Minyak Pelumas Khusus Motor Matic

IMGP1866-1
Skutik Honda Beat 2009 Dipakai Jelajah Jawa-Bali 3000 Km

Jakarta, 20 Juni 2009.  Ketika saya menulis artikel ini, satu lagi motor skutik (scooter matic) hadir meramaikan pasar motor Indonesia, yaitu Minerva Skutik Sport GTR150.

Sejak pertama kali motor skutik hadir di Indonesia, kalau tidak salah awalnya merek Kymco tahun 2000, kini hampir semua pabrikan besar di Indonesia  sudah memproduksi dan menjual motor skutik, sebut saja ATPM Yamaha, Honda, Suzuki, Piaggio, Minerva, dan mungkin beberapa merek lain bakal hadir juga.

Tentu saja pasar motor skutik pada saat ini menjadi “celah bisnis” bagi produsen pelumas untuk menjual produk pelumas-nya yang khusus dipergunakan untuk motor skutik.

Kali ini tidak ada salahnya kalau kita mau mengenal lebih jauh mengenai sistim pelumasan motor skutik yang memang berbeda dengan sistim pelumasan di motor biasa (motor manual/kopling maupun motor lainnya).

Sebuah artikel dibawah ini saya kutip dari website honda-beat-club namun sedikit mengalami perbaikan agar bacaan jadi lebih enak dipahami.Artikel ini lebih khusus  membicarakan tentang lubrikasi atau pelumasan khusus di motor skutik (skuter bebek matic).

Kita ketahui, Honda Beat adalah salah satu dari sekian motor skutik beredar di Indonesia, dan semoga artikel yang disajikan dibawah ini akan dapat mewakili pengetahuan kita tentang sistim lubrikasi atau pelumasan di motor skutik.

Sistem lubrikasi atau pelumasan sebuah mesin motor dapat dibedakan berdasarkan dengan kontruksi mesin menjadi: Wet Pump  dan Dry Pump.

Sepeda motor dengan mesin 4Tak umumnya menganut sistem  Wet Pump (pompa basah), dan berdasarkan kontruksi Clutch & Transmission-nya yang dibagi lagi menjadi: Wet Clutch dan Dry Clutch.

Mesin-mesin motor manual bebek dan sport lazimnya masih menggunakan sistim Wet Clutch, sedang yang mengaplikasikan sistem Dry Clutch adalah: motor hi-performa motorsport (Ducati), motor classic, dan scooter dengan CVT (Continuously Variable Transmission).

Khusus untuk skutik dengan sistem CVT, sistem lubrikasi atau pelumasan menggunakan dengan metode Wet Pump tetapi dengan spesifikasi oli atau pelumas tertentu.

Secara konstruksi mesin skutik memiliki jumlah internal rotating parts yang lebih sedikit dibanding motor manual sport/bebek, karena mesin skutik tidak memiliki internal gearbox dan Clutch Drive Train.

Oleh karena itulah debit atau kecepatan (V) fluida oli pelumas didalam mesin skutik lebih rendah karena tidak adanya hambatan baik berupa friction mechanical-shear-impact, tapi sebaliknya tekanan (P) oli pelumas justru lebih tinggi.

Untuk oli pelumas mesin itu sendiri, sebenarnya ada dua hal penting yang harus digaris bawahi adalah:

Service qualification, menyangkut masalah kualitas oli pelumas berdasarkan standarisasi teknologi/tahun.

Tambahan: Kualifikasi tertinggi saat ini adalah SM (as per API 2006 ).

apiservice

SAE Viscositas Grade Class, menyangtut range temperatur operational mesin berdasarkan enviromental conditional. Misalkan suhu yang ekstreme di daerah gurun-tropis sampai di wilayah kutub/antartika.

rangeoperationviscosity

Oli pelumas mesin skutik identik dengan oli pelumas pada mobil, karena menganut Dry Clutch. Oli motor manual bebek dan sport jauh lubih rumit karena perlunya aditive anti slip kopling maupun anti wear atau friction pada gear box ratio.

Khusus untuk motor skutik yang dipasarkan di Indonesia, khususnya kontruksi mesin motor Skutik merek Suzuki (Spin-Skywave-Skydrive) mungkin rada unik, karena kontruksi generator (dinamo) menganut sistem basah, oleh karena itu motor skutik merek Honda & Yamaha menggunakan pelumas dengan volume 0,8 liter, maka merek Suzuki dengan pelumas sebanyak 1 liter.

Karakter RPM mesin Skutik dan non-Skutik hanya bisa dibedakan berdasarkan POWER BAND-nya. sebesar apapun modifikasi disektor mesin pada skutik, ‘Peak Horse Power’ dan ‘Torque’ pada skutik selalu diperoleh dibawah 8000RPM. Hal ini karena limiter pada motor skutik bukan pada sistem pengapiannya, tetapi justru pada mekanikal CVT.

Pada mesin skutik semakin tinggi RPM-nya, maka akan semakin tinggi pula oil pressure (P) sehingga akan semakin tinggi temperatur. Hal yang menjadi catatan khsususnya pada oli mesin skutik yaitu leak rate, karena leak rate pada motor skutik cenderung lebih tinggi, dan parameter untuk mengukurnya adalah :

  • warna element air filter pada skutik lebih cepat gelap / lembab dibanding bebek / sport
  • oil loss yang tinggi pada saat ganti oli.

API service tertinggi oli yang dipasarkan untuk motor skutik di Indonesia adalah SL (Pertamina Enduro Matic), sedangkan Aditive Oli yang lazim ditambahkan pada oli pleumas skutik adalah Molydenum (MOS2), ini bisa kita lihat pada oli Pertamina Enduro Matic dan Yamalube.  Sedang oli merk lainnya masih di grade SG dan SJ.

enduro_matic_botol

Ilustrasi Pelumas Multigrade SAE 10W-30 (Pertamina Enduro Matic)

Banyak pengguna pelumas belum mampu memahami viskositas pelumas baik yang multigrade maupun monograde.

Gambaran sederhana mengenai viskositas multigrade SAE 10W-30 ini, kira-kira sebagai berikut, pelumas ini akan mengalir dan tertuang seperti pelumas encer dengan SAE 10W pada temperature yang sangat rendah namun kekentalannya tetap terjaga seperti SAE 30 pada temperature operasi mesin. Tetap terjaga pada temperature mesin yang panas karena adanya penambahan aditif khusus yang dapat memperbaiki indeks viskositasnya serta akibat bahan dasar pelumasnya sendiri yang relative kental.

Sumber: www.pertaminaracing.com

One thought on “Minyak Pelumas Khusus Motor Matic

  1. Trima kasih atas info’y
    Klo boleh tau penyakit yang sering dialami beat di bagian apa yah?
    Klo misalkan ada kerusakan saya jd tau….

Leave a Reply