Edo Rusyanto Luncurkan Buku “Hiruk Pikuk Bersepeda Motor”

12 Januari 2011. Selamat dan sukses buat rekan, sekaligus teman dalam dunia blog, Edo Rusyanto yang telah meluncurkan buku setebal 156 halaman berjudul “Hiruk Pikuk Bersepeda Motor“. Peluncuran buku tersebut, di hantar melalui acara diskusi bersama Bambang Susantono sebagai Wakil Menteri Perhubungan RI, Hiramsyah  Thaib selaku CEO PT Bakrieland Development, serta Paulus Firmanto sebagai General Manager Marketing PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI).

Acara berlangsung di gedung Marketing Gallery Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan (Rabu, 12/1/11). Namun yang sangat menarik ketika melihat kehadiran para tamu undangan yang terdiri dari ATPM sepeda motor Yamaha, Honda, dan TVS.

Selain itu hadir pula beberapa nama staff Departemen Perhubungan Republik Indonesia, serta para tokoh penggiat safety riding RSA (Road Safety Association), wartawan dan blogger otomotif, serta beberapa anak-anak klub dan komunitas sepeda motor yang ikut menjadi saksi atas peluncuran buku tersebut.

Dalam kehidupan kita di Tanah Air saat ini, sangat dirasakan bahwa laju pertumbuhan sepeda motor sangat pesat. Edo yang saat ini punya profesi sebagai wartawan koran harian “Investor Daily” memang dikenal rajin mencatat dan mengulas angka-angka statistik perkembangan sepeda motor, baik secara makro maupun secara mikro yang kerap ia tuangkan di halaman blog pribadinya http://edorusyanto.wordpress.com/ yang sekaligus secara khusus mengupas safety riding (keamanan berkendara).

Dalam beberapa artikel di blognya, Edo sudah mengungkap sebuah fenomena soal angka sepeda motor di Indonesia, dimana disebutkan oleh Edo jika pertumbuhan penjualan sepeda motor di tahun 2010 amat menakjubkadan menjadi rekor baru sepanjang 40 tahun dalam sejarah industri sepeda motor di Indonesia, yakni sekitar 7,48 juta atau naik 29% dibandingkan dengan tahun 2009 yang sekitar 5,8 juta unit. Sebagai catatan rekor sebelumnya pernah dicetak pada tahun 2008 yakni sekitar 6,2 juta unit.

Edo Rusyanto Luncurkan Buku “Hiruk Pikuk Bersepeda Motor”

Melihat dari data dan angka tersebut, maka Edo mencatat bahwa masyarakat Indonesia akhirnya “lebih suka” memilih kendaraan sepeda motor sebagai sarana transportasi murah. Apalagi di kota besar seperti Jakarta yang terkenal mobilitas warganya amat tinggi. Yang menjadi  masalah utama belakangan ini, timbulah suatu keadaan “hiruk pikuk berkendara sepeda motor” yang bisa kita rasakan jumlah motor yang berseweliran di jalan semakin banyak dan bikin pusing kepala. Akibatnya, jumlah kecelakaan juga makin meningkat.

Resensi Buku

Inilah resensi buku milik Bro Edo, yang akrab dipanggil “Eyang Edo” khususnya bagi kalangan blogger, karena ia memang dianggap cukup senior dalam hal tulis menulis artikel blog. Tulisan dibawah ini dikutip dari mailing list KoBOI (Komunitas Blogger Otomotif) yang diterima SL.com sejak beberapa hari yang lalu.

Sepeda motor menjadi alat transportasi alternatif bagi masyarakat Indonesia. Pertumbuhan penjualan sepeda motor terus meningkat dari tahun ke tahun. Maklum, transportasi massal umum dinilai belum mampu mendukung secara maksimal mobilitas masyarakat.

Saat ini, populasi sepeda motor ditaksir tak kurang dari 50 juta unit yang tersebar seantero Nusantara. Pemilik sepeda motor memanfaatkan untuk aktifitas sehari-hari. ada yang untuk mencari nafkah. Lalu, ada yang untuk menimba ilmu, hingga berinteraksi sosial, termasuk untuk berrekreasi. Atau, memanfaatkan untuk semua tujuan tersebut.

Pemandangan maraknya sepeda motor di jalan-jalan kota besar, terlebih seperti Jakarta, hampir terlihat sepanjang hari. Sepeda motor memadati jalan raya. Bagaimana tidak, per akhir 2010, dari 11 juta kendaraan yang ada di Jakarta, sekitar delapan jutanya adalah motor.

Di sisi lain, sepeda motor yang secara fisik mudah tergelincir, menjadi kendaraan yang paling dominant terlibat dalam kecelakaan lalu lintas jalan. Data Kepolisian RI menyebutkan, keterlibatan sepeda motor mencapai sekitar 70% dari total kasus kecelakaan lalu lintas jalan.

Data tersebut selaras dengan fakta yang disodorkan PT Jasa Raharja, perusahaan negara yang bertugas menyantuni korban kecelakaan. Hingga Oktober 2010, dari nilai santunan yang mencapai Rp 1,3 triliun untuk korban kecelakaan, sekitar 70% nya adalah klaim pengendara sepeda motor.

Secara umum, korban kecelekaan lalu lintas jalan masih cukup tinggi di Indonesia. Sepanjang tahun 1992 hingga 2010, tak kurang dari 300 ribu jiwa melayang akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Belum lagi korban luka berat dan luka ringan yang tak kurang dari setengah juta orang.

Di tengah hingar bingar tersebut, Edo Rusyanto merekamnya dalam buku Hiruk Pikuk Bersepeda Motor. Buku setebal 156 halaman terbitan November 2010 itu, menjadi catatan perjalanan si roda dua dan kecelakaan yang melingkupinya. Termasuk seputar kecelakaan lalu lintas jalan yang menimpa para pengendara sepeda motor. Buku ini juga membeberkan aturan lalu lintas jalan dan upaya menghindari kecelakaan saat bersepeda motor.

Sementara itu, bagi Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono yang memberi kata pengantar buku ini, menilai baha menurunkan angka kecelakaan dan menciptakan lalu lintas jalan yang aman dan tertib tak bisa hanya dilakukan sendirian oleh pemerintah. Dua pemangku kepentingan yang tak kalah penting adalah dunia usaha, dalam hal ini produsen sepeda motor, dan masyarakat sebagai pengendara.

Andil dunia usaha, salah satunya dengan terus menerus secara konsisten berupaya mensosialisasikan keselamatan bersepeda motor (safety riding) dengan berbagai jurus. Saat konsumen membeli sepeda motor, ada ATPM yang memberi buklet atau leaflet mengenai pentingnya safety riding.  ATPM juga bisa menggandeng komunitas atau kelompok pemakai sepeda motor produksi mereka dalam pelatihan safety riding atau menggelar kampanye terkait UU No 22/2009. Dan yang amat vital adalah para produsen senantiasa menciptakan produk yang tidak saja ramah lingkungan, tapi juga menimbulkan rasa aman dan selamat saat dikendarai.

Terakhir yang sangat penting, adalah peran aktif masyarakat sebagai pengendara motor untuk turut mensosialisasikan pentingnya keselamatan, dengan mentaati peraturan lalu lintas. Karena keselamatan bukan pilihan, tapi keharusan.

“Saya menyambut baik hadirnya buku Hiruk Pikuk Bersepedamotor karya Edo Rusyanto ini, yang merupakan salah satu potret kehidupan bersepedamotor di Tanah Air. Saya harapkan buku ini bisa menjadi salah satu bacaan untuk menularkan kesadaran bersepeda motor yang bersahabat dan santun di jalan, untuk terwujudnya perilaku bermotor yang humanis,” kata Bambang Susantono dalam kata pengantarnya.

Buku ini juga merinci apa saja mengenai regulasi terbaru lalu lintas jalan, khususnya terkait pemotor. Selain itu, tentu saja menyinggung mengenai peran berbagai elemen masyarakat dalam menyebarluaskan bersepeda motor yang aman dan selamat.

ALBUM PHOTO

6 thoughts on “Edo Rusyanto Luncurkan Buku “Hiruk Pikuk Bersepeda Motor”

  1. Dani Ramadian says:

    Wahhh…
    Jadi juga bukunya pak Edo. Semoga buku
    tersebut bener² bermanfaat bagi kita…
    🙂
    Amin

  2. Salut untuk Mas Edo. Semoga lebih maju lagi.

  3. Selamat untuk bro Edo, terimakasih bro Stephen utk liputannya..

  4. Achie Unun says:

    Selamat bwt Pak Edo..Sukses selalu yah.
    Btw foto YMCD belakangnya aj sih yg diambil?? hehehehehe..
    Sukses jg bwt Bro Stephen. Thx yah.

  5. Hi, saya Libby.

    saya tertarik untuk mendapatkan buku tersebut.
    apakah ada informasi untuk bagaimana saya mendapatkan buku tersebut.
    thanks and sukses untuk bukunya mas Edo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *