Diskusi Teknologi SKYACTIV Mazda CX-5

14 Mei 2012. Ibarat pepatah “Banyak jalan menuju Roma” seperti itulah produsen kendaraan baik mobil atau motor menciptakan mesin yang bertenaga, ramah lingkungan dan irit BBM. Sebagian ada yang memakai cara injeksi, hybrid, bahkan listrik untuk mencapai fuel efisiensi. Adapun produsen mobil asal Jepang, Mazda menciptakan mesin hemat bahan bakar yakni menerapkan teknologi SKYACTIV di mobil SUV Mazda CX 5 yang diluncurkan hari Kamis, 10 Mei 2012.

Untuk membahas lebih lanjut mengenai teknologi SKYACTIV, maka pada hari Jumat 11 Mei lalu PT Mazda Motor Indonesia (MMI) menggelar “Forum Diskusi SKYACTIV Technology Mazda CX5″ bersama 3 pembicara yang datang langsung dari Mazda Motor Corporation (MMC) Jepang yang dihadiri oleh para wartawan otomotif nasional, termasuk Tim Liputan SL.com yang ikut serta di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski.

Adapun para pembicara dari Mazda Jepang tersebut adalah, yang pertama Susumu Niinai, SKYACTIV Program Manager MMC, kedua Hideaki Tanaka Mazda CX-5 Program Manager MMC, ketiga Yoshito Iwauchi Mazda CX-5 Exterior Design MMC. Ketiganya ditemani oleh Keizo Okue President Director PT MMI .

Acara diskusi ini dan pembahasan soal mesin mobil Mazda ini berlangsung cukup menarik, informatif, bahkan sangat mendalam. Dalam hal ini Mazda mengaplikasikan ke-empat elemen SKYACTIV yakni SKYACTIV-G, SKYACTIV-DRIVE, SKYACTIV-BODY, dan SKYACTIV CHASSIS yang ada pada mobil terbarunya Mazda CX5.

Pembahasan dimulai dari SKYACTIV-G dan SKYACTIC-DRIVE. Dengan teknologi ini Mazda mengklaim memiliki perbandingan kompresi mesin yang lebih besar 13:1, bobot mesin lebih ringan, minim gesekan, dan efisiensi penggunaan BBM menjadi 15% lebih hemat (1 liter/16 KM) serta perpindahan gigi yang lebih smooth. Untuk memperoleh kemampuan maksimum mesin ini di anjurkan untuk menggunakan bahan bakar beroktan 92 atau lebih.

“Dengan teknologi SKYACTIV mobil-mobil lansiran Mazda lebih ramah lingkungan dan irit bahan bakar sebanding dengan mobil Hybrid,” kata Susumu Niinai.

Lebih lanjut lagi beliau menghimbau pemilik Mazda CX5 agar memakai bensin oktan tinggi agar mendapatkan performa terbaik dari mesin. Oktan rendah hanya digunakan jika keadaan darurat. Mazda CX-5 muncul perdana di Frankfurt Motor Show 2011, dan kini menjadi salah satu best seller car di Jepang.

Kemudian dilanjutkan ke SKYACTIV-BODY yang berpadu sempurna dengan rigidnya SKYACTIV-CHASSIS yang 14% lebih ringan dari chassis sebelumnya. Desainnya terinspirasi dari filosofi desain KODO, yang artinya ‘Soul of Motion’ atau gerakan cepat yang dimiliki seekor Cheetah. Mazda menerapkan desain ini agar mobil dapat bermanuver dengan lincah saat melintasi jalan yang berliku-liku.

Ditambah dengan sayap pada belakang mobil yang berfungsi untuk mengurangi turbulansi udara saat kendaraan dipacu pada kecepatan tinggi, kemudian flat design bagian kolong CX5 berfungsi agar mobil tidak limbung yang kerap ditemui pada mobil dengan ground clearance tinggi. Hmm.. sepertinya mobil SUV Mazda CX-5 ini mirip mobil balap dong.

ALBUM PHOTO

Leave a Reply