#3 Road To Cameron Highland Malaysia (end)

image006

17 Oktober 2010. Pada akhirnya rombongan touring dari “Malaysia Brotherhood Ride 2010” atau MBR 2010 tiba dengan selamat dilokasi tujuan, yaitu salah satu pusat keramaian di kawasan Cameron Highland. Ditempat ini kami menginap satu malam di Hotel Equatorial yang memiliki konsep bangunan hotel bertingkat gaya Inggris.

Sebelum kami sampai di hotel, kami lebih dulu mampir disebuah tempat “Tea House” untuk tea break di sore hari dengan pemandangan kebun teh. Kurang lebih pemandangan mirip dengan suasana di Puncak Pas Jawa Barat, dan yang membedakan soal kebersihan, penataan yang jauh lebih rapih. Warung minumnya lebih modern mirip dengan warung minum di mall kelas atas.

Cameron Highland Malaysia

Anyway, terlalu panjanng mau mejelaskan soal Cameron Highlands ini, dan berdasarkan kutipan referensi dari wikipedia.org (dapat diperoleh informasi singkat sebagai berikut:

The Cameron Highlands is one of Malaysia’s most extensive hill stations. It covers an area of 712 square kilometres. To the north, its boundary touches that of Kelantan; to the west, it shares part of its border with Ipoh. Situated at the northern-western tip of Pahang, the “Camerons” is approximately 121 km east of Ipoh or about 214 km north of Kuala Lumpur.

During the day, the temperature seldom soars above 25°C; at night, it is the opposite: the temperature can sometimes drop to as low as 12°C.[1]

The resort was first developed by the British in the 1920s. It is made up of three sub-districts, namely Ringlet (5,165 ha), Tanah Rata (2,081 ha) and Ulu Telom (63,981 ha). Of the three, Tanah Rata is the administrative centre of the region.

In all, the retreat comprises eight neighbourhoods. The three townships are Ringlet, Tanah Rata and Brinchang. The area’s five settlements are the Bertam Valley, Kea Farm, Tringkap, Kuala Terla and Kampung Raja. All are at an altitude of more than 1,200 meters.

The gateway to the highlands is via Tapah or Simpang Pulai. Both approaches are in the state of Perak.

Masih penasara dengan sejarah Cameron Highland, silahkan saja browsing atau kunjungi website ini: http://en.wikipedia.org/wiki/Cameron_Highlands.

Mobil Land-Rover masih banyak di Cameron Highland Malaysia

Bagi SL.com tempat ini benar-benar sangat berkesan dengan nuansa Inggris yang masih kental. Ada puluhan mobil Land-Rover sebagai mobil proyek buat kerja dipegunungan masih banyak terlihat, ketika itu sore hari, sepertinya usai kerja, dimana mobil Land-Rover pekerja lagi turun dan parkir di pinggir jalan.

Cameron Highland Malaysia

Kemudian ketika melihat bangunan-bangunan di Cameron Highland, disana masih banyak bangunan yang memiliki ciri khas dan konsep bangunan Inggris,  terkesan seperti lagi jalan-jalan di Inggris. Apalagi ketika melihat jalan yang lebar, trotoar, kebersihan, penataan pasar, semuanya memang mirip dengan gaya Inggris. Bagusnya beberapa papan petunjuk pakai ejaan Melayu, jadi buat orang Indonesia hal ini masih bisa dibaca.

Bangunan Gaya Inggris di Cameron Highland Malaysia

Well.. lebih jauh silahkan dilihat sendiri melalui tayangan foto-foto yang ada  dihalaman ini. Oh ya.. janan lupa melihat artikel yang sebelumnya jika anda memang lagi nyasar ke halaman ini. Atau lebih mudah, klik [Visit Malaysia], karena semua artikel perjalanan tentang “Malaysia Brotherhood Ride 2010″ sudah ada disana.

Sebagai catatan, bahwa perjalanan tour Visit Malaysia bersama rombongan “Malaysia Brotherhood Ride 2010″ terselenggara atas kerjasama dari Malaysia Tourism Promotion Board, Majalah WTR (World Tour Rider), dan Modenas serta dukungan dari para sponsor yang lainnya.

PHOTO GALLERY

One thought on “#3 Road To Cameron Highland Malaysia (end)

  1. PERRTAAAMAAXXX LAGGIII GAN!!!. . . hahahaha :D

Leave a Reply