3 Juli 2010. Apa iya sebuah grup band rock yang sudah besar dan punya fans ribuan masih mau mikirin soal helm motor? Kalau pun iya apa sih dasar pemikiran SLANK mau ikut berperan dan peduli soal helm dan safety riding bagi kalangan bikers? Yuk kita cari tau kenapa nama Slank mejeng di helm MDS. Baca artikel ini lebih mendalam.
Namun sebelum kesana, kita ketahui bahwa semua orang pengguna sepeda motor memang memiliki kebutuhan akan helm yang tidak hanya soal aman, namun juga bisa menjadi koleksi khusus yang bernuansa idola mereka. Salah satu produk helm teranyar dari PT Tara Kusuma Indah, dengan Brand MDS pada hari Jumat kemarin (2/7/10) di Cafe D’Spice, Jl. Bangka Raya, Jakarta telah diluncurkan helm berlabel “MDS All Star Slank”.
Helm “MDS All Star Slank” punya corak desain grafis band Slank (baca artikel sebelumnya disini). Kabarnya selama masa promosi di Pekan Raya Jakarta yang akan berakhir hingga 11 Juli 2010, setiap konsumen bakalan dapat hadiah t-shirt dan topi di setiap pembelian. Demikian info dari Simon Manager, Promotion Manager PT Tara Kusuma Indah.
Sebelumnya brand MDS telah mengeluarkan beberepa produk helm dengan desain tematik seperti kartun Marvel Heroes, Sanrio (Hello Witty), Doraemon yang berlisensi intemasional. Mengenai hal ini Direktur PT Tara Kusuma Indah Henry Tedjakusuma mengatakan bahwa pihaknya sebagai produsen helm melihat kebutuhan dan keinginan konsumen yang tidak lagi mengganggap helm sebagai alat keselamatan berkendara saja namun juga bentuk aktulisasi diri atau penampilan dan fesyen.
“Saat ini helm bukan lagi sekedar sebagai alat pengaman dalam berkendara motor, tetapi juga sudah menjadi bagian dari life-style. Karena itu kami akan selalu berinovasi mendapatkan desain-desain helm MDS untuk metro life-style, casual bikers, dan para pengendara motor perkotaan yang stylish,” tandas Henry yang duduk didepan bersama Simon.
Untuk menjawab tuntutan masyarakat saat ini, maka dengan itu dibuat desain dengan corak helm bernuansa Slank. Sementara itu, dari pihak Slank sendiri, baik Kaka dan Bim-Bin di acara temu muka dengan wartawan bahwa kerjasama dengan helm MDS merupakan seuatu kebanggaan karena nama dan logo Slank bisa diabadikannya di helm MDS ini. Apalagi ini adalah edisi terbatas, dan ada lisensinya. Yang pasti ini bukan bajakan seperti diluar sana.
“Jadi, ngga sekadar helm yang ditempelkan stiker atau logo Slank. Slank juga berharap dengan adanya MDS All Star Slank ini, para Slankers semakin sadar akan keselamatan berkendara motor. Kami mengabadikan Slank dalam desain helm MDS mengingat Slank adalah grup musik legendaris yang memiliki massa dan penggemar yang sebagian besar adalah para bikers,” terang Simon.
”Untuk desain grafis kartun animasi, sudah biasa, namun langkah kami selanjutnya menggandeng grup band yang punya masa dan ini yang pertama bagi kami. Produksinya dibuat terbatas dan ini diharapkan mampu mempertahankan nilai ekslusifitas model helm edisi khusus Slank ini,” jelas Henry Tedjakusuma diacara peluncuran helm MDS berdesain Slank.
Nah, kenapa pula Slank mau pasang logo atau nama Slank di helm MDS. Apa ini ada bayaran? Hm.. usut punya usut.. bukan soal bayaran tapi yang jelas Slank memang begitu peduli dengan keselamatan atau safety riding. Masa sih? Saat itu para para wartawan memiliki rasa penasaran melihat Slank peduli soal safet-riding, yang mungkin yang dilihat orang grup Slank sepertinya urakan dan mana ada mereka peduli dengan safety riding. Jadi dimana inti permasalahannya?
Salah satu personal Slank yang pakai baju merah, Abdee menjelaskan:
“Kerjasama ini tujuannya memang masalah safety riding. 90% Slankers berasal dari kalangan bikers. Kami ingin mereka mendapat keselamatan saat naik motor. Hal ini kami lihat disetiap konser kami, selalu dikunjungi oleh bikers yang nggak peduli dengan keselamatan pakai helm,” ujar Abdee yang disetujui oleh personal lainnya.
“Jadi kami ikut merasa bertanggung jawab untuk memberikan contoh agar penonton dan masyarakat luas makin terbiasa mengutamakan keselamatan berkendara, ya salah satunya adalah pake helm berkualitas, ditambah buat gaya. Apalagi pas banget buat nonton konser kami.” jelas Kaka Slank dengan seyum-senyum.
Jangan-jangan helm memang Slank ini buat keselamatan saat menonton, supaya penonton ama nggak kena timpuk batu dari belakang. Bukannya kalau nonton konser atau nonton bola harus pakai helm? Keselamatan agar kepala nggak benjol-benjol atau bocor gara-gara benda tumpul? Wah.. bagian yang ini cuma opini SL.com sebagai intermezo saja. Tidak perlu ditanggapi dengan serius.
Bim-bim bercerita, “Pada suatu hari saat mereka mau tour konser, tiba-tiba mobil rombongan mereka ditabrak oleh pengendara sepeda motor yang lagi balap liar. Selain motor rusak, korban pun mengalami luka-luka serius dan ternyata sialnya sang korban jelas-jelas tidak pakai pakai helm,” demikian cerita singkat Bimbim, sebagai drummer band Slank.
Belajar dari pengalaman buruk tersebut, membuat kami harus peduli dan mendorong Slank untuk selalu meneriakkan bagaimana pentingnya naik sepeda motor kudu harus pakai helm:
“Kalau perlu pakai helm yang berkualitas, sekalian aja pakai helm MDS yang terbaru ini, khususnya corak grafis Slank, dijamin mereka yang pakai helm ini sudah punya kualitas sekalian buat gaya,” ujar Bim-bim sambil ikut berpromosi helm, sedangkan album terbarunya bakal di liris akhir bulan Juli ini.
PHOTO GALLERY
[Gallery not found]
















I’ve recently started a blog, the information you provide on this site has helped me tremendously. Thank you for all of your time & work.
thanks omm stephen…
saya suka sekali dengan liputan ini…
Slank memang pernah terpuruk(ngedrugs), tp mereka bangkit n mereka merasa bersalah kalo ngeliat/ngedenger ada Slankers yg terjerumus narkoba, makanya mreka bikin panti rehab gratis bwt Slankers yg mw sembuh, tp POLANTAS kita ga pernah merasa bersalah atas apa yg terjadi djalan..
dan apa yg sudah mereka buat untuk ini?
salam dua jari bwt smua yg baca liputan ini..