Ketika Bikers Harus Ganti Jaket Hujan

imgp3720-small13 November 2008. Baca juga artikel sebelumnya “Mewaspadai Musim Hujan Bagi Pengendara Motor“. Sepertinya ganti jaket hujan buat bikers adalah persoalan yang sangat sepele. Tapi nanti dulu bro.

Ngaku sebagai seorang bikers, punya aktivitas dengan kendaraan roda-dua alias motor, pastinya punya suka-duka kena guyur hujan diperjalanan. Belakangan ini guyuran hujan di sekitar Jabodetabek semakin parah, tak kenal waktu, pagi-siang-sore bisa datang mendadak.

Mau berangkat kerja dari rumah melihat cuaca masih terang, tapi 30 menit kemudian, mendadak ada awan mendung. Sementara itu lokasi tujuan hanya tinggal 20 menit lagi. Tanggung??

Memahami musim pancaroba ini: apakah yang harus dilakukan bikers? Apakah bikers tetap melanjutkan perjalanan? Atau bikers harus berhenti dulu mengganti jaket hujan? Atau, bikers tidak mau repot, mencoba berspekulasi, dengan alasan melihat bagaimana nanti?

Masing-masing dari kita punya alasan dan jawaban tersendiri ketika menghadapi awan mendung saat berkendara dengan motor.

Lokasi Arteri Cilandak-TB Simatupang Jaksel, Rabu 12/11/2008 pkl. 18.00 WIB

Ketika bikers akan mengganti jaket hujan, apakah sudah terpikirkan waktu yang dibutuhkan? Seberapa cepat bikers mengganti jaket hujan? Kendala apa yang sering ditemui saat ganti jaket hujan? Dimana lokasi bikers yang paling aman untuk ganti jaket hujan?

Mudah-mudahan artikel ini bisa menjawab beberapa permasalahan yang sering kali dihadapi oleh bikers ketika mengganti jaket hujan di dalam perjalanan.

Pertama:  Jangan pernah memakai jaket hujan jenis ponco! Tulisan ini tidak memberikan rekomendasi bikers memakai jaket jenis ponco.

Kedua: Pilih jaket hujan yang mudah dipakai dan nyaman dibadan. Lebih penting adalah kualitas yang tidak tembus air.

Terbuat dari bahan elastis (tidak kaku), dan memiliki warna yang cerah atau terang. Ada juga jaket hujan yang memakai ‘furing’, sedikitnya hal ini bisa mengurangi hawa panas di badan.

Ketiga: Pastikan memiliki jaket hujan satu stel dengan calananya. Terbuat dari bahan yang sama, namun masalah ukuran panjang di kaki seharusnya agak lebih panjang dari celana biasa. Hal ini perlu agar bagian kaki tetap terlindung dan menjaga tetap kering (tidak tembus air).

Memang sebaiknya celana hujan harus agak lebih panjang, karena ketika bikers duduk di motor, biasanya bagian bawah celana sering terangkat. Hal ini memungkinkan cipratan air masuak kedalam sepatu.

Ke-empat: Susah-susah gampang jika bikers tidak peduli dengan zipper (restleting). Zipper sering bikin macet! Kerepotan sering terjadi pada masalah ini.

Ketika hujan sudah mengguyur, dan bikers pun akan makin panik karena zipper yang macet ini. Akibatnya, semua jadi terburu-buru, zipper malah dibuat tidak bisa bergerak naik atau turun. Yang ada zipper dipaksa bekerja dengan keras dan akibatnya bagian relsleting jebol alias tak berfungsi lagi.

Hal yang paling buruk jika zipper tidak berfungsi atau nyangkut di di saat hujan mengguyur. Akhirnya badan menjadi basah kuyup juga.

Bagaimanakah jaket yang menggunakan kancing? Yang perlu anda cermati anda harus sabar. Jangan terburu-buru. Kendala nya adalah saat membuka kancing jaket seringkali sangat menyusahkan. Susah dibuka dan juga susah dikancing. Belum lagi jika ada kancing yang putus atau menemui bahan yang sudah lapuk dan menyebabkan sobekan di jaket hujan. Wah.. memang repot yang satu ini. 🙂

Ke-lima: Ketika hujan makin deras, banyak bikers menjadi agak kerepotan memakai celana hujan ini. Apa sebabnya?

Karena banyak bikers yang tidak mau repot membuka sepatunya. Hujan makin keras dan makin panik, maka hal ini memperparah kondisi. Akibatnya, celana hujan bisa sobek dimakan sepatu bikers sendiri.  So, bagaimanakah solusi bikers agar bisa lebih tenang dan tidak panik ketika berganti jaket hujan?

Solusi yang paling mudah: Segera berhenti ketika bikers melihat awan mendung yang ada didepan mata. Sebaiknya bikers segera mencari lokasi yang nyaman dan tempat yang bebas saat mengganti jaket hujan. Yang penting anda sudah berhenti di satu tempat sebelum anda masuk kawasan hujan.

Jangan coba-coba ber-spekulasi dengan awan mendung yang “kelihatan” masih jauh. Tapi, sebenarnya awan tersebut sedang bergerak ditiup angin ke arah bikers. Jarak awan mendung yang kita lihat sebenarnya memang sudah dekat. Nah, masalahnya kebanyakan bikers mau berhenti untuk ganti jaket hujan pas sudah kena guyuran hujan gerimis, dan seterusnya.

Berhenti sebelum turun hujan, akan membuat segalanya tertata dan hati pun tenang. Bikers dijamin akan makin nyaman berkendara dan siap menghadapi hujan yang akan turun.

Keamanan dan kenyamanan jauh lebih terjamin, dibandikangkan berhenti ganti jaket hujan disaat hujan sudah turun.

The End.

Please follow and like us:

8 thoughts on “Ketika Bikers Harus Ganti Jaket Hujan

  1. Hmmm…. ane personally kalo hujan pulang kantor & ga ada niat untuk mampir2, biasanya cuek aja terobos. Ane selalu pake vest & kalo hujan males pake jas hujan paling pake wind breaker yang sedikit ampuh buat nahan hujan gerimis. Setidaknya baju kantor ga kotor kena cipratan lumpur.
    Mungkin ini ada hubungannya dengan kebiasaan touring yang kadang2 diguyur hujan sampai berjam2. Basah di dalam kota jakarta yang paling lama cuma 2 jam jadi ngga kerasa. hehehe. Dengan catatan langsung pulang loh ya.

    Kalo kasusnya berangkat kantor atau mau mampir dulu, paling antisipasi mendung dengan pake celana jas hujan dulu yang lama pakenya. Jaketnya belakangan karena kalo dipake dr awal, yang ada dalemnya malah basah sama keringet.
    Untungnya ane punya celana jas hujan yang memang untuk bikers. Jadi kalaupun mendadak perlu pake ngga ribet. Kelebihannya ada di lubang kaki & pinggang yang besar jadi ga masalah buru2 pake walaupun tanpa lepas boots. Celananya juga pake suspender, jadi pinggangnya extra lebar

    Sedikit kurang setuju dengan pernyataan nomor 3 mengenai jaket & celana yang harus 1 setel. Rain gear mahal yang branded banyak yang dijual terpisah. Selain karena biar kombinasi ukurannya lebih flaksibel, biar bisa mix & match juga, sesuai kebutuhan.
    Ane sendiri sering banget tuker2 atasan & bawahan yang beda2, ga selalu sama bahannya

  2. sayangnya sebagus apapun rain gear, selalu aja selangkangan basah.. wew..

  3. @ bluepio:

    Coba ini deh: http://www.nelsonrigg.com/pages/Rainwear-apparel/AX-1-MKIII-Big.htm
    Nelson Rigg AX-1 MK III (sekarang udah MK III, dulu ane pake yang MK II).
    Dijamin selangkangan ga basah. Bahannya bukan parasit atau plastik tipis yang sering buat bahan jas hujan, tapi PVC yang rasanya kayak karet tebal.

    Udah terbukti pake 2 tahun lebih sebelum akhirnya sobek celananya gara2 nyangkut footstep waktu mau jatuh. Tapi masalah nahan hujan, puas banget sama yang ini. Sederes apapun, dalem kering, termasuk selangkangan.

    Kekurangannya cuma tebalnya & harganya. Kalo 1 setel dilipat, tebalnya lebih dari 2 setel jas hujan biasa. Dan berat. Harganya waktu ane beli (dulu yang jual hotpipes), masih 500rb-an (sekitar 3-4 tahun lalu). Sekarang dijual di automall, harganya sekitar 1jt-an.

  4. Kalo menuju rumah keujanan biasanya ane cuma pake jas hujan di TKP aja sepatu, hp , dompet masuk tas n tas di gemblok masuk ke dalam jas ,maklum jasnya agak lebar . Tapi kalo mo berangkat dari rumah dah hujan ya sepatu , hp ,dompet , celana panjang , baju masuk tas semua , berangkat koloran dilapis celana hujan sama jaketnya aja plus sendal motor Bata

  5. kenapa enga pakai jaket biker yang waterproof aja? apa engga ada produsennya? jadi ga perlu ganti kostum di tengah jalan

  6. Info yang bagus !

    Barangkali informasi mengenai “Mudah Panik” berikut, juga berguna bagi rekan rekan yang memerlukannya. Klik > Mudah Panik ?

Leave a Reply