Some of The Historical Place in Kuala Lumpur Malaysia

10 Oktober 2010. Sepanjang hari kedua berada di Kuala Lumpur, Sabtu, 9 Oktober 2010 rombongan “Malaysian Brotherhood Rider 2010” atau MBR 2010 hanya menjalani tour lokal, atau belum melakukan riding dengan motor dan disini hanya keliling dalam kota Kuala Lumpur melihat lebih dekat beberapa tempat ber-sejarah (historical place).

Dengan sebuah bus besar, SL.com dan rombongan yang jumlahnya hanya dari 10 orang kami dikawal oleh staff Tourism Malaysia, Ezry Halil Che Om selaku Tourism Officer Mega Fam Unit dari Malaysia Tourism Promotion Board. Selain itu, kami juga ditemani oleh Rush Rasyidan Rosni selaku staff WTR (World Tour Rider) sebagai Lifestyle Travel & Motorcycle Magazine.

Pagi hari usai breakfast di Hotel Seri Pan Pacific tempat SL.com dan rekan-rekan MBR 2010 menginap, kami diarahkan dengan bus  menuju Istana Negara, kemudian ke Muzium Negara, dan Lapangan Merdeka, lalu berlanjut ke Pusat Belanja Asesories Motor, terus menjuju Kuala Lumpur Twin Tower, Batu Caves, dan terakhir mampir di Naza Automall.

Istana Negara

Lokasi Istana Negara masih berada di dalam kota Kuala Lumpur dan menurut sejarah pada mulanya adalah kediaman seorang ahli dagang Cina, Chan Wing yang dibangun pada 1928. Sewaktu penjajahan Jepang di Malaya pada 1942- 1945, Jepang mengambil alih kediaman ini dan menukarnya menjadi kediaman resmi Jepang dan pejabat pegawai-pegawai Jepang.

Setelah berakhirnya perang dunia, kerajaan Negeri Selangor mengubah kediaman ini dan menjadikan ia tempat kediaman resmi Sultan Selangor.

Setelah negara Malaysia mencapai Kemerdekaan pada 1957, maka Kerajaan Persekutuan yang baru dibentuk ketika itu mengubah kediaman ini menjadi kediaman resmi bagi Yang Di-Pertuan Agong yang dikenal sebagai Kepala Persukutuan Kerajaan Malaysia sesuai dengan sistim monarki yang berlaku di negara Malaysia.

Ketika SL.com datang ke lokasi Istana Negara, dari halaman luar terlihat bendera kuning sedang berkibar, dan menurut info itu tandanya sang Raja Yang Di-Pertuan Agong sedang ada didalam istana. Pada tahun 2009 yang lalu, SL.com sempat melihat rombongan Yang Di-Pertuan Agong ketika datang ke sirkuit Sepang (lihat artikel ini).

Beberapa peserta Malaysia Brotherhood Ride 2010 di depan Main Gate Istana Negara

Selama berada di sekitar istana, terlihat ada banyak pelancong yang datang ke kawasan diluar Istana Negara, bahkan ada yang rela mau menunggu untuk menyaksikan acara penukaran pegawai berkuda di pintu hadapan istana. Katanya ini merupakan suatu acara yang menarik. Sayang SL.com tak melihat acara penukaran penjaga istana ini.

Yang lebih menarik diantara para pelancong, yaitu  kehadiran sebuah klub motor klasik dari negara Malaysia sendiri dalam jumlah yang cukup besar ikut melancong ke lokasi Istana Negara (lihat photo mereka selengkapnya disini). Loh.. koq iya sih ada anak bikers Malaysia mau juga datang melancong ke Istana Negara Malaysia?

Istana Negara ini dikelilingi pagar tinggi, tapi dari beberapa sudut kita masih  bisa melihat kawasan istana dan taman yang menarik dan dijaga keindahannya. Jauh berbeda dengan Istana Negara di negara sendiri Indonesia dimana jalan menuju istanda sudah di blokir (ditutup) dan pelancong pun tak boleh mendekat.

Muzium Negara Kuala Lumpur

Usai melihat Istana Negara, SL.com dan rombongan melanjutkan perjalanan dengan bus ke Museum Negara Malaysia (Muzium Negara Malaysia) adalah museum nasional Malaysia yang terletak di luar Taman Tasik Perdana, Kuala Lumpur, Malaysia.

Bangunan museum yang bercirikan sebagai istana Melayu tradisional negara dari bagian Terengganu. Kemudian desain gedung kono telah dipilih sendiri oleh Tunku Abdul Rahman. Sedangkan pada bagian depan bangunan museum dipasang dinding mosaik yang menceritakan tentang kegiatan ekonomi, adat istiadat, dan budaya Malaysia.

Museum menempati bangunan bertingkat tiga. Sebagian besar koleksi mengenai sejarah Malaysia. Di dalamnya terdapat empat galeri utama yang memamerkan kebudayaan Cina, kebudayaan India, tembikar, flora dan fauna Malaysia, dan cara hidup orang Malaysia, seperti bangsawan Melayu.

Dari catatan yang dikutip dari Wikipedia disebutkan bahwa museum ini menempati bekas lokasi Museum Selangor yang dulunya pernah dibangun pada tahun 1899. Pada tahun 1941, sayap kanan bangunan museum dan sebagian besar dari artefak pernah hancur akibat serangan udara Angkatan Udara Tentara Sekutu pada 10 Maret 1945.

Setelah kemerdekaan Federasi Malaya, pemerintah federal memutuskan untuk membangun sebuah museum nasional di bekas lokasi Museum Selangor. Pembangunan gedung dimulai tahun 1961, dan selesai tahun 1965. Museum Negara secara resmi dibuka oleh Tuanku Syed Putra ibni Almarhum Syed Hassan Jamalullail pada 31 Agustus 1963.

Apa yang didapat dari perjalanan ke museum ini, yang pertama masuk musium gratis, yang kedua adalah kebersihan sangat terjaga, kemudian tak ada warung penjaja. Terlihat rapih sehingga nyaman buat jalan-jalan bersama keluarga. Untuk mencapai lokasi ini sangat mudah, karena akses jalan di Malaysia banyak fly over/jembatan layang, jalan bypass, jalan tol, dan semuanya memang memberikan kemudahan.

Lapangan Merdeka Kuala Lumpur

Usai melancong di Istana Negara dan Muzium Negara Malaysia, SL.com dan rombongan meluncur ke Dataran Merdeka atau Lapangan Merdeka yang juga dinamakan Sempena. Tempat ini memang sangat bersesajarah karena karena disinilah sebagai tempat untuk memperingati hari kemerdekaan negara Malaysia.

Menurut catatan sejarah, dilapangan hijau inilah bendera Union Jack Inggris diturunkan pada tanggal 31 Agustus 1957 untuk menandakan selesainya zaman penjajahan Inggeris di Malaysia.  Pada waktu yang sama, Perdana Menteri Malaysia yang pertama yaitu Tunku Abdul Rahman dengan ribuan warga Malaysia meneriakan kata-kata “Merdeka! Merdeka! Merdeka!” sebagai tanda kemerdekaan Malaysia.

Tiang bendera setinggi 100 meter yang merupakan salah satu tiang bendera tertinggi didunia mengibarkan bendera Malaysia untuk memperingati hari yang bersejarah tersebut.

Lapangan Dataran Merdeka menjadi penting sebagai tempat arak-arakan polisi dan juga sebagai lokasi bagi pelbagai acara dan aktivitas seperti bermain kriket pada masa dahulu. Pada jaman Inggris, lapangan kriket ini hanya untuk orang kulit putih.

Demikian pula bangunan tua club house atau disebut dengan nama Kelab Selangor yang terletak di tepi lapangan Dataran Merdeka terlihat masih terjaga dan terawat dengan baik. Konon, jaman dulu bangunan yang mempunyai konsep bangunan ala-Tudor ini dibangun pada tahun 1890 pernah jadi tempat berkumpulnya warga kulit putih, dan kaum elit di KL.

Di seberang lapangan Dataran Merdeka pula ialah bangunan Sultan Abdul Samad. Bangunan yang mempunyai ciri-ciri konsep bangunan Islam ini direhabilitasi pada tahun 1897 dan pernah digunakan sebagai kantor pejabat beberapa jabatan penting sewaktu jaman penjajahan Inggeris dahulu.

PESERTA MBR 2010

Dalam rombongan MBR 2010 ini, seorang rekan blogger otomotif Haryo Widodo ikut bergabung, dan ia beruntung bisa terpilih dan masuk group MBR 2010. Menurut info, seleksi peserta yang bisa ikut acara MBR 2010 ini sangat ketat, selain harus memiliki media, dan setiap peserta juga harus bisa ikut touring motor dengan rute jalan jauh. Bisa dibilang, para peserta MBR 2010 harus berjiwa adventure.

PHOTO GALLERY

Please follow and like us:

One thought on “Some of The Historical Place in Kuala Lumpur Malaysia

  1. […] Lumpur, 10 Oktober 2010. Usai jalan-jalan ke Istana Negara, kemudian Lapangan Merdeka Kuala Lumpur, dan Pusat Belanja Bikers Malaysia, akhirnya SL.com dan rombongan “Malaysia Brotherhood Rider […]

Leave a Reply