Riding Experience Motor Listrik Modenas di Gunung Jerai

DSC_0885

16 Oktober 2010. Akhirnya yang dijanjikan oleh pabrik motor Modenas benar juga. SL.com dan rombongan “Malaysia Brotherhood Ride 2010” atau MBR 2010 mendapat kesempatan untuk melakukan test-ride motor bebek listrik CTric bertenaga battery dengan rute di kawasan Gunung Jerai dimana hutannya masih terawat karena dilindungi.

Hari Kamis 14 Oktober 2010 pabrik motor Modenas asal Malaysia benar-benar telah menyediakan 10 unit motor bebek listrik untuk ditest oleh peserta MBR 2010. Diakui oleh pihak Modenas bahwa peserta MBR 2010 merupakan rombongan yang pertama kali mendapat kesempatan menjajal motor listrik buatan Malaysia ini.

Secara sepintas tipe dan ukuran motor ini adalah motor bebek umum seperti yang sudah kita lihat di pasaran, yang  berbeda dari motor bebek ini adalah pakai tenaga listrik (baterai), dan bukan memakai bahan bakar bensin. Selebihnya sama, pakai rem depan cakram, rem belakang tromol persis dengan dengan motor bebek umumnya.

Secara teknis dan spesisikasi, agak bingung untuk dijelaskan disini. Yang pasti motor listrik ini tidak pakai kenalpot, tidak pakai ruang bakar, tidak pakai pelumas, dan diklaim bakal hemat energi, dan tidak ada polusi udara. Artinya, motor listrik ini sangat akrab dengan eco-green, oleh karena itu pengetesan oleh MBR 2010 dilakukan dikawasan hutan Gunung Jerai, karena memang bisa bersahabat dengan alam dan hutan lindung.

Menurut keterangan dari pihak Modenas sewaktu menjelaskan didalam ruangan sesi presentasi pabrik motor Modenas (lihat artikel ini), bahwa motor ini nantinya akan dipasarkan bagi masyarakat Malaysia khususnya bagi warga komplek perumahan, tapi tak menutup kemungkinan motor dipakai untuk aktifitas harian buat semua warga masyarakat.

Pihak Modenas sedang memproses perizinan kepada instansi perhubungan pemerintah Malaysia, agar motor ini bisa dilengkapi dengan surat-surat dan motor bisa dipakai di jalan umum. Kabarnya, proses izin sudah mendapat lampu hijau.

Jika dokumen perizinan sudah keluar dari instansi terkait pemerintah Malaysia, maka segera motor ini akan diperkenalkan atau dijual kepada masyarakat luas, dengan target pasar dalam negeri Malaysia. Sedangkan untuk ekspor masih dalam wacana, jika memang ada permintaan kenapa harus ditolak? Bagaimana dengan pasar Indonesia? Modenas sedang berpikir kearah sana.

Sebuah motor listrik Modenas CTric siap untuk dikendarai oleh SL.com dan sementara itu motor KTM 990 Adventure diparkir dulu. Menurut skenario, acara test-ride akan berlangsung untuk rute menanjak (pergi) dan menurun (balik), karena nantinya peserta MBR 2010 harus mengembalikan motor Ctric ditempat yang sama sebelum waktu maghrib.

Sebelum start dimulai, peserta MBR 2010 berdoa dulu, kemudian mendapat arahan dan perkenalan tentang motor listrik ini. Selain itu, pihak panitia juga perlu menjelaskan soal medan di kawasan Gunung Jerai dengan badan jalan yang kecil atau sempit. Yang pasti motor listrik ini tidak punya knalpot dan sehingga tidak ada suara. Kemudian tidak ada gigi persneling. Itu catatan penting agar peserta MBR 2010 harus extra hati-hati.

Kedua, motor ini akan secara otomatis bergerak maju jika handle tangan kanan sudah diputar. Perhatikan tombol [D] untuk drive, tombol [N] untuk normal, dan tombol [R] untuk reverse (mundur). Jika kita salah tekan ke tombol R akan berbahaya, motor akan mundur. Motor ini tidak punya starter mesin (engine start) yang sempat bikin bingung SL.com.

Kemudian, mesin akan mati jika tuas rem ditekan, dan tidak ada istilah rem setengah, karena mesin tidak akan bergerak jika tuas rem sudah ditekan. Bagi bikers yang suka menahan tuas rem, maka akan mengalami kesulitan mengendarai motor ini, karena motor tidak akan bergerak.

Tepat pukul 17.00 waktu di Malaysia, 10 unit motor listrik mulai bergerak yang dikemudikan oleh peserta MBR 2010. Awalnya masih mendapat jalan menanjak sedang, dan motor masih punya tenaga. Tapi ketika jalan tanjakan curam, maka tenaga tak bisa dipacu, apalagi mau oper gigi, sama sekali tidak ada istilah oper gigi. Jadinya, kami hanya ngikut saja tenaga motor ini.

Yang pasti pengalaman berkendara motor listrik Modenas ini cukup unik, sepanjang tanjakan khsusnya pada tikungan tajam memang terasa lemot, tapi setelah mendapat jalan lurus atau jalan landai, kecepatannya bisa digeber habis. Karena ini lagi percobaan, juga dijalan gunung maka kecepatan pun hanya seadanya saja. Yang penting rasa enjoy, having fun, dan semua peserta tertawa riang mendapat kesempatan naik motor listrik Modenas.

Pada sebuah titik perhentian, kami melakukan review dengan beberapa teknisi Modenas yang sudah menunggu kedatangan peserta MBR 2010. Seorang peserta minta tukaran motor dengan SL.com alasan motornya lemot karena low-bat. Walah.. setahu SL.com semua motor sama, kekuatan tenaga listriknya  juga sama.

Soal charge, sebenarnya mudah. Jika ada ada kabel listrik, langsung saja tancapkan ke dalam lubang dekat sayap kiri dibantu dengan alat charger. Namun saat itu charger tidak ditunjukkan oleh Modenas, karena peserta MBR 2010 lagi enjoy dengan masing-masing motornya.  Tancap terus hingga garis finish di penginapan “The Regency Jerai Hill Resort“.

Selama berada di garis finish, tepatnya disekitar villa penginapan, adalah puncak expressi dari semua peserta MBR 2010. Yang pertama ajang narsis untuk foto bersama, dan kedua saling melakukan experience melalui tukaran motor yang pada dasarnya adalah sama saja.  adalah sesi foto bersama.

Usai acara pemotretan, maka peserta MBR 2010 memulangkan motor Modenas ini di garis start, yang mana rutenya adalah menurun. Hm.. tanpa dipandu, tanpa diarahkan, semua peserta langsung ngacir, kebut-bahkan kebutan sepanjang 10 km. Lucunya, kebut-kebutan disini tak ada suara mesin atau suara kenalpot. Jadi, silahkan dibayangkan sendiri.

Wah.. semua habis-habisan balas dendam dan untung saja handling kemudi, pengereman, suspensi, dan kualitas ban memang sangat bagus, sehingga semua peserta MBR 2010 bisa menyelesaikan seluruh rangkaian acara test-ride motor listrik Modenas  CTric dengan selamat.

Tak lama kemudian motor listrik tadi dimasukkan oleh panitia kedalam mobil box Modenas, dan peserta MBR 2010 pun segera ambil motor touring-nya untuk balik ke lokasi penginapan. Tak terasa jalan tanjakan 10 Km jadi sangat dekat, apalagi saat itu SL.com bawa motor KTM 990 Adventure yang berkarakter sangat lincah dan akselerasi-nya mantap.

Setibanya kami di Puncak Gunung Jerai, kami mendapat jatah kamar villa, dan saat itu terlihat pemandangan indah yaitu waktunya matahari terbenam yang bisa dilihat dengan jelas ke arah Selat Malaka. Lihat artikel lanjutan tentang Sunset View di Gunung Jerai dan acara Dinner (makan malam) bersama dengan pimpinan Modenas yang ikut menginap di villa.

Sebagai catatan, bahwa perjalanan tour Visit Malaysia bersama rombongan “Malaysia Brotherhood Ride 2010″ terselenggara atas kerjasama dari Malaysia Tourism Promotion Board, Majalah WTR (World Tour Rider), dan Modenas serta dukungan dari para sponsor yang lainnya.

PHOTO GALLERY

3 thoughts on “Riding Experience Motor Listrik Modenas di Gunung Jerai

  1. […] pada topik sunset view, setidaknya momen ini merupakan hadiah penutup acara riding experience motor listrik Modenas CTric yang sudah berakhir  di penginapan “The Regency Jerai Hill Resort“. Acara ini telah […]

  2. sampun sehat says:

    isunya sih honda mau keluarin motor listrik tahun depan benarkah ? tolong dong om steph cari info

  3. terima kasih postingannya ya..
    salam kenal..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *