Review Yamaha Byson: Motor Touring?

Jakarta, 20 Agustus 2010. Sebelumnya terima kasih kepada PT Yamaha Kencana Motor Indonesia (YMKI) telah mengajak blogger test ride Yamaha Byson. Rombongan SL.com ada rekan RAPI RIDERS (Didi 09FQT dan Budi 09EWH) dan rekan HTML (Bro Marko) sama-sama ikut test ride (Kamis 19/8/10). Usai test-ride kami punya persepsi dan pandangan yang hampir sama tentang motor baru ini.

Melanjutkan artikel sebelumnya, kali ini SL.com berbagi cerita test-ride Yamaha Byson di lintasan sirkuit Go Kart Sentul yang disebut Sirkuit Kecil Sentul. Kehadiran SL.com barengan dengan rekan Didi, Budi dan Marko mendapat sambutan hangat dari Paulus Firmanto, Assisten GM Promotion & Motorsport Division, Indra Dwi Sunda Corporate Communication dan beberapa staff PT YMKI lainnya. Ada 3 unit motor Yamaha Byson disiapkan YMKI , antara lain warna merah, biru dan abu-abu tua, dan ketiganya siap dipakai untuk tes-ride secara bergantian sesuai nomor urut absen.

Cuaca sekitar Sentul sangat cerah dan ini mendukung test-ride. Group blogger digabungkan dengan anggota perwakilan klub/komunitas motor, sedangkan group wartawan lebih dulu masuk ke ruangan mendengarkan presentasi Muhammad Abidin, Assisten GM Service Division. Perlengkapan “safety riding” sebagai standar berkendara motor seperti protector kaki, protector tangan, jaket, helm, sudah disiapkan oleh YMKI, artinya rider tak perlu lagi repot-repot bawa perlengkapan.

Briefing test-ride yang disampaikan oleh staff Yamaha cukup singkat tapi jelas. Jatah test-ride melintas di sirkuit hanya 2 lap tapi didahului dengan simulasi jalan bergelombang lewatin papan kayu, dan simulasi jalan zig-zag melewati beberapa cone. Setelah itu langsung masuk lintasan dengan kecepatan sesukanya.

SL.com dapat jatah nomor urut 14 dan ketika engine start, terdengar suara mesin halus. Terasa ada kesan sebagai bikers yang penuh gaya, karena motor baru. Perasaan kedua, ada kesan naik motor touring style, karena stang cukup lebar, mirip stang trail yang dipakai SL.com saat touring dengan Honda Tiger 2004 milik sendiri ke beberapa daerah. Tapi, ketika angkat kaki dan motor sudah dijalankan, malah terasa ada gaya riding streetfighter. Wah.. beda lagi tuh perasaan.

Tahap pertama lewatin papan kayu mirip jembatan kecil dua kali, setelah itu manuver zig-zag lewati beberapa cone. Masuk lintasan, langsung tancap gas. Di lintasan lurus pertama, lumayan dapat tarikan cepat, tapi mendadak nikung dan oper gigi turun. Setelah itu SL.com merasakan test-ride Yamaha Byson dalam kecepatan menengah dan bawah. Hitung-hitung mirip jalan Danau Maninjau terkenal dengan Kelok Ampek-Ampek (Kelokan 44), Sumatera Barat.

SL.com mencari posisi buat rebahan kiri dan kanan dan ternyata memang asyik juga, dan beberapa kali ujung sepatu SL.com menyentuh jalan dalam 2 atau 3 corner. Dengan terpaksa untuk setiap tikungan kaki dibuat jinjit biar terasa ini lagi ikut racing beneran.

Footstep Yamaha Byson punya desain menekuk saat menyentuh jalan, dan SL.com merasakan ada satu kali tikungan yang menyentuh jalan dengan suara gesekan, sehingga sontak membuat SL.com lebih waspada agar jangan sampai jatuh, karena ban yang dipakai terasa belum familiar diajak kencang. Bahkan menurut rekan Marko, ia merasakan ada sliding pada ban belakang saat menikung di sebuah corner.

Masuk straightline kedua, motor digeber lagi, dan kali ini SL.com melihat speedometer digital layar LCD, dan ternyata speed-nya nggak dapat angka speed 80 km/jam, sepertinya SL,.com cuma bisa berada di angka maksimum 78 km/jam, dan kemudian SL.com pun harus segera tarik tuas  rem depan untuk melahap tikungan dengan aman.

Selanjutya bermain lagi dalam tikungan-tikungan kecil dan akhirnya masuk pit-in. Sebelum berhenti SL.com menarik gas kencang putaran bawah, dan rem mendadak dengan rem depan. Yamaha Byson bermesin 153cc ini berhenti dengan mantap mengakhiri sesi test-ride.

Turun dari motor, SL.com memberi komentar kepada teman-teman, bahwa Yamaha Byson ini memang seperti motor touring!

SL.com punya pendapat kalau mau touring beneran, ingin melahap pegunungan, dan ingin menempuh jarak jauh, sebaiknya pakai motor bermesin lebih besar, misalkan Yamaha Scorpio yang sudah mengusung mesin 225cc.  Konon kabarnya Scorpio baru lagi di-riset oleh YMKI yang tidak lama lagi bakal diperkenalkan. Hal ini ditandai melalui slide PT YMKI disana terlihat ada penampakan Scorpio yang bakal punya bodi baru. Benar kah? Gosip ah.. :-)

Back to Yamaha Byson. Sebenarnya pacuan Byson ini adalah mengacu pada konsep gagah, kekar, garang, macho, dan muscle. Sebagai motorsport stylish, motor ini masih bisa di modifikasi lagi, maupun untuk modifikasi yang sangat extreem.  Memang benar, sebagaimana dikatakan oleh Abidin, ia mengakui bahwa Yamaha memang sengaja mempersiapkan motor ini buat mereka yang doyan modifikasi.

Dalam sesi test-ride SL.com memang tak mendapatkan kecepatan top-speed, bahkan putaran atas memang tidak maksimum, hal ini disebabkan lintasan sirkuit Sentuk Kecil banyak tikungan, juga motor ini lebih terasa sebagai motor gambot yang bermain pada kecepatan bawah dan menengah. Namanya juga sebagai motor gaya, stylish dan cocok untuk modifikasi.

Jadi, sudah cukup jelas dan disepakati oleh beberapa teman blogger yang ikut test-ride, bahwa Yamaha Byson memang kalah kencang dibandingkan dengan Yamaha V-Xion.

Salah satu keunggulan yang dirasakan oleh SL.com adalah gerakan dan manuver menikung yang nyaman karena motor terasa stabil, apalagi kalau Yamaha Byson ini nyemplak ban Battlax ukuran 120/17 dan SL.com yakin akan lebih berani menikung lebih dalam. Menurut penjelasan Abidin, bahwa porsi bobot motor ini berada di bagian tengah bawah. Memiliki rangka double cradle, dan titik beratnya ada di tengah bodi, tepatnya pada bagian mid-ship muffler.

Apa sih mid-ship muffler?

Itu loh.. titik berat berat Yamaha Byson yang berada pada sambungan muffler atau catalitic converter merupakan bagian sistim exhaust. SL.com sempat mencoba angkat perangkat mid ship muffler ini, dan ternyata beratnya sampai 5KG. Weleh.. berat juga. Perangkat ini dilengkapi dengan jumlah benda yang tak sempat dicatat oleh SL.com. Artikel lanjutan akan dibuat untuk mengupas bagian ini.

Yang jadi persoalan, bagaimana nih kalau konsumen mau dapetin suara garang dengan kebiasaaan ganti-ganti knalpot? Anyway, SL.com yakin jika orang Indonesia punya akal untuk mendapatkan suara garang, menggantikan suara halus Yamaha Byson ini.

Ngomong-ngomong, ini loh spek Yamaha Byson yang difoto dari presentasinya Abidin:

PHOTO GALLERY & SLIDE PRESENTASI

21 thoughts on “Review Yamaha Byson: Motor Touring?

  1. mesin gampang dikorek.

    yang penting tampilan macho dulu!..

  2. […] motor ini. Bahkan SL.com sudah mengulas habis sosok Yamaha Byson melalui artikel pandangan dan artikel test-ride motor […]

  3. […] ataupun sisi-sisi lainnya menurut versi masing-masing. Tidak lupa ada satu lagi, SL.com (ini dan ini), tapi si bro tidak mengulas komparasi kedua motor tersebut secara khusus dalam satu  artikel […]

  4. Bro……apa gak salah neh motor
    mw di-cap motor touring ????
    Dah kapasitas tangki cm 12 ltr
    ‘n biasanya toh Yamaha yg sllu lbh boros toh……
    Apa mesti bw2 jerigen BBM motor neh wkt touring???

    • awhy ajha says:

      klo ngomong borosssssss suzuki rajax kya satria 2tak mpun 4t,RGR yamaha dpringkat k2 pringkt 3 ya psti honda

  5. aidil ihsan hasibuan says:

    heran gw liat nih motor, desainnya ga bagus dibilang bagus, cuma besar di tangki aja dibilang gagah, liat aja bagian ekor motornya masa kek motor dipotong gitu, apalagi motor ini performanya sama bebek 110 cc aja kalah, gimana motor ini bisa dibilang bagus, bingung gw

    • awhy ajha says:

      gini klo org g ada jiwa senix motor kren gtu. otakx mas bro pasti ukuran 1 sndok mkn byzon itu pke ban besar muka belakng makax g ter lalu laju kaya bebek. q brani lawan fu klo fu jg ganti ban ukuranx sm ma byzon pasti fu jg jd loyo ngempossssss …

  6. eman ya…. yamaha byson pada ban ga pake ukuran 18 tp 17.. kaya ban sepeda cew… kurang macho untuk ukuran ban… kecil kaya vixion…

  7. Mantap Brooooooooooo bwat ngetrex…………..

  8. Aank wijaya says:

    byson ada diskon ga kalo aku yang beli…????
    hehehe….
    tak liat bagus seh bodynya kayag motornya musuh dari power rangers!!!!!
    hahahahahahaha…..

  9. Boombox Walker says:

    dibilang motor touring? gimanapun, motor yg tangguh buat touring ya tiger. udah teruji bgt. so, ntar dulu deh ngaku2 motor touring

  10. bro…mesin no 2? emg cm mo dipajang dirumah aja?
    jangan lupa… bawa jrigen klo mo touring..

  11. pade ga tau aja blm bli sih nih gue dah bli mang putaran bwh klah pi klu putaran atas mana tu tiger ta libas ni motor jago top speed n handling n bbm irit pake pertamax jngn pake bbm subsidi donk makanya boros…………!!!!!!!

  12. pade blm bli sih tu byson gue dah bli ni mtr mang putaran bwh kalah pimklu putaran atas mantap mana tu tiger gue libas dah byson tu jago top speed n handling bbm juga irit pake pertamax….klu pake bbm subsidi ya boros…!!!!!!

  13. kayaknya touring sambil baksos asik tuuu, ga penting motornya apa, yang penting kebersamaan kita….

  14. wow… baru tahu ada yamaha byson.
    muanntabbb artikelnya..
    keren juga gambar2nya gan..
    mampir juga ke gubuk ane ya..
    salam kenal
    trims

  15. Mang Herman says:

    Otonya keren, tapi harganya ketinggian..

  16. masing2 punya kelebihan dan kekurangan tergantung kita pakai untuk apa motor2 itu
    kalau buat touring saya setuju bagus semua kalau ridernya mengikuti aturan2 yang berlaku

    motor itu hanya alat transportasi saja….dan namanya selera masing2 kepala beda jadi buat apa diperdebatkan…nggak ada habisnya.

    yang suka merk Y monggo.
    yang suka merk H silahkan,
    yang suka merk S boleh juga dll.

    dan yang saya suka kalau rider2 sopan santun dijalan dan bermanfaat bagi daerah dan masyarakat yang dikunjungi…iya toh?

  17. sip bener banget bro !yamaha byson memang kalah speed di banding dengan vixion ,tapi byson masih bisa di otak atik mesin nya ,cuman ganti muffler cdi ama velg jari2 + ban yang aga kelcil juga mantebh bro byson jadi kenceng vixion juga lewat .apalgi kalo ganti karbu dan jeroan lain nya wuiiiihhh kenceng kaya yang ane punya .byson masih karbulator sedangkan vixion sudah injection ,bengkel2 juga tak 100% bisa ngotak ngatik mesin injection apalagi di daerah masing2 kan beda2 ?jadi byson itu lebih gampang buat di kencengin lagi .kalo yang suka modif mah memang byson pilihan nya .buat para modifer memang tampang no 1 mesin no 2 .kalo urusan mesin masalah gampang buat para modifer sejati karena itu yang di cari para modifer yaitu modif motornya .

    thanks

    • andra rider says:

      Ane pnya mtr byson udah ane ganti pake karbu pe 28 dan cdi brt double band knalpot racing merk leovince. Ukuran ban blkg 140/80/17 dpn 120/70/17 ditambah peninggi shokbreker. Tapi ane bingung kira” klu per prodo kopling ane ganti sm pnya ninja 150 bs apa gk yh. Mhn bantuanya .

      by andra rider

Leave a Reply