Komitment Safety Riding H.O.G Jakarta Chapter

image006

23 April 2012. Menegaskan artikel sebelumnya tentang Harley Owners Group (H.O.G) Jakarta Chapter yang telah sukses mengadakan “Pelatihan Safety Riding” di kalangan Harley Owners di lapangan Parkir Polda Metro Jaya hari Minggu, 22 April 2012. Bahwa satu hal yang perlu ditekankan disini adalah bagaimana komitmen H.O.G Jakarta Chapter dalam mendukung penuh upaya mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

Acara pelatihan ini lebih dulu dilakukan dengan sesi pengarahan di dalam ruangan yang diberikan oleh M Joel D Mastana, Direktur Safety Ride & Drive Center yang diikuti oleh sejumlah Harley owners. Adapun materi pengarahan yang disampaikan cukup padat untuk dijelaskan disini, namun salah satunya adalah teknik bagaimana cara mengangkat motor dalam posisi terjatuh, memarkir mundur sendiri, sampai cara menikung (cornering) yang baik dan benar. Dan yang paling penting adalah melatih pola mata.

“Kita tida cuma sekedar memahami rambu-rambu lalulintas dan menguasai pasal-pasal peraturan, tapi yang lebih penting menjaga sikap atau attitude sebagai pengendara. Misalnya saat mau belok pun kita tidak boleh melihat kebawah atau melihat jalan, tapi mata kita harus mencari situasi aman untuk menengok ke samping. Dengan begitu maka keseimbangan kita bisa terjaga,” kata orang yang akrab di panggil Bang Joel.

“Yang harus diperhatikan dalam mengendara adalah pola mata harus tegak lurus tidak melihat kebawah. Dengan kita melihat kebawah, keseimbangan akan hilang,” tambah Bang Joel.

M Joel D Mastana, Direktur Safety Ride & Drive Center

Pengereman pun, harus menggunakan 4 jari dan jangan menggunakan 1 jari untuk melakukan pengereman. Jika merem hanya menggunakan 1 jari saja bisa berakibat fatal. Karena tidak ada kekuatan penuh untuk merem terutama dalam keadaan motor melaju kencang.

Untuk masalah yang selalu dihadapi oleh bikers adalah jalan-jalan raya yang berlobang. “Selalu kita kalau kena jalan yang berlobang, pasti kita merem saat terkena jalan lobang dan itu salah dapat mengakibatkan kecelakaan. Jita kita kena jalan berlobang, sebaiknya jangan direm karena kita mendapat daya dorongan sehingga tidak terjatuh dari motor,” tambah Bang Joel.

Bang Joel yang sudah mendapatkan Sertifikasi dari Australia dan Jepang ini akan membuat sertifikasi bekerja sama dengan Pihak Kepolisian Republik Indonesia karena di Indonesia sendiri belum ada sertifikasi untuk Safety Riding
Pengereman Darurat.

Dibawah ini ada beberapa point penting untuk pengereman mendadak, antara lain: 1. Kepala dan mata tegak lurus – jaga sudut pandang anda horizontal; 2. Gunakan rem depan dan kopling; 3. Gunakan rem belakang – segera setelah rem depan; 4. Lutut menempel ke tangki – tahan agar tidak tergelincir maju dan tahan tubuh anda; 5. Telapak kaki menginjak pedal – semakin rendah pusat gravitasi semakin baik keseimbangannya; 6. Kurangi gigi sambil menggenggam kopling dan jangan gunakan gas.

Dibawah ini adalah teknik untuk pengereman menghindar yang diikuti dengan cara pengereman darurat: 1. Periksa jalur keluar dan selalu perhatikan spion. Berlatihlah mengerem sampai paham betul dengan jarak henti yang sebenarnya; 2. Saat berpindah jalur, lepaskan rem, lalu lakukan pindah jalur

Tips mengendarai sepeda motor yang aman, adalah kendarai motor anda di jalur kiri jalan, kecuali anda akan menyusul dan usahakan untuk segera kembali ke jalur kiri; dan jaga jarak aman (60 km/jam atau jarak minimum 2 detik).

Jangan pernah lupa pakai helm, dan ikat dengan benar

Prinsip Manajemen Perjalanan, antara lain: 1. Pengaturan waktu keberangkatan; 2. Variatif jalu keberangkatan; 3. Persiapan diri dan perlengkapan; 4. Kesiapan kendaraan; 5. Surat identitas diri dan kendaraan.

NOTE: Tulisan diatas hanya sebagian kecil dari seluruh presentasi Bang Joel dalam acara pelatihan Pelatihan Safety Riding H.O.G Jakarta Chapter yang berlangsung di dalam ruangan Polda Metro Jaya, pada hari Minggu 22 April 2012.

ALBUM PHOTO

Leave a Reply