Bangkok Motor Show 2012: Merangsang Pertumbuhan Ekonomi Dari Industri Mobil

image006

5 April 2012. Banyak hal yang bisa dipelajari saat mengunjungi Bangkok Motor Show 2012 di Impact Challenger Muangthong Thani, Bangkok Thailand yang di buka pada tanggal 27 Februari 2012 yang lalu. Kali ini, redaktur Tabloid Ototrend (Jawa Pos Group), Bro Yudy Hananta asal Surabaya berbagi cerita. Yuk kita simak apa kata Bro Yudi tentang Bangkok International Motor Show 2012 atau disingkat BIMS 2012: 

Salah satu yang bisa di pelajari dari BIMS 2012 adalah mengintip apa yang dilakukan pemerintah Thailand untuk ‘menstimulasi’ pertumbuhan ekonominya. Dr. Prachin Eamlumnow, President and CEO Grand Prix International, penyelenggara Bangkok International Motorshow 2012 ogah dibilang pemerintah Thailand ‘menggerakkan’ ekonomi, karena menurut pria ramah yang ditemui Ototrend secara eksklusif ini ‘menggerakkan’ ekonomi berarti sebelumnya ekonomi tersebut terhenti. Di Thailand ekonomi tidak berhenti tetapi bergerak terus dan sekarang ini sedang ‘dirangsang atau distimulasi’ agar lebih bisa berakselerasi maju lagi.

Dr. Prachin Eamlumnow, President and CEO Grand Prix International, penyelenggara Bangkok International Motor Show 2012 bersama Bro Yudi Hananta Ototrend

Ada dua cara ‘out of the box’ yang dilakukan pemerintah Yingluck Shinawatra ini yakni dengan membuat “product champion” dan “first car scheme”. Seperti diketahui Thailand saat ini mempunyai product champion atau produk unggulan yakni mobil pick up yang memang bak kacang goreng di jalanan Thailand. Mobil pick up sudah 100 persen bikinan Thailand dan Thailand adalah negara kedua produsen mobil pick up setelah Amerika.

Nah, sejak lima tahun lalu, Dr. Prachin terus mendorong pemerintah untuk mencanangkan product champion lagi, yakni eco car. Dr. Prachin yang memang mempunyai banyak koneksi dengan pabrikan mobil di Thailand ini menggalang opini dan masukan dari mereka tentang mobil apa yang cocok untuk dijadikan product champion ini.

Dan akhirnya ditemukanlah kata sepakat yakni mobil berkapasitas mesin 1200 cc, mempunyai kadar emisi 0.05 kg/km, riset and developmentnya harus dilakukan di dalam negeri Thailand meskipun produk partnya belum tentu full buatan Thailand. Pemerintah-pun menyetujui soal spesifikasi teknis eco car ini dengan memberikan subsidi pajak yang besarannya berbeda untuk setiap pabrikan yang mempu memproduksi eco car.

Dr. Prachin Eamlumnow, President and CEO Grand Prix International, penyelenggara Bangkok International Motor Show 2012 memberikan sambutan pembukaan pameran hari Selasa, 27/3/12

Tercatat ada 8 pabrikan yang sepakat memproduksi eco car sebanyak 100 ribu unit dalam finansial year untuk dijual di dalam negeri atau diekspor yakni Toyota, Honda, Daihatsu, Mazda, Mitsubishi, Nissan, VW dan Mazda. Tahun lalu, Nissan meluncurkan March 1200 cc dan Honda mengandalkan Brio 1198 cc sebagai eco car, sedangkan di BIMS 2012 tahun ini keluarga eco car bertambah ada Mitsubishi Mirage 1200 cc dan Suzuki Swift 1200 cc.

“Ide membuat eco car ini adalah untuk membuat demand baru atas sebuah mobil jadi tidak sekedar mengembangkan mobil yang sudah ada. Apalagi didukung pemerintah dengan subsidi pajak jadi harganyapun bisa ditekan,” bilang Dr. Prachin.

Eco car ini hemat energi karena berkapasitas mesin 1200 cc, tetapi diseting dengan tenaga mesin yang masih mumpuni sehingga kompresi mesin disetel tinggi akhirnya harus menggunakan bensin beroktan tinggi so pasti kadar emisi menjadi rendah dan ujung-ujungnya akan menyelamatkan lingkungan.

Nissan March Nismo @Bangkok International Motor Show 2012

Bisa dikatakan eco car ini adalah proyek jangka panjang dengan visi dan misi panjang. “Saving the earth in the long run sekaligus stimulate ekonomi in the short run,” tukas Dr. Prachin.

Harga mobil-mobil kategori eco car ini sekitar 300 – 500 ribu Baht (Rp. 90 – 150 juta). “Meski begitu yang laku adalah eco car yang harganya mendekati 500 ribu Baht, karena orang Thailand gengsi bermobilnya besar sekali. Tidak akan mau beli mobil yang minim fitur!” kekeh pria flamboyan yang ramah ini.

Bicara soal gengsi bermobil yang tinggi, pemerintah Thailand punya satu lagi cara yang briliant dalam ‘merangsang’ ekonomi via industri roda empat yakni dengan sistem ‘first car scheme’. Program ini hanya untuk tahun 2012 dan belum tentu tahun depan akan ada lagi. Jadi benar-benar program sesaat untuk mengakselerasi ekonomi.

Caranya adalah pemerintah Thailand merangsang lewat industri roda empat dengan cara memberi subsidi maksimal 100 ribu baht kepada pabrikan yang mengeluarkan mobil berkapasitas mesin dibawah 1500 cc dan 5 seater passenger car. Sehingga, pabrikan berlomba-lomba membuat mobil dengan spesifikasi ini, contohnya Honda mengandalkan Honda City yang berkapasitas mesin 1500 cc, Honda Brio yang berkapasitas mesin 1198 cc.

Suzuki Swift @Bangkok International Motor Show 2012

Lalu Ford juga mengeluarkan Ford Fiesta berkapasitas mesin 1400 cc padahal sebelumnya telah beredar Ford Fiesta 1500 cc dan 1600 cc. Nissan tidak mau ketinggalan untuk memanfaatkan momen ini. Mengandalkan mesin Nissan March yang 1200 cc, tahun ini di BIMS 2012, Nissan Motor Thailand meluncurkan Nissan Almera. Jadi Nissan berpartisipasi di proyek pemerintah eco car lewat March sekaligus mendulang Baht di proyek first car scheme lewat Almera.

Subsidi first car scheme ini diberikan kepada pembeli berusia di bawah 25 tahun, belum pernah memiliki mobil sama sekali dan kepemilikan mobil harus 5 tahun dan subsidi akan dibagi rata dipotongkan ke pembayaran pajak mobil per tahunnya.

“City 1500 cc mendapatkan subsidi sekitar 80 ribu Baht dan angka ini dipotongkan ke dalam pajak yang dibayarkan dalam lima tahun secara merata. Jadi per tahun pajak mobil ini dikurangi 16 ribu Baht,” bilang pria yang mengoleksi mobil mewah seperti Rolls Royce ini.

Deretan Gadis Cantik & Sexy Hyundai @Bangkok International Motor Show 2012

Penduduk Thailand dengan ekonomi kelas menengah mencapai 55 persen sehingga segmen ini perlu terus dirangsang untuk terus ‘bergerak’ untuk menggerakkan ekonomi secara keseluruhan. Apalagi sejak bulan Maret 2012 lalu, pemerintahan baru ini menetapkan upah minimum regional yakni 300 baht per hari untuk pekerja paling rendah. Ini juga menjadi euforia menumbuhkan orang kaya baru yang pasti akan menomorsatukan membeli mobil daripada rumah.

“Orang Thailand gengsinya besar di roda empat bukan di rumah atau fashion,” senyum Dr. Prachin. Meskipun sudah ada dua cara cerdas pemerintah Thailand untuk merangsang pertumbuhan ekonomi negaranya, tetapi bicara industri gaya hidup Thailand tak kalah menariknya! Seperti apa gaya hidup bermobil Thailand?

Sumber: Yudy Hananta Ototrend

Leave a Reply