Jakarta, 11 September 2010. Artikel ini sekedar bercerita kunjungan SL.com di kota Yogyakarta pada tanggal 7-8 September 2010 lalu, usai meliput acara penyambutan peserta “Mudik Bareng Honda” (MBH 2010) yang sukses digelar oleh PT Astra Honda Motor (AHM). Artikel acara penyambutan MBH 2010 dapat dibaca melalui halaman ini.
Kunjungan singkat SL.com bersama kedua orang teman blogger, serta seorang staff PT AHM ke kota Yogyakarta sebagai kota wisata nasional benar-benar sangat terbatas waktunya. Namanya juga lagi bertugas meliput, dan bukan untuk jalan-jalan wisata. Jadi, harap maklum kalau saya memang tak banyak atau tak sempat berkunjung ke tempat wisata kota Yogyakarta yang sangat terkenal dan sarat dengan peninggalan sejarah dan cagar budaya yang masih asri (dilindungi UU).
Anyway, dari photo gallery dibawah bisa terlihat kalau saya bersama rombongan dalam satu mobil ada yang mengantarkan kami kesana kemari. Beruntung mobil yang dipakai jenis Toyota Kijang Innova milik Adira Finance sebagai salah satu sponsor acara MBH 2010. Sedangkan guide adalah Bro Prasetio, koordinator PMHY (Paguyuban Motor Honda Yogyakarta).
Bro Prasetio telah banyak membantu dan mengantarkan kami sesuai dengan tujuan yang diinginkan, dan seorang supir selalu siap membawa kami sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Mas Pras yang dikenal memiliki rambut gondrong ala seniman muda Yogyakarta.
SL.com bersama rekan yang lain menginap di Hotel Novotel Yogyakarta yang terletak di Jl. Sudirman No. 89 dan hotel ini tidak jauh dari pusat keramaian di Malioboro. Terlihat becak didepan hotel yang sebenarnya bisa saja mengantarkan tamu hotel ke pusat keramaian, hanya saja saya sendiri tak sempat mencicipi naik becak dari hotel. Sesuai jadwal, pada hari Selasa pagi (8/9/10) kami diantarkan dengan mobil ke arah Malioboro untuk belanja oleh-oleh ala kadarnya.
Oleh Bro Prastio kami langsung diantarkan ke Toko Mirota Batik (Hamzah Batik) yang teletak di Jl. A. Yani terusannya Jl. Malioboro. Toko ini tidak begitu jelas terlihat dari jalanan karena halaman depan toko (trotoar) sudah dipenuhi oleh pedagang kaki lima. Patokan toko ini berada di depan gedung tua yang ada tower atau antena.
Konon tower ini adalah peninggalan jaman Belanda yang dulu berfungsi sebagai sirene untuk memberi tanda peringatan, mungkin dulu alat ini dipakai sebagai tanda terhadap serangan musuh. Ketika saya melongok keatas tower, ternyata benar alat corong panjang semacam TOA masih menempel.
SL.com bergegas masuk Toko Mirota Batik dan belanja cepat, karena SL.com masih penasaran dengan bangunan gereja tua, yang berada disebelah kiri Toko Mirota Batik (lihat dari depan). Gedung gereja tua tersebut merupakan peninggalan sejarah Belanda dan termasuk cagar budaya yang dilindungi UU No. 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya.
Usai belanja di Toko Mirota Batik, saya pun langsung menghampiri gedung Gereja Kristen Margomulyo atau dikenal sebagai GPIB Jemaat Marga Mulya, Jl. A. Yani No. 5 Yogyakarta dimana halaman depannya sarat dengan parkiran motor masyarakat umum (bukan milik jemaat). Ternyata kepadataan motor di Yogyakarta benar-benar sangat terasa, hal ini terbukti dari lahan parkir sudah sampai memenuhi halaman gereja.
Melewati parkiran yang sempit karena padat sepeda motor, SL.com pun langsung masuk ke dalam gedung gereja tua ini, dan benar disana terlihat masih ada tulisan besar dalam ejaan bahasa Belanda yang tertera dengan jelas di atas mimbar atau altar gereja. Tulisan tersebut dapat dibaca dengan jelas melalui foto disamping ini (klik gambar memperbesar foto).
Yang unik adalah perangkat kuno furniture gereja yang terbuat dari kayu jati, dan ini ternyata sudah dipakai sejak tahun 1923 dan tetap dipertahankan kelestariannya, antara lain kursi jemaat, kursi majelis, dan mimbar pendeta semua masih asri sebagai barang kuno yang masih terawat. Semoga untuk selamanya masih tetap terjaga keasliannya.
Saat masuk dari pintu utama, disana terlihat jelas sebuah papan besar menuliskan nama-nama para pemimpim gereja tersebut yang dimulai dari nomor 1 bernama DS Begeman bertugas di tahun 1857. Kemudian nomor dua DS H. Snel bertugas tahun 1923-1925, dan sampai nomor urut 12 adalah nama keturunan Belanda hingga tahun 1952.
Mulai dari nomor urut 13 hingga 25, nama depan sudah diisi dengan jabatan Pdt (pendeta) dan pejabat terakhir dan hingga saat ini yang masih bertugas adalah Pdt. Murwanto Moesamo, STh (sejak tahun 2008 hingga artikel ini ditulis).
Saya pun masuk lebih dalam lagi menuju ruangan yang berada di belakang mimbar, dan disana secara tak sengaja bertemu langsung dengan bapak Pdt. Murwanto sebagai Ketua Umum atau Pendeta Jemaat yang melayani jemaat dalam bangunan gereja tua GPIB Marga Mulya tersebut.
Hal yang belum terjawab dan masih penasaran dalam benak SL.com adalah, apakah nama bangunan gereja tersebut pada jaman Belanda sebelum bangunan diserahkan atau menjadi GPIB (Gereja Prostestan Bagian Barat)? Padahal sejarah GPIB didirikan pada tanggal 31 Oktober 1948 yang pada waktu itu bernama “De Protestantse Kerk in Westelijk Indonesie“.
Tak banyak waktu karena SL.com pun harus bergegas menuju bandar udara Adisutjipto, sehingga hanya beberapa menit saja ngobrol bersama dengan dua orang majelis gereja yang juga berada diruangan tersebut.
Tak lupa saya pun mengisi buku tamu GPIB Marga Mulya yang dikenal sebagai gedung cagar budaya dilindungi oleh UU. Tak lama kemudian saya pun harus meninggalkan gereja tua dan selanjutnya menghampiri rekan yang sudah menunggu di depan Toko Mirota Batik, dan selanjutnya kami begerak melewati benteng Belanda Vredeburg dan seterusnya menuju bandara.
Dalam pejalanan menuju bandara Adisutjipto, tepatnya di Jl. Laksda Adisucipto, dan atas rekomendasi Mas Bro Pras maka kami pun mampir di Toko Bakpia Djava belanja makanan khas Yogyakarta. Padahal nama bakpia Jogja ini sangat terkenal dengan angka lima, seperti 25, 55, 75, namun untuk kali ini kami ingin mencoba dan merasakan dengan merek lain.
Ternyata rasa enak memang sangat sulit dibedakan, karena semua makanan bakpia Jogja memang eunak sekali..
Akhir cerita, terima kasih banyak kepada perusahaan PT AHM yang sudah memberikan kesempatan jalan-jalan wisata bagi SL.com di kota Yogyakarta dengan status sebagai independent blogger.
PHOTO GALLERY
[Gallery not found]















Perjalanan yang menyenangkan mas
salam kenal
Salam kenal juga buat Asia Hotel Review..
kalo blog ini review lokasi wisatanya aja..
mari kita tunggu liputan di acara berikutnya bersama dengan Honda.
Honda selalu membuat terobosan dalam tiap acaranya.
salam One Heart.
wah gini nih enak nya jadi blogger,bisa ngeliput sekaligus refreshing…
memberikan warna tersendiri.apalagi kalau yang diliput acara nya Honda,pasti menyenangkan.
Honda is the best.
Enak nya jalan2 sambil kerja ngeliput .
Wah setelah acara Mudik Bareng Honda yang sukses,masi sempet untuk jalan2.
Ayo AHM and bung SL,gebrakan apalagi untuk Mudik Bareng Honda taun depan?
wah enak banget tuh,ngeliput acar MBH plus jalan2 “menikmati” tempat bersejarah di Jogja.
Tahun depan Liputan Mudik Bareng Honda bakalan lebih seru lagi pastinya.
Aja2k ya bro SL…..
Salam One Heart
Wah, dibayarin Honda Yach? mau dunk…
waaahhh…
seru banget jalan2 bareng Honda..
jadi kepengennnn niiihhh
keren om, coba saya juga diajak mudik sama honda deh eheheh
kangen jadinya jalan ke mirota
hehehe.. ayo skrg gw ajak ke jogja.. riding motor.. besok minggu 12/9 berangkat.. balik lagi ke jogja.. belum puas nih!
Ide Bagus Tuh Mas SL,
Ajak-ajak dong ke jogjanya,
Penasaran ma ceritanya Mas SL,
Jadi mau liat langsung Jogja.