The First Insight About Kuala Lumpur Malaysia

8 Oktober 2010. Apa yang menarik dari Kuala Lumpur (KL) atau negara Malaysia? Yang pertama adalah soal keteraturan dan ketertiban. Padahal negara ini adalah negara tetangga Indonesia, tapi ketika kita mau jujur bicara soal keteraturan dan ketertiban ternyata Malaysia jauh lebih baik. Sungguh luar biasa!

Inilah pandangan pertama ketika SL.com ketika datang ke negara Malaysia atas undangan Malaysia Tourism Board dari Kantor Keduataan Malaysia untuk mengikuti sederet acara Visit Malaysia. Ini merupakan kesempatan langka karena bisa melihat sesuatu yang lebih baik dan memang tak pernah ada di negeri sendiri.

Pada tahun 2009 yang lalu SL.com pernah berkunjung ke KL menonton MotoGP di Sirkuit Sepang, dan untuk tahun 2010 ini datang kesempatan atau undangan dari Malaysia Tourism Board mengikuti acara touring atau riding sepeda motor menuju beberapa lokasi wisata di Malaysia selama 10 hari (lihat agendanya di artikel ini). Kunjungan ke negara tetangga yang masih satu rumpun ini, sudah termasuk acara menonton MotoGP dan beberapa acara yang berhubungan dengan acara wisata motorsikal (red=motor cycle).

Setelah menikmati penerbangan Malaysian Airlines dari Jakarta tujuan Kuala Lumpur hari Jumat, 8 Oktober 2010, seorang rekan Bro Rush dari majalah WTR (World Tour Rider) telah siap menunggu dan menjemput SL.com di bandara KLIA (Kuala Lumpur International Airport). Dengan mobil pribadinya, ia langsung tancap gas dengan kecepatan 120km/jam, dan sungguh tak terasa karena jalan yang sangat lebar dan sepi.

Dari perjalanan ini sangat terasa kalau negara Malaysia ini memiliki standard dan kualitas transportasi yang terbaik. Jalan tol atau highway (bebas hambatan) dan jembatan layang bertebaran di-mana-mana. Jangan tanya soal antrian di pintu gerbang tol, bisa dibilang sepi alias sama sekali tidak ada mobil.  Koq bisa ya?

Jarak antara bandara KLIA dengan kota KL sebenarnya jauh sekali hampir mencapai 100 km, namun karena jalan tol-nya sangat lebar, dimana mobil pribadi bisa dipacu lebih dari 120 km/jam (kalau mau), maka perjalanan yang jauh ini sungguh nikmat karena tidak ditemui adanya kemacetan. Soal macet baru ditemui di dalam kota KL tapi tetap lalu-lintasnya teratur dan tertib.

Mobil yang ditumpangi oleh SL.com sempat berhenti dan mengisi bensin pada salah SPBU nasional milik Malaysia. Sang-supir Bro Rush dari media WTR turun dari mobil dan menuju kasir untuk bayar dulu jumlah liter yang diinginkan, dan kemudian ia balik lagi ke mobil untuk isi bensin sendiri (self service). Lagi, bicara soal ketertiban terbukti di negara Malaysia ini sewaktu isi bensin.

Selain itu, selama berada di jalan bebas hambatan, kita bisa menemui sepeda motor yang masuk jalur highway, dan ternyata motor boleh pindah ke jalur tengah asalkan bisa menyalip atau mendahuli mobil.

Ini bukan soal kebut-kebutan, tapi soal “tahu diri” dari pemilik motor mengenai batas dan kemampuan motor yang dikendarai. Kalo memang bisa mendahului mobil, monggo masuk ke tengah jalan untuk menyalip mobil. Kalau tidak, ya harap tetap berada di bahu jalan atau di sisi sebelah kiri.

Kenapa Jakarta selau dikeluhkan macet? Cobalah belajar dari negara tetangga.

Lahan yang luas memang benar-benar dimanfaatkan buat sarana transportasi, mulai dari jalan raya yang lebar, jumlah jalan tol, jembatan layang, kereta api, monorel, tapi tetap menjaga dan mempertahankan penghijauan, hutan lindung, perumahan yang teratur. Juga pertokoan dan perkantoran terlihat yang sangat rapi, bahkan semua ditata dengan baik sampai taman bermain, dan lokasi parkir. Sebenarnya masih banyak lagi kelebihan-kelebihan dari negara Malaysia ini yang bisa di tiru.

Untuk sementara silahkan dilihat beberapa foto dibawah ini yang terekam dari kamera SL.com dimulai dari bandara KLIA hingga sampai Hotel Seri Pan Pacific dimana SL.com dan beberapa rekan media menginap selama berada di KL. Untuk hari Selasa 12 Oktober, rombongan SL.com tentunya harus pindah hotel ikut agenda perjalanan touring atau riding motor ke beberapa lokasi turis Malaysia.

Semoga informasi ini berguna bagi kita semua.

PHOTO GALLERY

Please follow and like us:

11 thoughts on “The First Insight About Kuala Lumpur Malaysia

  1. ane stuju kalo motor boleh masuk jalan tol tapi mesti tertib

  2. tigerpiceks says:

    tapi pengalaman buruk dulu di sepang om stephen…, kecopetan pas habis nonton F1 di sepang!!!! 🙁 🙁

    Manajamene transportasinya juga kacau, banyak penonton yang terpaksa jalan berkilo2… gara2 ga dapet taksi… , terpaksa naek bus (itupun harus antri naeknya dan agak rebutan!!) dan kecophetan!!!!!!!!!!

  3. Wih, Om.
    Ada yg bawa Mv Agusta F4 1000 di Malaysia??
    Tuh orang kaya raya banget tuh kayaknya 😀
    Hahaha…

  4. wah..ada di Malaysia yer bro..bagus sekali tu. 🙂

  5. Hrs banyak blajar lg dr negara tetangga…
    Untuk jln tol seharusnya memng smua kendaraan di izinkan, cm sj aturannya yg hrs di pertegas lg..

  6. silverado 07 says:

    Mantaf brader……….ajakajak dunk jalanjalannya hihihihihi…….

  7. Di Indonesia seandainya motor boleh masuk tol saya setuju banget, tapi mesti tertib dulu laah…atau utk tahap uji coba dibatasi dulu yang boleh masuk tol misalnya yg 200cc ke atas, kalau dinilai sukses baru motor dg cc lbh kecil boleh masuk..

  8. kapan ya, negoro iki tertib, maju, sadar berlalu-lintas…???
    minim podo wes karo Malay…
    neng Lamer wae durung ijo wes diklaksoni…
    angkot-angkot sopir-e durung due utek kuabeh mandek sak enak udel-le deweks

  9. semua org jg pny impian spt itu,

    tapi apakah mungkin impian itu bisa segera terwujud??????????????????

    semua tertib berlalu lintas, dan bebas dari sgala kemacetan yg ada……

    • Sagged Gan, asal kita semua sadar berlalu lintas. aparat Tegas, disiplin dan TIDAK MATREALISTIS. Transportasi sarana, prasarana menunjang, baik semua lini & murah. budayakan Kereta (sebagai angkutan Massal).
      yakin degh bukan Mimpi kock……..
      pareng ngeh Gan, Arep ngombe wedank ronde neng HIK….

  10. semua org jg pny impian spt itu,

    tapi apakah mungkin impian itu bisa segera terwujud??????????????????

    semua tertib berlalu lintas, dan bebas dari sgala kemacetan yg ada……

    mimpi apa mimpi y 🙂 🙂 🙂

Leave a Reply