
Jakarta, Juli 2008. Adanya kerjasama dengan sebuah even organiser “Shine Enterprises” akhirnya meminta saya harus datang ke acara “Hot Desire Sociality Program” di Teebox Cafe di Jl Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sesuai dengan brosur dan undangan yang ada di meja, saya melihat bakal ada acara Fashion Show, Sexy Dancer, DJ Galieh, DJ Youga, Arcade Playmate dan Home Band.
Saya bersama 6 orang rekan janjian bertemu di lokasi sekitar pukul 21.00 WIB, dan kemudian kami masuk ke The Tee Box Café yang belum terlalu ramai. Home Band The Tee Box membuka acara malam itu dengan melantunkan lagu-lagu pop yang sedang popular. Lagu pop Mulan Jameela seperti Wonder Woman dan Mahkluk Tuhan Paling Sexy dibawakan cukup apik oleh band yang memiliki tiga vokalis ini.

Tampak beberapa pengunjung kebanyakan karyawan swasta, pengusaha, dan petinggi-petinggi perusahaan menikmati suguhan musik-musik yang digandrungi anak muda saat ini. Home band atau band tuan rumah, The Tee Box menutup penampilannya malam itu dengan lagu ‘Biarlah’ milik grup band Nidji yang dibawakan sangat berbeda. Seorang vokalis wanitanya bahkan mengajak ratusan pengunjung yang sangat antusias menantikan acara puncak Sexy Dancer untuk ikut bergoyang di dance floor.
Sekitar pukul sepuluh tepat, usai para personel band itu meninggalkan pentas, sepasang MC laki dan perempuan kemudian muncul dan menyapa para pengunjung The Tee Box Cafe. “Selamat malam, apa kabar semua pasti sudah nggak sabar sama sexy dancer, ya?” sapa MC wanita. Para pengunjung pun bersorak bahwa mereka sudah sangat menantikan sexy dancer. Tapi sayang, vokal para MC tersebut, baik yang laki maupun perempuan kurang memukau, cenderung kurang kalimat untuk menggairahkan para tamu.

Gimana juga pengunjung makin penasaran dengan acara fashion show yang dibawakan oleh 8 orang model berparas cantik melenggak-lenggok dengan busana yang didominasi oleh babydoll warna-warni. Para model pun berjalan tidak hanya di dance floor saja, mereka juga memamerkan busana mengelilingi ruangan kafe. Apakah mereka bisa disentuh selama berjalan menuju tamu, entahlah.. tapi dimana-mana yang namanya laki-laki usil pasti ada saja, apalagi dalam kegelapan atau ruangan remang-remang.
Fashion show yang diiringi oleh musik yang dimainkan seorang DJ membuat suasana di The Tee Box Café makin dipenuhi pengunjung. Pengunjung yang semula duduk diam, kini mulai berdiri bahkan kepala pengunjung makin banyak bergerak menoleh kekiri dan kekanan, karena para model ini berjalan menyebar sampai kesudut-sudut ruangan.

Tepat pukul sebelas malam, para pengunjung The Tee Box Café yang mulai menghangat kembali disuguhi oleh musik-musik agak nge-rock yang dibawakan oleh The Tones. The Tones membawakan empat lagu karya sendiri. Para pengunjung terkesan kurang menikmati musik yang dibawakan oleh The Tones.

Tapi The Tone sukses membuat mood para pengunjung kembali berangsur membaik dengan membawakan lagu ‘Love Song‘ milik band lawas ‘The Cure’ era 1980-an. Beberapa pengunjung pun bernyanyi bersama lagu Love Song yang bisa dibilang fenomenal setelah kembali di remake oleh band 311 pada 2004. Lagu itu sekaligus menjadi penutup penampilan The Tones malam itu.

Saya dan beberapa rekan kerja dari satu kantor beruntung duduk di kursi sofa pada bagian depan tepat dimuka dance floor. Kami dapat menikmati semua rangkaian acara Hot Desire, walaupun suara MC kurang mantap. Suguhan minuman beer dan snack hadir dimeja, dimulai dari beer per gelas, kemudian meningkat dengan beer pitcher. Beruntung, seorang kerabat kerja menambahkan dimeja kami dengan 3 gelas whisky Johnny Walker.

Acara dugem malam itu lumayan menghangatkan badan serta memberikan kenikmatan hanya sesaat, sembari duduk meneguk beer dan whisky yang tersedia dimeja, kemudian dilanjutkan dance floor, suguhan model fashion show, melihat para gadis-gadis berpakaian rendah, bahkan ada juga gadis yang pakai mini short yang kini sudah sering terlihat di shopping mall.

Jeda sekitar 45 menit dimanfaatkan oleh DJ Youga memainkan musik-musik trance. Para pengunjung VIP yang berada di depan dance floor tampak berdansa dengan dentuman keras music trance yang disuguhi DJ Youga.

Acara yang dinanti akhirnya muncul juga. Para pengunjung pria pun beranjak dari tempat duduknya ketika MC mengumungkan bahwa sexy dancer segera tampil dalam beberapa saat.

Tiga wanita sexy dancer muncul dari belakang panggung. Para pengunjung pun bersorak dan beberapa dari mereka tidak ingin melewatkan momen tersebut dengan menyiapkan kamera digital dan ponsel kamera mereka. Sexy dancer yang mengenakan babydoll berwarna merah, stocking hitam dan hak tinggi itu langsung menari. Tampil wajar-wajar saja dan tidak seronok, layaknya seperti yang ada di acara fashion show.

Para pengunjung pun bersorak dan bertepuk tangan dengan menyambut hadirnya sexy dancers yang di iringi music techno itu. Selama kurang lebih tiga puluh menit tanpa terasa pertunjukan puncak malam itu pun usai. Seluruh pengunjung pun banyak yang masih menginginkan sexy dancer untuk tetap menghibur mereka.
“Saya sih seneng acara kayak gini. Acara seperti ini kami selenggarakan untuk membuka netwoking kalangan swasta, seperti pengusaha, eksekutif muda yang independen yang ada di Jakarta“ ujar pemilik Shine Enterprise Titi Shifa yang tampak puas dengan acara Hot Desire itu.





Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu malam. Aacara hang out alias dugem (red-dunia gemerlap) yang lumayan menarik untuk sekedar cuci mata sambil melihat wanita Indonesia yang manis-manis, para gadis cantik dengan pakaian rendahnya, atau mini short yang katanya lagi mengikuti fashion trend.
Akhirnya kami pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Tapi, saya masih ada tugas harus membawa 2 rekan teman wanita pulang sampai kerumahnya masing-masing, untung semua selamat sampai ditujuan… hehehehe…:-)
Sumber tulisan dari Agusta B. Sirait, dan diedit oleh Stephen Langitan.
The End.















a like thusss
kapan tee box buka di padang
nice Tee Box info..with picture..
mampir2 ya ke blog kita..masih partner Tee Box juga ^^
@ilham.. dalam waktu dekat.. sabar ya..