IIMS 2011: BMW Art Car Karya Jeff Koon

image006

24 Juli 2011. BMW Art Car karya Jeff Koon, merupakan mobil spesial IIMS 2011 karena mobil ini sarat dengan warna-warni yang unik.  Usai prosesi acara buka selubung dihari pertama “Indonesia International Motor Show (IIMS) ke-19” di JIExpo Kemayoran, Jakarta, sontak para wartawan mendekat, apalagi BMW pajang model foto cantik.  

“Art on wheel”yang dibawa khusus dari BMW Museum di Munich ini hadir dalam rangka tournya di Asia. Kota Jakarta adalah kota yang disinggahi selain Hongkong, Singapura, Seoul, dan Tokyo. BMW Art Car karya Jeff Koons yang dikenal sebagai salah satu seniman modern kontemporer ternama dari Amerika yang salah satu karyanya tercatat dalam rekor lelang tertinggi di dunia untuk seniman yang masih hidup.

BMW Art Car ke-17 karya Jeff Koons diluncurkan pada 1 Juni 2010 di Centre Pompidou Paris, yaitu salah satu lembaga budaya untuk seni modern and kontemporer paling bergengsi di dunia. Art Car tersebut juga ikut serta dalam adu ketahanan mobil yang legendaris sepanjang 24 jam penuh di Sirkuit Le Mans, di Perancis di bulan yang sama.

Proses Desain

Dalam proses kreatifnya, Koons mengumpulkan gambar berbagai mobil balap, berikut tarikan garis grafisnya, warna-warna yang menggetarkan, dan semua yang menggambarkan nuansa kecepatan, dan ledakan tenaga mobil balap tersebut. Hasilnya, karya cipta Koons dengan warna-warna terang terasa seperti meletupkan tenaga, gerak, disertai energi yang luar biasa. Perpaduan antara interior bernuansa silver dan desain eksterior yang bertenaga membuat Art Car ini hadir menyuguhkan nuansa yang sangat dinamis kendati mobil dalam posisi diam.

“Mobil balap ini seperti bernyawa, sangat kuat dan penuh energi. Kita seolah terlibat didalamnya, dan membiarkan diri kita menyatu dengannya. Terdapat tenaga yang sangat besar di balik kap mobil ini, dan saya ingin ide saya menyentuh lebih dari sekadar mobil – tetapi benar-benar menyatu dengan tenaganya yang luar biasa,” Koons.

BMW Art Car diciptakan dengan menggunakan bahan serba ringan untuk mendukung aerodinamika dan bobot mobil. Pekerjaan ini sudah mendatangkan tantangan tersendiri. Tantangan lain datang dari waktu yang hanya dua bulan, mulai dari sketsa desain awal sampai pada saat peluncuran di Paris. Untuk itulah, digunakan teknologi digital printing pada bahan vinil untuk membungkus bodi mobil, sebelum akhirnya dilapisi clear-coating untuk menjaga keaslian warna.

Untuk menciptakan garis-garis dinamis ciptaan Koons, digunakan teknologi desain CAD pada komputer yang kemudian ditransfer dari 3D menjadi 2D pada saat proses printing. Dan selanjutnya diaplikasikan pada seluruh bagian bodi mobil, dan satu per satu pada tiap bagian mobil, dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi.

Untuk menonjolkan kekuatan estetika, Koons menampilkan desain yang sarat permainan kontras warna cerah. Bentuk-bentuk serpihan kemudian ditorehkan pada sisi kiri-kanan dan belakang kendaraan untuk menciptakan aksen tenaga mobilnya. Ada pula garis berupa lingkaran pada bagian belakang untuk memberi citraan akselerasi supersonik.

Koons dan BMW

Cikal bakal kolaborasi antara Koons dengan BMW sudah mulai bersemai sejak 2003, pada saat ia menyatakan keinginannya untuk membuat karya BMW Art Car. Tapi pertalian emosi antara Koons dengan BMW sudah terjalin jauh sebelum itu, lebih dari 10 tahun silam. Itu terjadi ketika Koons membeli mobil BMW pada saat tinggal di Munich, kota yang menjadi kantor pusat BMW Group.

Koons sendiri dikenal sebagai seniman seni rupa yang menaruh kekaguman pada mobil. Pada awal tahun ini ia bahkan disebut-sebut Bono, vokalis kelompok musik U2, sebagai seniman yang paling pas untuk menciptakan sebuah kendaraan yang bisa membuat seisi dunia kembali jatuh cinta pada mobil.

Proses kreatif yang diterapkan Koons dalam menciptakan BMW Art Car sama persis dengan yang ia lakukan ketika ia biasanya menciptakan karya seni, tentu saja dengan memasukkan unsur-unsur desain transportasi dan perkembangan terkini. Misalnya, pada saat menciptakan patung yang monumental, studionya menggunakan model-model CAD 3D untuk mengeksplorasi setiap permukaannya, dan kemudian menggabungkannya dan menyemrotkan cat dengan bantuan teknologi pengecatan otomotif berteknologi tinggi.

BMW M3 GT2

BMW M3 GT2 karya Jeff Koons yang ada di halaman website ini adalah mobil sports sejati. Mobil ini merupakan seri lanjutan dari mobil sports performa tinggi BMW M3. BMW M3 GT2 tampil dengan mengusung mesin 4.0 liter V8 yang mampu menghasilkan tenaga 500 hp. Mobil ini juga dilengkapi dengan chasis berteknologi terkini, rem kaliber racing, serta dibuat dari bahan-bahan ringan. Ia sanggup melesat meraih kecepatan 100 kilometer per jam hanya dalam waktu 3,4 detik.

BMW Art Car

Sejak 1975 beberapa seniman dari berbagai belahan dunia telah hadir dan menjadikan mobil BMW sebagai kanvas bagi hasil karya seni rupa mereka. Masing-masing hadir dengan hasil karyanya yang sekaligus menandai era saat itu. Kegiatan ini berlangsung program bertajuk Art Car.

Pada 2007 tampil mobil ciptaan Olafur Eliasson yang dinamai Your mobile expectations: BMW H2R project. Dan masih ada beberapa mobil lain ciptaan seniman seni rupa seperti Warhol, Lichtenstein, Stella, Rauschenberg, Hockney, dan Holzer yang sudah ditampilkan di berbagai galeri seni kelas dunia termasuk di Louvre, Museum Guggenheim, serta Museum Seni Shanghai.

Mobil-mobil tersebut sempat menghuni Museum BMW di Munich antara 2006 hingga 2010, dan beberapa lainnya melanglang buana dalam acara pameran di Asia, Rusia, Afrika, India, Amerika Serikat, dan Meksiko. Nomer “79” pada mobil Koons merupakan penghormatan pada mobil karya Andy Warhol pada 1979.

Sedangkan mobil karya Warhol sendiri menggunakan nomer “76” yang dimaksudkan sebagai penghormatan pada pendahulunya, yakni mobil karya Frank Stellla pada 1976. Baik mobil karya Warhol dan Stella sama-sama pernah tampil dalam arena adu ketahanan Le Mans. Kini seluruh BMW Art Car disimpan di Museum BMW di Munich.

Hingga saat ini sudah ada ratusan kegiatan dalam program budaya dan seni oleh BMW Group, dan semuanya tersebar di berbagai sudut dunia. Kegiatan ini sudah menjadi bagian penting dalam perusahaan sebagai sumbangsih bagi masyarakat, dan semuanya telah berlangsung dalam waktu 40 tahun terakhir. Di samping mendorong penciptaan karya seni kontemporer, program ini juga mendorong kegiatan kreatif di bidang arsitektur dan desain, musik klasik dan jazz.

ALBUM PHOTO

 

Leave a Reply