Selamat Jalan Bro Didik Yusuf…

24 Mei 2012. Bro Didik Nur Yusuf HTML #190 HORNET #40 dan rekannya Dody Aviantara sudah dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada hari Rabu sore (23/5/12). Keduanya adalah wartawan Majalah Angkasa dari peristiwa jatuhnya pesawat komersial Sukhoi Super Jet 100 di Gunung Salak (9/5/12). Sebelum dimakamkan, acara kedukaan didahului dengan doa bersama di Kantor Gramedia, Jl. Panjang, Jakarta Barat dan juga dirumah duka di Perumahan Puri Kartika Baru, Ciledug Tangerang.

Komunitas HTML (Honda Tiger Mailing List), HORNET (Honda Riders On The Internet), dan tentunya keluarga besar Gramedia Group dimana kedua korban tempat bekerja, jelas sangat kehilangan atas kepergian mereka.  Terlihat ratusan orang memadati ruangan lobby Gedung Gramedia untuk mengadakan doa bersama sebelum jenasah tiba. Semua awak media MotorPlus, Otomotif, dan karyawan  bawah payung Gramedia Grup ikut acara sholat jenazah untuk kedua rekan mereka.

Setelah lama menunggu, diiringi perasaan penuh duka, akhirnya kedua peti jenazah tersebut dan diserahkan secara simbolis kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan di Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Pada kesempatan acara ini Bro Dinar sebagai founder HTML meletakkan baju resmi HTML milik Didik Yusuf #190 di atas peti jenazah Bro Didik Yusuf.

Turut hadir segenap pimpinan kelompok usaha Kompas Gramedia, termasuk Jakob Oetama yang dikenal sebagai pendiri Harian Kompas dan Gramedia Grup. Kepergian kedua jurnalis Gramedia ini merupakan pengalaman iman dan kepercayaan kepada sang Khalik dalam kehidupan yang ditempuh manusia.

“Kedua anak muda yang telah meninggalkan kita, namun memberikan kesan bagi kami, maupun rekan-rekannya. Mereka anak muda yang mengerti dan menghayati suatu prinsip hidup bahwa berkarya, bekerja tidak setengah-setengah,” ujar Jakob Oetama sambutan acara penyerahan jenazah dari pihak perusahaan kepada pihak keluarga.

Jakob Oetama mengungkapkan semangat kedua wartawan Majalah Angkasa yang kini telah tiada tersebut seharusnya mengilhami rekan-rekannya di perusahaan untuk ringan hati melakukan pekerjaan. Hal tersebut terbukti dalam tugas penerbangan yang akhirnya berujung maut pada peristiwa nahas pada hari Rabu, 9 Mei 2012.

“Keduanya menunjukkan semangat bahwa bekerja itu ibadah, itulah yang menyertai ilham dan semangat pada rekan-rekannya. Peristiwa ini menjadi cobaan yang berat bagi keluarga, juga rekan dalam pekerjaannya. Namun, hanya dengan iman dan kepercayaan, maka seluruh keterpurukan dapat bangkit,” tutup Jakob.

Iring-iringan konvoi sepeda motor HTML dan HORNET membawa jenazah Didik Nur Yusuf ke rumah duka di Jalan Jambu, Perumahan Puri Kartika Baru, Ciledug, Kota Tangerang. Tidak lama kemudian jenazah langsung dibawa masuk kedalam rumah duka dan diletakkan di ruang tamu untuk disemayamkan beberapa saat. Terlihat para tetangga dan anggota HTML dan HORNET ikut pula meramaikan suasana rumah almarhum Bro Didik.

Setelah itu jenazah kemudian dibawa ke TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan dikawal oleh konvoi sepeda motor HTML dan HORNET dan beberapa nama klub motor yang lainnya. Tentu saja masyarakat, keluarga, dan para simpatisan yang lain ikut pula mengantar jenazah Bro Didik Yusuf.

Sampai di lokasi TPU Tanah Kusir, dua liang lahat saling berdampingan disiapkan untuk Alm. Bro Didik dan Dody. Selamat jalan Bro…

ALBUM PHOTO: Suasana di Gedung Gramedia, Perjalanan Ke Rumah dan TPU Tanah Kusir.

Leave a Reply