan kehormatan bagi kami, terima kasih Yamaha. Let’s ride to Kediri!

Melewati jalur Solo-Sragen-Ngawi-Nganjuk merupakan tantangan tersendiri bagi kami. Jalanan yang gelap dan dilewati kendaraan besar seperti bus dan truk dalam kecepatan tinggi harus membuat kami meningkatkan kewaspadaan kami agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Menjelang subuh kami terdampar di sebuah pom bensin di Kota Nganjuk, karena kami sudah cukup lelah, dan akhirnya kami memutuskan untuk tidur sejenak.

Day 4, My Fino at Kediri, Percaya atau tidak tapi kami sampai di Kediri menunggangi motor matik dengan kapasitas mesin (kebetulan semua peserta telah melakukan Bore Up) 150 cc. Let’s take a picture on Monumen 45, Simpang Lima Kediri. Setelah sesi foto-foto selesai kami menuju Yamaha Timbul Jaya Kediri untuk memperbaiki sedikit masalah pada Fino kami.

Kediri, simple, small, clean city, Ya itulah Kediri kota yang tidak terlalu besar ini sangat bersih dan teratur. Kemegahan dari komplek Gudang Garam sempat kami lewati sebelum kembali menuju Tasikmalaya.

Day 5, Kediri – Tasikmalaya, Goodbye Kediri see you on next trip. Perjalanan malam hari yang akan kami tempuh demi menghindari kemacetan dan teriknya matahari Jawa Timur yang menguras fisik. Ditengah perjalanan kami bertemu Bro Yoga Kermit dari YVCI Salatiga yang mengantar kami menuju persimpangan Solo–Salatiga.

Setelah sarapan pagi kami berpisah dengan bro Yoga, dan mana ia langsung menuju Tasikmalaya. Ternyata riding semalam membuat kami cukup kelelahan, menuju pom bensin dulu untuk istirahat sejenak.

Makan siang Gudeg Kendil di Kulonprogo, menambah energi kami untuk nonstop riding menuju Tasikmalaya. Jalanan yang berkontur sepanjang Wangon-Majenang-Ciamis cukup membuat adrenalin kami bergejolak. Malam hari kami sudah ditunggu oleh bro Pepy salah satu anggota FOI juga yang sedang mengunjungi keluarganya di Tasikmalaya.

Day 6, rute pulang Tasikmalaya – Jakarta. Okay guys this is our last day. Pemandangan yang sangat indah membuat kita bersyukur masih bisa menikmatinya terpampang jelas di sepanjang Nagrek. Keindahan tebing, gunung, aliran sungai yang jernih, membuat perjalanan menjadi sangat singkat.

Sampai di Bandung gerimis menyambut kami, membuat kami memutuskan untuk masuk kota Bandung menyambangi sobat kami dari Bandung Nouvo Community.

Cuaca berkabut sedikit merepotkan kami dalam perjalanan Bandung-Puncak. Dingin nya cuaca memaksa kami untuk berhenti makan bubur dan menikmati segelas teh panas. Morning at Cibinong, Nunu’s house, Wangi ayam taliwang menggugah selera kami untuk mencicipinya. Special thank’s to Nunu’s Family & Tessa.

Okay here we are at home, lega, lelah, sumringah, senang, bangga, dan masih banyak lagi kata-kata untuk diucapkan mengenai Tour of Java (Jakarta- Kediri) berjarak total 1.917 km) bersama sobat Fino Owners Indonesia.

By Tyo

5 thoughts on “Fino Owners Indonesia (FOI) Tour of Java

  1. thx oom stephen…

    salam
    achobule

  2. Ini club Fino atau hanya kongkow bareng?

  3. wah keren, saya boleh gabung fb dari Foi, kebetulan saya juga penunggang Scooter jenis Fino dari Cilacap, salam kenal.

Leave a Reply