Transformasi Bikers & Industri Motor

transformer2_sm21 Maret 2009. Teringat waktu itu ada film “Transformer” yang mengisahkan robot atau makhluk dari planet luar yang datang ke bumi bisa melakukan ‘perubahan’, dari sosok robot menjadi mobil, truk dan lain-lain. Kalau begitu apa hubungannya dengan judul Transformasi Bikers & Industri Motor?

Transformation/transformasi bisa disebut sebagai “perubahan”. Apa yang ingin disampaikan disini adalah mengenai perubahan bikers. Contohnya pengalaman dibawah ini.

Ada seorang rekan bikers dari komunitas HTML yang pernah saya temui, ketika itu dua tahun yang lalu saya melihat ia masih menggunakan motor Honda Tiger warna hitam solid dan apik. Tapi, belakangan ini saya lihat  ia naik motor baru warna hitam juga, tapi merek Bajaj Pulsar.

100% tampil beda! Inilah yang dimaksud transformasi atau perubahan.  Kenapa ia memutuskan perubahan atas pemilihan sebuah merek motor? Padahal kalau di ingat kembali tempo dua tahun yang lalu, ia sebenarnya termasuk orang yang sangat ‘fanatik’ dengan merek Honda.

Nah, kenapa pula sekarang ia bisa berubah begitu nyata? Dari motor Honda ke motor Bajaj? Mungkin ini topik menarik tentang perkembangan dunia perbikeran saat ini. Ganti motor, ya sekalian ganti merek. Apa ini disebabkan karena kejenuhan atau kebosanan?

Beruntung ada info yang tepat dari Bro Erik Maulana atau dikenal Brewok”, anggota HTML (Honda Tiger Mailing List) bernomor kecil masih dibawah 300.

Pada saat artikel ini ditulis ia sudah menjadi biker sejati Bajaj Pulsar. Apa sih alasan yang bisa menyebabkan ia mau melakukan perubahan merek motor tersebut? Sebenarnya ada banyak hal, namun alasan utama perubahan tersebut dapat diringkas sebagai berikut:

Pertama, kehadiran motor-motor baru masa kini sudah memiliki terobosan teknologi terbaru yang belum pernah diterapkan oleh pabrikan motor yang sudah mapan/eksis.

Kedua, penampilan dan body stylish motor masa kini tampaknya semakin keren mengikuti selera pasar kaum anak muda maupun para pekerja yang sudah mapan.

Ketiga, harga motor dari merek pendatang baru bisa lebih kompetitif  dibandingkan dengan harga yang ditawarkan oleh pabrikan yang sudah eksis.

Ke-empat, bisa jadi karena adanya kejenuhan dari pabrikan yang sudah mapan yang cuma bisa menampilkan produk ‘terbaru’ nya dengan  upgrade stiker tapi tampilan/model motor sebenarnya masih yang itu-itu saja.

Bro Brewok ini pun mengakui, jika tampilan Honda Tiger yang sudah berusia lebih dari 10 tahun itu sebenarnya sama saja dengan model terdahulu, tidak banyak perubahan, kapasitas mesin pun masih bertahan 200 CC.

Ke-lima, sebagaimana ditambahkan lagi oleh Bro Brewok bahwa perubahan bikers bisa terjadi karena adanya kejenuhan didalam komunitas motor dimana bikers pernah bergabung.  Sebagai info, Bro Brewok beberapa tahun lalu masih rajin kopdar (kopi darat) bersama komunitas HTML di Palbut Jl. Sabang.

“Pada akhirnya ada jenuhnya juga kalau bergabung dengan komunitas motor yang sudah eksis dan besar. Nama boleh besar, tapi sayang jika tidak dibarengi dengan  perubahan yang mendasar. Belum lagi persoalan kalau anggota yang baru masuk atau anggota yang baru punya nomor keanggotaan tidak memiliki prinsip dan pemikiran yang sama dengan anggota yang lama,” demikian ulasan bro Brewok yang bekerja di perusahaan general insurance.

“HTML kan tidak seperti dulu lagi bro,” ujarnya dalam percakapan yang sangat panjang ketika ia membicarakan beberapa permasalahan yang ada di dalam tubuh komunitas HTML.

Nah, untuk yang satu ini (red=masalah internal HTML tidak perlu diungkapkan disini), walaupun Bro Brewok ini mengungkapkan panjang lebar.

Namun, apa yang dapat disimak dari percakapan dengan bro Brewok ini yang konon ia begitu perfect kalau bicara soal pemeliharaan motor, dapat disimpulkan kehadiran motor Bajaj asal India dua tahun lalu, dan sampai artikel ini ditulis, memang telah menggoyang ‘hati bikers’ yang tadinya fanatik akan satu merek.

Ini adalah salah satu contoh kasus tentang perubahan konsumen dalam memilih motor penggantinya.

Bagi bikers yang dulunya mencintai sebuah merek motor, sebut saja dulunya mungkin ia paling suka dengan merek Honda, Yamaha atau Suzuki. Tapi pada jaman sekarang ini ternyata sudah terjadi banyak perubahan.

Selain dari pada kehadiran Bajaj 180/200 CC, kita ketahui belakangan ini ada juga motor baru a.l. Yamaha Vxion, Kawasaki Ninja 250 CC dan merek/jenis motor lainnya yang tidak bisa lagi disebut satu persatu yang juga sudah semakin banyak!

Sangat terasa jika belakangan ini sejumlah pendatang motor baru mampu mengalihkan perhatian bikers yang dulunya disebut fanatik akan satu merek tertentu.

Disamping itu, hadirnya komunitas dan klub-klub motor baru pun makin menjamur. Beruntung jika pabrikan motor ikut men-support dengan kehadiran komunitas/klub motornya agar motor barunya bisa diterima oleh konsumen.

Disinilah apa yang akan dimaksud oleh penulis tentang era transformasi atau perubahan ini.

Semua memang bisa berubah, sepanjang ada pihak-pihak yang bisa mencuri dan mengambil kesempatan dari kondisi jenuh/bosan dengan produk yang lama. Suka atau tidak suka, dunia usaha, industri, pabrikan harus terus berpacu untuk menciptakan inovasi terbaru.

Secara marketing, hitungan pasar memang sudah ada, angka statistik juga sudah tersedia, angka-angka  produksi maupun penjualan juga sudah ada, nah disinilah bagaimana pelaku industri harus bisa merebut pasar yang sudah ada, walaupun menghadapi persaingan cukup keras.

Promosi dan iklan besar-besaran bisa percuma jika tidak ada terobosan perubahan. Kita lihat  saja perkembangan teknologi telepon selular  yang terjadi hingga hari ini, selalu ada perubahan, dan trendnya menuju telepon selular layar sentuh. Sudah tentu, perubahan teknologi ini bakal merebut hati konsumen.

Selain itu, lihat aja bagaimana Barack Obama menang pemilu presiden AS dengan misi dan janji tentang perubahan. Yes, we can change! Itulah slogan yang disampaikan Barack Obama tahun lalu yang kini ditiru pula oleh caleg-caleg lokal menuju Pemilu 2009.

Bagi bikers, melakukan perubahan  atau pertukaran merek motor  sebenarnya adalah hal yang wajar dan biasa saja.

Sepanjang ada merek motor yang bagus dan membawa penampilan bikers jadi keren, rasanya sih hal itu masih wajar.

Tapi, ada hal yang lebih menarik untuk jadi pemikiran dan bisa dikembangkan adalah, bagaimana para pelaku industri motor harus mampu mempertahankan atau merebut konsumennya dengan terobosan baru, lebih inovatif dan modern dalam kurun waktu yang cepat.

Itulah bagian yang perlu dipelajari dengan seksama jika pabrikan ingin tetap eksist dan tak ingin kehilangan pelanggan setianya. Sudah tentu industri motor harus terus bebenah menciptakan sesuatu yang baru dan gress.

Berangkat dari artikel tentang perubahan ini, tidak ada salahnya juga jika hal ini bisa menjadi pelajaran buat komunitas/klub yang sudah eksis. Situasi yang semakin jenuh atau membosankan, bisa jadi  akan membuat anggotanya hengkang atau meninggalkan klub/komunitas.

The End.


Please follow and like us:

0 thoughts on “Transformasi Bikers & Industri Motor

  1. Ni motor klo dari depan emang keliatan sangar.
    Bravo Bro Brewok, Keep On Riding…

  2. waaaaahhhhh … Erik Bewok dah lama gak ketemu, ternyata sekarang udah ganti bajaj, turing bareng yuk bro …

  3. Dave ( AHTS 32 ) says:

    Nice Article. Semoga bisa menjadi cermin bagi ATPM agar bisamemberikan inovasi dengan produk yg lebih kompetitif dengan teknologi yg up to date. Banyak produk Honda worlwide di rentang 200 – 250 cc yang bisa digunakan untuk mengganti platform Honda Tiger yang dirasakan sudah usang. Bagi Club yg sudah eksis juga bisa menjadi cermin yg baik untuk bangun dari “tidur” dan berbenah. Sukses untuk Bro Stephen.

  4. ngomong2 transformasi . . .

    aye dah beberapa kali transformasi he he he he he . . . Bang Stepen lebih tau kayaknya 😉

    Tapi disemua mongtor aye . . . semuanya ditempeli Setiker HTML sebagai Stiker Komunitas Utama. Konsekuensi Pohon yang semakin tinggi memang akan lebih riskan diserang angin puyuh dibandingkan pohon yang masih kecil . . . . so yang penting konsisten

  5. Petromaxx says:

    Mantaff…
    Brarti c70 ndak haram hukumnya tempel stiker html ya om taufik?

  6. palupi_inc says:

    bagus om sindir terus tu atpm2 yang monoton biar pada panas kupingnya trus pada mikiir dah… terutama atpm motor yang saya pake…
    andai saham perusahaan motor yang saya pake masih banyakan punya jepangnya mungkin inovasinya kaya di Thailand
    sebenernnya aq dah mikir2 tiger bisa gulung tikar ma pulsar 200…

  7. Yup… sama seperti aye, tahun 1998 pake Tiger 2000, eh sekarang pake Bajaj Pulsar 200 cc. Kritikannya sama, Koreksi sama nih… ATPM yg sudah mapan cenderung stagnan & tidak banyak melakukan perubahan yg serius di kelas sport touring, maksudnya sih… The ‘Real’ Revolution, tapi apa daya ternyata cuma ganti baju sama kacamata aja…

    regards: http://www.indobbc.wordpress.com

  8. transformasi boleh2 aje om, mang uda sifat manusia yg ga ada puasnya tapi, jangan sampe setelah kita berpaling ma yg baru kita menjelek-jelekkin yg sbelumnya soalnya, kan ga enak ma tmen2 yg msh setia ma yg lama, dan slama kita bergabung disatu komunitas kita jg kan dapet ilmu yg mungkin bakalan kita gunain dikomunitas yg baru,..

  9. anggiwirza says:

    ane biar cuman ganti model motor (dari bebek ke motor batangan) tetep aja kalo masalah komunitas motor, ane masih gabung ke komunitas yang bebek…

    emang sih kesannya beda sendiri. cuman kalo udah ngerasa nyaman kenapa harus keluar..??

    jangan sampe kita ngejelekin salah satu merekan motor..

    nanti kalo ujung-ujungnya kita memakai produk dari merek motor tersebut bisa jadi malu sendiri sob…

    namanya produksi massal, pasti ada lebih dan kurangnya..

    kalo ada lebih ya kita pertahanin. kalo ada kurang ya mencoba untuk memperbaiki.

    kalo cuman nyela mah gak bakal bikin semua baik..

    jangan sampe tong kosong nyaring bunyinya deh…

    okeh…???

  10. apapun motor/komunitas/klubnya yang penting safety first dan ga arogan 😉
    keep brotherhood aja 🙂

  11. Erick Brewok says:

    Maaf ya buat teman bikers kalo ada yang tersinggung, masalah tulisan di atas kebetulan saja mengangkat masalah saya. Sedikitpun saya tidak bermaksud menjelekan satu ATPM tertentu melalaui penulis.

    Saya hanya coba mengutarakan apa yang ada di hati (uneg-uneg) mengenai motor lama, kebetulan dulu saya pernah pakai Honda Tiger dan saya merasakan ko cuma gini-gini aja ya.. jenuh dan terlintas di hati mau ganti motor, cuma bingung motor apa ya, yang lebih keren, high-teknologi, mantap penampilannya, dan yang paling penting harga terjangkau sekelas Tiger lah.. 🙂

    Maap, tahun 1997-2000 saya pemakai Honda NSR, tapi berhubung pihak ATPM tidak mengembangkannya lagi dan segudang alasan lainnya, maka saya putuskan mengganti Macan Tamil eh..Honda Tiger 2001. Saya pun bergabung dengan komunitas HTML, ok banget bersaudara banget.

    Puncak kekecewaan saya dengan HTML (oknum sih ) tat kala stiker resmi HTML saya di motor Vario yang juga saya miliki, mendadak di sobek secara paksa oleh pengendara Honda Tiger dengan berbagai perlengkapan “perangnya”.

    Kejadiannya di wilayah Jakarta Timur, kebetulan saja waktu itu yang kendararai motor keponakan sehabis antar anak saya ke sekolah. Dia bercerita, tiba2 ada beberapa motor Tiger menghentikan motornya, dan tanpa permisi langsung merusak Stiker HTML, setelah itu mereka kabur. Keponakan saya hanya tercengang melihat itu. Yang di lihat hanya nomornya di atas 1000. Nomor keanggotaan saya 192 dan saya termasuk pencetus ide, mengadiri rapat pertama pembentukan koperasi HTML. BAGAIMANA PERASAAN ANDA, JIKA ANDA JADI SEPERTI SAYA?

    Kebetulan ada solusi sedikit, saya lihat ada motor Pendatang Baru dengan berbagai ke unggulan dan harga terjangkau, maka saya ganti dengan Bajaj Pulsar 200 cc. Bahkan, tahun ini Bajaj Pulsar akan mengeluarkan 220 cc, maka saya berencana menganti dengan cc tsb.

    Untuk Fajar IS apa kabar gua baik baik aja gmana kabar lo,maria….ok aja aja kan… Hub gua jar 081314101073.

    Tgl 27 ni rencana gua ke Ujung Genteng dengan beberapa teman ada yang mau ikut?

  12. @adminSL
    om..yang helm mah Andry Berlianto pake CS1.yang atas mah pake Pulsar..
    kalo sempat mampir ke kantor deh om..
    hatur nuhun..

    salam KoBOI

    BBB
    (Bogor Blogger Bikers)

  13. @ erick brewok
    maap bro, si keponakan melakukan hal yg salah ga(planggaran lalin)? safety riding ga?
    ini memang uda terjadi tapi kita masih bisa jadiin pelajaran,
    kalo gw lebih mikirin apa yg uda gw lakuin koq mreka(oknum) begitu?
    bukan koq gw diginiin?

  14. erick brewok says:

    Begini ya bro…yang sebenarnya yg terjadi gua ngga begitu tau.. tapi sewaktu keponakan gua bercerita, gua tanya pakai helm ngga? dan dia bilang pakai (sembari menunjuk helm yang tergantung di spion), dan di sekitar situ kaga ada yang namanya lampu merah….ya dia lagi jalan biasa 40-50 km/jam, tiba tiba di berhentiin, dan itu terjadi di jalan kampung bukan jalan besar..
    Sebenarnya gua ngga mau memperpanjang permasalahan ini. Tapi menurut gua emang AROGAN AJA TU BIKERS HTML.. dan kata tentara itu, tentara baru lulus dan emang lagi galak-galaknya, lagunya uda kaya Polisi aja, gua aja sering ketemu Polisi di jalan jalan kecil, tapi ngga norak gitu.

  15. piss rider says:

    bener juga bro bewok,
    anak baru biasanya lebih tengil???
    kaya yang uda jago naek motor biasanya kalo bawa santai aj,
    tapi yang baru bisa biasanya ga pernah pelan??
    tu oknum brarti baru nempelin stiker HTML n mungkin juga tu stiker dye bikin sendiri d tukang cutting stiker bukan bener2 anggota HTML…
    wah.. gawat tuh,.
    saran neh Bro Stephen adain oprasi YUSTISI stiker HTML aja….

  16. tetep buat gw saat ini kelas 200 cc prefer ke tiger revo deh…, vixion nda masuk juga ke”bodi” gw… kekecilan walhasil… tiger revo 09 dah…

    piss yoo….

  17. om stephen ada berita CBR udah keluar versi AHM nya…

    di sini http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1575938

    dibahas donk kalau udah emang keluar beneran

  18. tigor_backpack_rider says:

    om stephen, babe ane punya BINTER MERZY ’82 nih kondisi masih mulus-lus.. cuma ada sedikit perubahan di sektor aksesoris. kebetulan beliau bikers juga era 80an… anggota BINTER MERZY CLUB.. kira2 kapan bisa di liput yahhh… (Promosi nih Yeee)

  19. @stephen
    itu mah 100% hoax mas bro..

  20. bro peter says:

    oc juga om…utk ambil keputusan yang tepat…disarankan utk tetap safety…biarkan yang berlalu terus berlalu..yang penting sekarang pake pulsar …hehehe…mantapkan bro….

  21. hwoi….!! pak Erick…..!! Muka Lo ga Pantes Masuk Internet….!!! muka Lo pantesnya Masukin Box Motor Lo aja…!! wkwkwkwkwkwk………….!!!!
    Gimana Boz…..!Sukses ga? beringn Masih Rindang Selalu kan????
    Kapan Touring + Mijit LAgi ni…??? ketagihan kan lo dipijit….!!

    AUM-technical

  22. Gue ganti MegaPro dgn Bajaj 200cc
    Mulusss sipp,, mantab buat perjalanan jauh..
    Cuman perluas lagi donk sparephat & bengkel resminya,,
    di Bali tambah lagi!!

  23. bung tigor,boleh dong dikirim foto Merzy Bapaknya
    saya lagi ngumpulin gambar2 Merzy yang masih orisinil
    trims sblmnya
    z200rider@yahoo.com

Leave a Reply