Sensasi MotoGP Sepang 2011 dari Fepy

25 November 2011. Bro.. ketika SL.com lagi di Paddock Sepang hari Minggu 23 Oktober 2011, sempat bertemu dengan pembaca asal Bali. Ia adalah Fepy Soneta, datang ke Malaysia bersama suami tercinta. Karena kesibukan sesi pemotretan menyambut pembalap di pintu gerbang SIC, maka SL.om minta Fepy bikin cerita soal MotoGP Sepang. Nih.. ceritanya. 

Saya (Fepy Soneta Immanuel) adalah penggemar MotoGP, walaupun udah menjadi ibu rumah tangga dan satu anak, keluarga kecil saya menyukai sport. Suami suka sepakbola, anak suka dengan balapan F1 dan tentu saya juga suka MotoGP.

Untuk menjawab rasa penasaran tentang MotoGP, maka saya bersama suami terbang ke Malaysia dengan satu tujuan, yaitu menonton balapan MotoGP Sepang 2011 secara langsung di Sepang International Circuit (SIC). Kami terbang dengan flight Air Asia dengan biaya p/p dua orang adalah Rp. 2.579.000.

Sesuai janji dengan seorang teman di Malaysia, maka setibanya kami di KLIA (Kuala Lumpur International Airport) kami langsung dijemput oleh teman kami orang Malaysia, jika tidak maka kami harus bayar RM45 atau Rp. 126.000 untuk menuju Hotel Empress Bukit Salak Tinggi yang ditempuh hanya 15 menit dari airport.

Hotel Empress Bukit Salak Tinggi hampir setara dengan hotel bintang tiga, dimana kami sudah membooking hotel ini sejak 3 bulan sebelum balapan MotoGP. Ya, kita ketahui, jika tidak dari jauh-jauh hari booking hotel, maka kita akan sulit dapat kamar pada saat event MotoGP. Kalaupun ada, lokasinya pasti jauh di kota Kuala Lumpur dan ini membutuhkan waktu tempuh sekitar 1 jam (kalau lancar).

Kami menempati kamar supperior dengan rate Rp.600.000 per malam. Kamarnya lumayan bagus, ada air panas, AC, TV, ruangan cukup nyaman dan tentu saja free breakfast dengan sajian menu Malaysian dan Western. Ooh.. tentu saja The Indonesian food is the BEST! For us.

Penulis, Fepy Soneta Immanuel asal Bali di Petronas Twin Towers KL Malaysia

Pada malam hari, Sabtu 22 Oktober 2011 teman kami asal Malaysia mengajak hanging out ke kota Kuala Lumpur (KL) dan ternyata benar sekali, jarak antara Sepang–KL lumayan jauh, butuh waktu sekitar 45 menit dengan catatan jika perjalanan lancar. Tiba di KL kami langsung menuju menara kembar Petronas Twin Towers dan mampir ke Suria Mall. Wow besar banget mall-nya, banyak butik dan produk branded yang asli.

Saat itu di sekitar depan mall lagi ada display motor MotoGP Yamaha, jadi kami bisa berfoto dengan motor balap Jorge Lorenzo dan Ben Spies, walaupun kedua pembalap Yamaha tersebut akhirnya tidak ikut berlaga di puncak MotoGP Sepang 2011. Ya, tentu saja wisata KL ini tidak luput urusan belanja untuk beberapa souvenir Petronas Twin Towers, lumayan sih dapat 3 baju seharga Rp.200.000, gantungan kunci dan lain-lainya senilai Rp.125.000.

Setelah puas menyusuri KL, kamipun menuju ke Jalan Petaling atau China Town. Wah.. ini seperti pasar malamnya di Indonesia. Disini dijual barang-barang branded yang aspal (asli tapi palsu). Saya hanya membeli 2 buah tas keluaran merek Italia, seharga Rp.200.000, 5 buah Tshirt Rp.75.000 dan disini kita harus pintar-pintar menawar dan jangan takut.

Penulis, Fepy Soneta Immanuel asal Bali bersama Suami di KL Malaysia

Setelah puas shopping oleh-oleh, maka kami lanjutkan jalan-jalan menuju Restoran India yang berada di depan Jalan Petaling, karena teman saya asli orang Malaysia ini adalah seorang muslim maka dia tidak berani makan di areal Jalan Petaling ini. Mungkin karena penjualnya mayoritas Chinesse, tentunya disana banyak sajian makanan berkode “bb”.

Setelah tiba di restoran, kami pesan nasi goreng mamak style, chicken tandoori, roti nan, nasi briyani dan juice anggur, dengan total Rp.100.000 untuk tiga orang. Wow.. lumayan murah. Selesai makan malam, kami kembali menyusuri jalan-jalan di KL, dan berhenti di depan Gedung Mahkamah yang mana warna gedungnya bisa berubah-rubah dari warna ungu, merah, pink, hijau.. karna sorotan lampunya.

Setelah puas nongkrong ternyata waktu sudah menunjuk angka jam 1.20 dinihari, maka kami minta diantar ke hotel kembali karena besok pagi jam 7.00 kami sudah harus siap menuju Sepang International Circuit (SIC).

Hari Minggu, 23 Oktober 2011 pukul 07.00 kami sudah bersiap menuju ke SIC, tapi sebelumnya kami sarapan dulu di hotel dulu. Wah.. ternyata ada banyak sekali tamu hotel yang juga punya tujuan sama, yaitu menuju SIC. Kebanyakan tamu datang dari Australia dan Japan. Setelah breakfast, kami mendaftar tiket shuttle bus hotel ke SIC dengan biaya antar-jemput Rp.80.000 per orang. Ini masih lumayan daripada pulangnya harus antre bus di Sepang butuh waktu sampai 3 jam!

Setibanya di SIC, kami di turunkan di depan Petronas Station dan kami harus berjalan kaki menuju Welcome Area SIC sekitar 3 kilometer. Ini dia.. baru kali ini saya jalan jauh, tapi karena jalan kaki ramai-ramai dengan teman-teman dari berbagai negara ini, jadi sayapun jadi ikut bersemangat.

Sesampai di Welcome Area SIC sekitar pukul 09.00, terasa eforianya sudah lain banget dibandingkan nonton di televisi. Terdengar raungan gas motor yang pada saat itu Kelas 125cc sedang melakukan warm up dimana situasi SIC masih belum terlalu ramai, maka kami sempat berbelanja dulu di SIC Merchandise Shop.

Kami membeli 2 tshirt Rp.250.000 dan itu yang termurah karena merchandise yang lain-lain-nya muahal bgt! Rata-rata diatas Rp.300.000. Setelah itu, sesuai ID Card yang kami miliki, kamipun menuju ke area VIP Paddock Village Lounge (Paddock Area) yag berada tepat diatas pit Repsol Honda Team. Untuk Honda, saya punya team rider kesayangan yaitu Dani Pedrosa! Dan saya merasa kasihan dengan suami karena pembalap favorit JL dan Ben Spies lagi absen.

Setelah mendaftarkan diri dan di persilahkan menuju meja kami oleh petugas VIP Paddock Vilage Lounge yang cantik dan ramah banget. Kami duduk sambil menikmati snack dan minuman yang sudah di sediakan, tapi dikarenakan tadi di hotel sudah sarapan, maka kami tidak lagi sarapan untuk ke 2-x nya di lounge ini.

Setelah itu kami di beri kartu ID khusus paddock pass untuk turun bisa kebawah menuju paddock di belakang pit area. Wah saya beruntung datang tepat waktu, karena disaat para pembalap mulai berdatangan saya bisa langsung berdiri di depan pintu masuknya. Saya memang harus berjuang dan berani untuk mendekati mereka, karena banyak sekali pers, media dan fans yang ngumpul di area tersebut.

Satu persatu saya cegat para pembalap terkenal untuk sekedar minta tanda tangan dan foto, mulai dari De Angelis, Takahasi, Aoyama, Hayden, Bautista, Barbera, Karel Abraham, Elias, Edwards, De Puniet, Marco Simoncelli (bahkan saya sempat memeluk Marco sesaat) dan masih banyak lagi yang mana saya ingat wajah, tapi lupa nama namanya.

Untuk tiga rider Dani Pedrosa, Stoner dan Rossi sangat susah untuk bisa diajak berfoto, karena fans mereka begitu banya. Saya sempat kena omelan dari Rossi karena tidak sengaja mendorong tangan kanan nya karena saya ingin berfoto dengannya. “Hey don’t puss don’t puss” hehehe… akhirnya saya dapat tanda tangan dari ketiga pembalap ini dengan perjuangan yang berat.

Nah.. lagi sibuk-sibuk mencegat pembalap, saya beruntung bertemu dengan SL.com yang kebetulan lagi asyik memotret-motret pembalap juga. Wah.. ternyata orangnya ramah banget dan saya jadi malu karena sudah sering bertanya soal informasi yang disajikan dari website SL.com. Hehehe.. but anyway thank you untuk sharing-sharingnya dari SL.com.

Setelah semua pembalap sudah lengkap dan tidak ada lagi yang datang, maka saya langsung menyusuri area sekitar paddock. Saya coba mengejar Jeremy Burgess, tapi dia gesit banget. Saya sempat ketemu si Uccio sahabat nya VR 46 dan sempat foto bareng. Juga foto bareng dengan mekanik VR yg rambunya di belah 3 selalu pake kacamata item, serem tapi ramah lho.. hehehe.. pake peluk-peluk segala.

Saya pantau si-Elias nih yang paling suka nongkrong diluar, dan giliran saya minta foto lagi ama dia.. eh dipeluk lagi, aduh untung suami pengertian deh jadi fotografer pribadi ku hehehe.. Setelah puas berkeliling di area paddock, maka kami pun kembali ke VIP Lounge untuk acara selanjutnya sebelum race dimulai, yaitu Pit Lane Walk.

Tidak sembarang ID pass boleh masuk ke area Pit Lane. Kami ramai-ramai turun ke depan garasi pembalap yang berhadapan langsung dengan tribune grandstand. Dari sini kami bisa melihat secara langsung dari setiap garasi team pembalap yang lagi setting motor balapnya. Waktu untuk Pit Lane Walk sangat singkat, sekitar 20 menit dan kami harus meninggalkan area tersebut secepatnya.

Race Kelas 125cc dimulai dan kami duduk manis di VIP Paddock Lounge sambil menikmati makan siang yang sudah di sediakan khusus di dalam ruangan tersebut. Setelah race Kelas 125cc kemudian kelas Moto2.

Untuk kelas MotoGP, kami berinisiatif untuk menonton dari lantai 3, yaitu top roof Paddock SIC. Untung cuaca tidak terlalu panas, dan kami mencari tempat tepat di sebelah kanan atas podium. Walaupun kami harus rela berdiri, tapi kami sangat menikmatinya. Pada saat start terdengar derungan mesin motor kelas MotoGP yang sangat garang, lebih galak dari pada kelas Moto2 yang kami anggap serem bahkan bikin telinga jadi sakit.

Tapi inilah balapan motor yang sesungguhnya hehe.. apalagi pembalap favorit ku sedang ada di depan garis start, Dani Pedrosa!, Saya berteriak teriak dari lantai 3 untuk menyemangatinya, peduli amat dengan orang-orang yang disekitar yang penting semangat dan PD nya tinggi aja. Tapi, sayang sekali baru memasuki lap ke dua mendadak suasana menjadi lain. Penonton mendadak berteriak lain seolah lagi ada kecelakaan, soalnya tempat kami berdiri tidak ada layar LCD besar.

Lalu kami melihat kebawah, para pembalap mulai masuk ke pit masing-masing dan setelah itu kami menunggu berita apa yang terjadi. Menurut beberapa penonton di sekitar kami, katanya ada kecelakaan dan kemungkinan race di batalkan. Wah.. tak lama kemudian penonton diarea grandstand mulai ribut bahkan melempar botol dan sampah ke arena lintasan sambil mengumpat.

Kami jadi takut.. pikiran kami jika penonton marah karen race dibatalkan, maka bisa terjadi kerusuhan. Ooh ternyata tidak ada, tapi tambah penasaran dengan apa yg terjadi race sampai dibatalkan. Lalu kami turun dan masuk ke area paddock di lantai dasar. Ternyata disana sudah banyak pembalap dari semua kelas mulai muncul di sekitar areal paddock.

Wajah para pembalap terlihat sedih, murung, dan saya memberanikan diri bertanya yang kebetulan di samping saya ada Passini, Raffaelle de Rosa, Dovisiozo dan Iannone dan mereka bilang tadi ada kecelakaan antara Simoncelli, Edwards dan Rossi. Yang parah, Simoncelli sampai pingsan dan akhirnya meninggal dunia.

Kami sangat sangat shock, terlebih saya pribadi sempat terharu menangis di belakang garasi Honda Gresini Racing. Saya lihat Aoyama juga begitu sedih, Kru Honda Gresini, dan semua orang yang berada di sekitar paddock semua sangat sedih. Lalu, saya bilang ke suami, sudah jangan lagi berfoto, karena Paddock MotoGP Sepang ini dalam suasan berkabung.

Padahal waktu itu pas banget, kalau saya ingin berfoto dan mengenal lebih dekat dengan pembalap kelas dunia ini semuanya lengkap. Di belakang tempat saya berdiri ada iannone, De rosa, Passini, Dovi. Di samping saya ada Elias, Cruthlow, Hopkins, Nicolas Terol dan masih banyak lagi. Wuih.. mereka bener-benar ganteng banget! Hihihi.. (mommy genit nih).

Yaah.. apa boleh buat waktu sudah menunjuk jam 6 sore, dan kami pun tidak bisa lagi berlama lama berkabung dengan mereka  di paddock, maka kami pun harus tepat waktu jam 7 harus siap di tempat semula kami diantar oleh shuttle bus hotel. Saya melangkah dengan perasaan gado-gado, antara suka, duka, dan capek.

Tapi inilah pengalaman berharga yang menjadi sesuatu banget buat saya pribadi. Saya menjadi saksi untuk pembalap Simoncelli di MotoGP Sepang 2011 dan hal ini membuat saya ingin dan ingin kembali menonton live race di SIC, walaupun dengan penuh perjuangan tapi itu merupakan kepuasan tersendiri buat saya.

Setelah itu kami akhirnya sudah tiba di Petronas Station yang berjarak kurang lebih 3 Km itu dari Sirkuit dan kami sudah ditunggu oleh shuttle bus hotel kami. Disana kami sempat melihat antrian panjang sekali dari orang-orang yang lagi pada antri mau naik bus tujuan KL Sentral. Kami beruntung karena kami tidak harus antre yang kabarnya bisa lebih dari 3 jam.

Sampai di hotel lalu kami mandi, dan mencari tempat makan yang ada di sekitar hotel,kami memesan mie goreng chinesse style dan teh tarik semuanya dibayar dengan harga Rp.80.000. Kemudian kami kembali ke hotel dan istirahat tidur.

Pada esok harinya, Senin 24 Oktober 2011 tepat pukul 08.00 pagi kami bangun dan harus sudah bersiap untuk check out paling lambat jam 12.00. Sedangkan pesawat Air Asia tujuan Denpasar Bali pada jam 17.00.

Setelah sarapan dan packing, kami berjalan-jalan di sekitar hotel dan membeli beberapa bumbu masakan melayu dan india,total biaya Rp.70.000. Kami ke hotel dan check-out hotel pukul 12.00, dan kami langsung menuju ke KLIA dengan taxi seharga Rp.80.000. Setelah tiba di LCCT jam 12.30 siang maka kami pun mencari makan siang sembari menunggu waktunya check in flight Air Asia.

Kami membeli paket nasi, ayam, kentang, coke dan salad di Mary Brown dengan harga total Rp.75.000. Usai makan siang, lalu kami check in flight dan tidak lupa membeli beberapa chocolate dan sudah tentu mobil replika F1 Felipe Massa sebagai titipan anak kami dengan harga total Rp.275.000.

Lalu kami menunggu untuk boarding pesawat yang pada sore hari itu lagi hujan deras sekali disekitar bandara KLIA. Setelah jam 5 sore pesawat kami pun take off meninggalkan KLIA dengan penuh kenangan manis. Dalam hati saya ingin kembali lagi tahun mengajak serta anak saya dan suami sambil menikmati aksi para pembalap di SIC lagi.

Kami tiba di Denpasar dengan selamat pukul 20.00 WITA tapi selama di pesawat sering kali terjadi turbulance karena cuaca buruk. Namun kami sangat senang bisa kembali ke rumah, bertemu dengan anak dan berkumpul bersama keluarga di rumah.

Info tambahan :

1. Paket VIP Paddock Village Lounge dibeli secara online via www.MotoGP.com dengan fasilitas meliputi free parking di areal parking belakang paddock (sayang kami tidak membawa mobil pribadi dan free parking seharga Rp. 400.000 ini terbuang percuma). Kemudian mendapatkan MotoGP Magazine, breakfast buffet, lunch buffet dan snack bar yang sepanjang hari selama kami berada di lounge. Ruangan AC, LCD TV, kartu paddock pass, pitlane walk tour, dan games. Untuk games hadiahnya naik mobil safety car. Harga VIP Paddock Village Lounge  ini sekitar Rp.6.500.000 per orang, sedangkan untuk dua orang Rp. 13 juta.

2. Dari kedatangan, menuju hotel dan jalan jalan ke KL kami diantar oleh teman kami dari Malaysia, jadi kami tidak menghitung biaya transportasinya yang katanya sih.. untuk sekali jalan naik taksi ke kota KL biayanya sampai Rp.500.000.-

Rincian total biaya untuk 2 orang:
VIP Paddock Village Lounge Rp.13.000.000
Air Asia Rp.2.579.000 (pulang pergi)
Airport Tax Ngurah Rai Airport Bali Rp. 300.000
Hotel di Sepang Rp.1.200.000
Oleh-oleh dan makan Rp.1.910.000
Kurang lebih dana yang diperlukan Rp. 20 juta (untuk sepasang).

Terkadang hobby atau impian kita itu memerlukan uang ekstra tapi itulah kepuasan kami tersendiri. Tapi kami bisa mewujudkan impian itu dengan menabung mulai dari yang kecil.

Ditulis oleh: Fepy Soneta Immanuel asal Bali

3 thoughts on “Sensasi MotoGP Sepang 2011 dari Fepy

  1. mksh pak mba Fepy dan pak SL buat cerita dan infonya. Sangat menambah informasi untuk saya yang berencana ke Sepang tahun depan :))

  2. Senang sekali bs ngebaca ulasan mbak fepy, jd mengingat kembali pengalaman sepang 2011 kmaren, krn aku jg Ada disitu..
    kebetulan brngkt kesana sendirian dgn last flight air Asia malam minggu Dan Tiba di LCCT kira2 pukul 00.30(Local time) yg brrti 23.30wib, lagsung cari takao menuju hotel disarray Nilai & minta dipick minggu kira2 pukul 10.00am
    Beli ticket dapet yg early bird untuk “Main grandstand” n posisi tepat diatas garis start..
    Saying skali dgn kejadian simoncelli, Dan sepertinya informasi di layar tv lebih cepat dibanding dilapangan, mengingat say a mengetahui Kalo race cancel itu dr bbm grup, bergegaslah menuju sky bus mengingat flightku jam 19.00pm, Fiuu.. What a tight sched..
    Apapun yg terjadi, meski race dilanjutkan saya tetap balik ke LCCT, krn takut telat boarding… Hhuahaaaaa…
    Sori kale kebanyakkan nulis ya nih omm…
    Kalo Ada yg mau join next year ku udah ada 2-3 orang temen yg mau gabung..
    Mungkin bagi yg mau brngkt bareng kita rame2 kesana, krn jujur, iri liat yg dateng beramai2..
    Klo Ada yg mau nanya2 boleh deh diemail di ifan056@gmail.com

  3. Mau tanya kak, harga vip paddock village berapa ya?

Leave a Reply