Pasar Sepeda Motor: Yamaha Vs Honda (Indonesia)

motorindonesiaJumat, 14 November 2008. Dominasi Honda motor di kendaraan roda dua di Indonesia sampai saat ini belum terpatahkan oleh para pesaingnya. Bahkan, dalam kurun waktu 9 bulan ini Honda mampu mencatatkan penjualan sebanyak 2.248.171 unit.

Angka ini sudah melampaui total penjualan Honda pada tahun 2007 yang mencapai 2.141.015 unit.

Sampai akhir tahun 2008, Honda diperkirakan masih mampu menjual sekitar 600.000 hingga 700.000 unit sehingga total penjualan Honda menjadi sekitar 2,7 juta hingga 2,8 juta unit.

Dalam catatan angka, Honda sampai saat ini memang masih menjadi raja di pasar sepeda motor. Namun, kendati posisinya masih teratas dan volume penjualan terus meningkat, dari sisi pangsa pasar Honda terus tertekan dengan pesaingnya. Bahkan, rentang penguasaan pasar Honda dengan pesaingnya, terutama Yamaha, makin menciut.


Bahkan, pangsa pasar Honda yang sejak era tahun 1980-an hingga 2003 selalu di atas 50 persen kini melorot. Sementara posisi pangsa pasar Yamaha yang awalnya hanya berada di kisaran 20 persen justru mampu digenjot jauh di atas angka tersebut. Kian lama posisi Yamaha kian mendekati Honda. Namun, sayangnya laju Yamaha di pasar tertahan oleh kapasitas terpasang pabrik yang hanya mencapai 2,4 juta unit per tahun. Sementara Honda sudah mencapai kapasitas terpasang sebanyak 3 juta unit.

Sebagai gambaran, pada tahun 2003, pangsa pasar Honda masih jauh di atas pesaingnya, yakni 56,11 persen. Sementara Yamaha hanya menguasai pangsa pasar 22,22 persen. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Yamaha memacu kinerjanya, memperbaiki strateginya di pasar, dan mempertajam konsep promosi, serta memperkuat solidaritas dan intensitas komunikasi dengan komunitasnya.

Pada saat yang bersamaan, manajemen Yamaha juga memperbaiki kualitas produksi, termasuk meningkatkan performa teknologi mesin dari dua langkah menjadi empat langkah. Putaran mesin pun dibuat diperbaiki sehingga menjadi lebih cepat. Bahkan, untuk produk tertentu mesin motor Yamaha dilengkapi dengan pendingin air sehingga daya tahan mesin menjadi lebih kuat.

Pasar sepeda motor sport, bebek, dan matik dipoles dan dibentuk untuk memenuhi segmen anak muda dan perempuan. Strategi yang dijalankan secara komprehensif itu ternyata ampuh. Pangsa pasar Yamaha pada tahun 2004 naik menjadi 22,44 persen, sedangkan pangsa pasar Honda terpangkas menjadi 52,36 persen.

Tahun 2005, pangsa Yamaha kembali naik menjadi 24,13 persen, sedangkan Honda kembali terpangkas menjadi 52,19 persen. Dalam posisi persaingan ketat di pasar karena merosotnya daya beli sebagai imbas kenaikan harga bahan bakar minyak, manajemen Honda mencoba perbaikan pemasaran. Hasilnya, pangsa pasar Honda bisa diperbaiki dan naik jadi 52,86 persen.

Namun, ironisnya pada saat Honda tengah merayap, Yamaha justru berhasil mencuri sisa ceruk pasar yang seret itu. Pangsa pasar Yamaha pada tahun 2006 melompat menjadi 32,94 persen. Penurunan angka penjualan itu belum mampu menjadi wake up call bagi manajemen. Mereka masih menganggap yang teratas di industri sepeda motor.

Begitu sadar, nasi telah menjadi bubur. Pangsa pasar mereka anjlok tinggal menjadi 45,67 persen, sedangkan posisi Yamaha sudah semakin dekat menjadi 39,11 persen. Pada tahun itu angka penjualan Honda mencapai 2.141.015 unit, sedangkan Yamaha 1.833.506 unit.

Anjloknya pangsa pasar ini seolah menjadi tamparan bagi manajemen Honda. Manajemen mencoba lebih agresif, baik dalam hal inovasi produk, promosi, maupun penetrasi pasar. Bahkan, mereka melakukan revolusi pada perubahan model dan gaya.

Di jenis sepeda motor bebek, misalnya, paling tidak tiga kali mereka melakukan inovasi produk selama tahun 2007 hingga 2008. Demikian juga di jenis kendaraan matik, dalam kurun waktu satu tahun lebih melakukan inovasi produk hingga dua kali, terakhir adalah New Honda Tiger.

Hasilnya lumayan. Pangsa pasar Honda sedikit membaik. Selama sembilan bulan tahun 2008, pangsa pasarnya sudah mencapai 46,29 persen, sedangkan Yamaha dengan total penjualan sebanyak 1.853.221 unit dengan pangsa 38,5 persen.

Belum selesai

Persaingan kedua pemain ini belum selesai. Masih ada sisa waktu dua bulan ke depan. Peluang bagi Honda untuk meningkatkan pangsanya masih sangat mungkin. Namun, jangan lupa, selama ini Yamaha jauh lebih jitu membuat strategi.

Terbukti di tengah situasi sulit pada tahun 2006, Honda yang memiliki kemampuan jauh lebih kuat dalam banyak hal bisa diambil sebagian pangsa pasarnya. Bagi manajemen Yamaha Jepang, Yamaha Indonesia begitu penting karena merekalah satu-satunya pabrikan di dunia ini yang pernah membuat sejarah mampu mengalahkan dominasi Honda di pasar, meski hanya beberapa bulan.

Jatuhnya harga komoditas agro, tambang, dan krisis global bisa menahan laju pasar. Biasanya dalam situasi sulit seperti sekarang, manajemen Yamaha lebih solid dan cerdik untuk mengubah tantangan menjadi peluang. Siapkah Honda menghadapi Yamaha? (ast)

Sumber berita: Harian Kompas, Jumat 14 November 2008 hal.44

Please follow and like us:

8 thoughts on “Pasar Sepeda Motor: Yamaha Vs Honda (Indonesia)

  1. yeachhh…akhirnya.. pertamax juga…

    suzuki-kawasaki.. gimana kabarnya bang ?

  2. Wah, bagus juga sih dominasi 2 brand ini, tapi sebenarnya kalo bicara kualitas bahan aku rasa masih bagusan suzuki dan kawasaki deh. No offense lho, ini pendapat subyektifku aja.

  3. kalo untuk kawak and yamaha, mereka bukan atpm layaknya honda (AHM) and suzuki (Indo group). Mereka murni PMA dan kalo bicara soal kualitas kawak, part motor mereka hanya sedikit yang menggunakan bahan lokal…

    mereka banyak yang masih impor partnya…oleh karena itu kualitasnya sedikit terjaga…and yang jadi kendala, lumayan susah nyari part yang kw 1 atau kw 2 di bengkel umum atau didaerah…dan untuk suzuki, jangan heran harga partnya diatas honda dan susah dicari didaerah…

    but CMIIW yah…

  4. lebih rinci dooonk.. berdasarkan tipe motor yang nguasain pasar brand mana? kan seru jg tuh buat pengetahuan..

  5. Honda still the best ever!!!

  6. HonDa MaNa TingkaTin Terus Performanya!!!
    Jangan KaLah SaMa KomPeTiTor aBaL2!!!!

  7. secara global Pasar Honda masih lebih unggul dibanding pasar Yamaha.
    Data di lapangan yang mengabarkan bahwa penjualan nomor 1 adalah data dari pabrik ke show room/jaringan dealer, sedangkan data Honda adalah murni dari dealer ke tangan konsumen. Jadi dapat disimpulkan kabar tentang Yamaha di surat kabar dengan memproklamirkan megungguli penjealan merk Honda adalah trik dan strategy pasar yang sangat mengena untuk menarik perhatian konsumen.
    Walau faktanya Bagaimanapun Juga Honda Selalu Lebih Unggul

Leave a Reply