TVS Apache RTR 160: Motor Gesit dan Lincah!

20 April 2010. Sebagaimana teman-teman ketahui melalui posting artikel sebelumnya, bahwa SL.com telah melakukan test-ride motor TVS Apache 160 RTR yaitu touring pendek Jakarta-Bandung Sabtu-Minggu 17-18 April 2010. Maksud dan tujuan test-ride ini adalah sekedar ingin mendapatkan bukti tentang kehebatan motor TVS Apache RTR 160 ini yang dikenal memiliki Racing Throttle Response (RTR).

Bagi mereka yang pernah datang mellihat acara TVS Apache Freestyler pasti timbul rasa penasaran dengan penampilan motor asal India ini. Memang, motor ini masih jarang terlihat dipasaran, oleh karena itu perlu dilakukan test-ride dengan perjalanan keluar kota (touring). Oh ya.. jangan kuatir, acara TVS Apache Freestyler masih akan digelar bersamaan dengan acara Achilles Drift Battle sebanyak empat seri lagi (lihat agenda acara).

Back to topic soal touring bersama TVS Apache RTR 160. Memilih rute Jakarta-Bandung adalah jalur umum, dan bagi sebagian biker mengatakan jalur ini adalah jalur yang biasa-biasa saja, dan sudah tak menantang lagi. Betul, hanya saja masalahnya adalah waktu, cuma tersedia dua hari, dan SL.com disini hanya ingin mencari jalanan tanjakan, pegunungan, serta trek lurus panjang untuk membuktikan kemampuan motor ini dijajal keluar kota.

Perjalanan test-ride ini dilakukan bersama rekan blogger Edo Rusyanto hanya saja perjalanan keberangkatan kami lakukan secara terpisah, alias jalan sendiri-sendiri. Bro Edo bersama dua rekan lainnya memutuskan berangkat Sabtu dini hari (tengah malam), sedangkan SL.com berangkat Sabtu pagi pukul 09.00 WIB. Kami berjanji bertemu di Bandung Sabtu siang pukul 14.00 di penginapan, yaitu Hotel ASTON  Primera Pasteur Bandung.

Perjalanan Berangkat

Pada prinsipnya tak ada persiapan khusus karena acara touring dan test ride motor TVS Apache ini sifatnya spontan, dan SL.com pun mempercayakan sepenuhnya soal kondisi motor kepada perusahaan PT TVS Motor Company Indonesia yang sudah menyediakan motor dengan kondisi standard, ban standard, dan tidak ada modifikasi apapun sebagaimana konsumen beli motor baru dari dealer. Sementara itu, motor yang dipakai oleh SL.com adalah motor tahun 2008, dan bukan motor terbaru keluaran tahun 2010.

Dimulai dari kawasan kemacetan di jalan Cinere Raya, gerak-gerik motor ini sudah terasa sangat gesit dan lincah. Setiap celah atau ruang jalan yang tersisa rasanya ingin dilahap untuk terus maju kedepan. Handling-nya enak, karena motor TVS Apache ini menggunakan stang jepit, memang pas buat motor model jaman sekarang ikutin trend motor sport. Secara postur tubuh SL.com dengan tinggi 176cm merasa pas duduk  dijok motor ini, kemudian sambil pegang kemudi, terasa mantap.

Motor berkapasitas 160cc ini tidak terlalu berat, karena berat kosongnya cuma 136 kg sehingga setiap manuver untuk selap-selip jalan macet terasa enak. Memiliki rangka Double Cradle Synchro STIFF yang terasa ringan ditunjang dengan mesin empat langkah OHC dengan pendingin udara membuat motor ini sangat responsih dan mudah diajak bermanuver dengan gerakan cepat  disaat selap-selip di tengah jalan ramai dan macet.

Apalagi ketika pindah kopling dari gigi satu ke gigi dua, terasa motor ini punya akselerasi menyentak sepertinya ingin melompat-lompat. Tak terasa, cuma satu jam dari rumah di Cinere sudah tiba di Kebon Raya Bogor, tepatnya di depan gereja ex Belanda milik GPIB Zebaoth.

Awalnya SL.com mengalami kesulitan untuk mendapatkan kopling posisi netral ketika harus berhenti dan turun kaki, tapi lambat laun akhirnya dapat juga celahnya. Kopling motor ini jenis manual, tipe basah, dan multi-pelat. Saat mengoper gigi, dari satu kedua, dan seterusnya, atau ngoper gigi turun, terasa sekali suatu kelembutan di bagian kaki kiri. Nyaman dan enak buat akselerasi, sehingga saat gas ditarik kencang membuat motor Apache ini mendadak jadi liar. Karakter motor jadi mirip dengan seekor kuda liar (sesuai dengan  logo kuda ditangki).

Arti liar disini, TVS Apache RTR 160 bisa jadi ganas meladeni keinginan gaya ridernya, tergantung bagaimana bikers menunggangi motor ini dengan perasaan aman dan nyaman. Sang penunggang Apache bisa pilih mau jalan pelan atau mau kencang. Mau kejar-kejaran dengan motor lain juga bisa. Hal inipun dibuktikan sendiri oleh SL.com sepanjang perjalanan yang sering bikin kaget bikers lain.

Mungkin sebagian orang masih menganggap motor TVS Apache tak ada larinya, tapi jangan salah sangka dulu, ternyata motor ini benar-benar liar, bahkan ganas! Tak terasa satu jam kemudian sejak dari Bogor sudah sampai di Puncak Pas (perbatasan Kabupaten Bogor-Cianjur).

Motor yang dipakai oleh SL.com adalah jenis single-disc (rem cakram depan), sedangkan motor ini tersedia dengan double-disc (rem cakra depan dan belakang). Tak ada masalah dengan rem tromol di belakang, karena hampir 85% kebiasaan SL.com menggunakan rem depan, sedangkan rem belakang sangat jarang dipakai, kecuali hal mendesak (seperlunya), yaitu disaat kecepatan tinggi mendadak harus pelan. Yang psati rem cakram depan ini punya performa yang sangat baik ketika harus nge-rem mendadak.

Pada jalan pegunungan di kawasan Puncak dan seterusnya, bisa dibilang karakter liar motor TVS Apache RTR 160 ini menjadi-jadi. Tidak bisa tenang, mungkin ini juga mengikuti karakter sosok SL.com yang memang suka dengan jalur pegunungan. Setiap manuver dan gerakan di jalan tanjakan terasa motor ini sangat responsif. Ditunjang dengan operan gigi yang enak, memudahkan motor ini berlari dengan gesit dan lincah.

Menurut catatan motor ini punya daya maksimum  13.1 Nm/6.000 RPM. Torsi maksimum 11,19 KW (15,2 bhp)/8.500 RPM. Dalam perjalanan, SL.com tak melihat lagi puataran mesin, karena sepanjang jalan dengan kecepatan tinggi, baik ditanjakan atau di jalan lurus, motor ini punya nafas panjang alias tidak berebet.  Tinggal gimana memainkan throttle (gas), kopling dan operan gigi naik-turun menyesuaikan setiap medan yang dilewati.

Walaupun masih pakai ban standar, ban belakang ukuran 100/80 x 18″ dan ban depan 90/90 x 17″ ternyata bicara soal manuver ditikungan sangat mumpuni. Hal ini karena motor TVS Apache RTR 160 ditunjang dengan suspensi yang sangat baik.

Suspensi depan pakai garpu teleskopik 105 mm stroke, dan suspensi belakang pakai Monotube Inverted Gas (MIG) filled dengan spring aid yang dapat memberikan kenyamanan dalam setiap manuver. Kenyamanan berkendara tidak hanya disaat menikung, tapi juga melewati jalan rusak, atau jalan tidak rata tetap nyaman. Ketika arloji diangka 12.00  maka tibalah saatnya untuk makan siang di Ayam Goreng Cianjur.

Perjalanan solo riding antara Jakarta-Bandung membuat SL.com merasa bebas melakukan berbagai percobaan dengan berbagai manuver terhadap motor TVS Apache RTR 160 ini. Perjalanan pegunungan Puncak-Cipanas,  dan Cipatat-Padalarang dijajal habis-habisan, demikian pula uji nyali di jalan lurus panjang antara Cianjur-Cipatat. Tak terasa SL.com berada kemacetan Cimahi dan tepat pukul 13.30 tiba di hotel ASTON bertemu rekan yang lain.

Motor TVS Apache ini sebenarnya masih bisa digeber lagi diatas 110 km/jam, hanya saja uji nyali ini, SL.com menyadari safety-riding sehingga angka 110 km/jam adalah batas kemampuan pribadi SL.com, sedangkan kecepatan motor ini sebenarnya masih bisa lebih dari 110 km/jam. Bicara soal kecepatan maksimum, sebaiknya di test di arena sirkuit karena kabarnya motor ini sudah punya tim balap.

Perjalanan Pulang

Hari Minggu 18 April 2010 penulis blog SL.com pulang ke Jakarta bersama dengan rombongan, antara lain Bro Edo Rusyanto pakai TVS Apache RTR 160 (double-disc) warna merah tahun 2010, kemudian bro Rio Winto menunggangi TVS Apache RTR 160 (single-disc) warna hitam tahun 2009. Sementara itu rekan lain, bro Ivan pakai Honda Tiger Revo tahun 2008. Kami dilepas oleh dua orang staff PT TVS Motor Company Indonesia.

Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada manajemen PT TVS Motor Company Indonesia yang sudah memberikan kesempatan dan fasilitas test-ride ini, sekaligus akomodasi penginapan di hotel berbintang 4. Kami rasakan tempat menginap Hotel Aston Primera Pasteur Bandung adalah hotel terbaru, masih gress.

Kami meninggalkan Bandung sekitar pukul 12.00 WIB, dan bisa dibilang grup ini adalah grup santai. Bro Edo sebagai pakar safety riding memimpin didepan. Ia tampak begitu tertib soal marka jalan, ia tak akan menyalip mobil didepan sepanjang ada garis putih lurus yang tak  berputus. Sementara itu SL.com berada pada urutan terakhir mengamati rekan-rekan didepan sekaligus mengambil beberapa foto sambil riding ala SL.com.

Kami secara perlahan melewati jalur wisata Lembang, kemudian melesat masuk kawasan hutan pinus, kebon teh, dan selanjutnya turun untuk belok kiri ke arah Wanayasa. Kondisi jalan Wanayasa lumayan bagus sebagai jalan kelas dua. Kami sering menemui bikers moge sport, dan bahkan grup moge HD yang menggunakan sirene walaupun isinya cuma ada dua motor.

Setibanya di kawasan Wanayasa, kami istirahat makan siang disebuah warung yang berada pas di depan Danau Wanayasa. Terasa sangat nikmat sekali suasana alam Wanayasa, maupun makanan yang kami santap. Apalagi setelah kami meneguk minuman air kelapa muda membuat kami merasa segar kembali untuk melanjutkan perjalanan pulang melewati kota Purwakarta, selanjutnya ke Cikampek dan terus ke Bekasi.

Udara panas dengan terik matahari antara pukul 15.00 sampai pukul 16.30 membuat kami harus istirahat sambil mengisi bensin di SPBU Karawang. Akhirnya pukul 18.00 kami sudah tiba di Bekasi dan rombongan kecil ini membubarkan diri di Kali Malang. Perjalanan pulang menuju rumah sudah menjelang malam, dan bagusnya speedomoter motor ini sudah menggunakan alat digital yang modern. Lampu belakang atau lampu rem sudah LED setidaknya ini memberikan penerangan yang lebih jelas bagi pengendara dibelakang.

Komsumsi BBM

Sewaktu berangkat dari Cinere, tangki bensin diisi BBM Pertamax dibayar Rp.35 ribu dapat 5.18 liter. Sedangkan kapasitas tangki maksimum 16 liter. Tercatat angka odomoter 17,409.9 dan saat tiba dirumah lagi 17,800.7. Total jarak tempuh termasuk jalan-jalan di Kota Bandung 390,8 km. Saat pulang di SPBU Karawang nambah bensin Pertamax Rp.15 ribu dapat 2.2 liter.

Untuk sementara, perhitungan kasar pemakaian bensin motor TVS Apache RTR 160 ini selama dua hari touring hanya 7,5 liter dengan jarak tempuh 390,8 km. Berarti konsumsi BBM 1 liter untuk 52.10 km. Koq ini irit banget ya? Jadi bingung sendiri.

Kesimpulan

Motor TVS Apache 160 RTR ini sangat bagus, dan nyaman dikendarai.  Modelnya berkarakter sport tangguh, dan sangat cocok untuk pemakaian harian didalam kota, ataupun dipakai untuk aktifitas touring. Manuver motor ini sangat gesit dan lincah untuk semua medan. Sepanjang dalam perjalanan test-ride bersama SL.com, tidak ada keluhan atau kekurangan sehingga sulit mencari hal-hal yang buruk atau jelek dari motor ini.

Suara deru mesin dan kenalpotnya sangat halus, ketika sedang menyalip motor lain, seringkali malah bikin kaget orang. Sehingga banyak motor lain yang sudah merasa lari kencang, bisa dikejar atau disalip, dan sepertinya mereka tak sudi disalip motor TVS Apache, maka mereka pun berusaha mengejar. Soal kejar-kejaran di jalan raya kembali kepada masing-masing biker, bagi mereka bikers yang memang punya nyali tinggi, silahkan saja menggunakan motor TVS Apache RTR 160. High recommended!

Setelah membaca berbagai sumber dan referensi tentang motor TVS, ternyata baru tau kalau motor jenis TVS Apache RTR 160 ini pakai busi MICO BOSCH dengan Twin Electrode (elektroda kembar), dan memiliki jenis pengapian IDI-dual mode digital ignition. Apakah ini yang menyebabkan motor ini bisa lari kencang atau inikah teknologi RTR-nya?

Bicara soal penjualan, sampai sejauh ini, masyarakat kita masih memandang sebelah mata motor asal negara India ini. Menurut info, 70% penjualan motor ini sukses di kota-kota besar di daerah, sebut saja Bandung, Semarang, Jogja, Surabaya, Makasar, dan Manado. Klub komunitas motor TVS Apache RTR di daerah sangat kuat. Hal ini diakui Paguyuburan Motor TVS Motor Apache yang ditemui SL.com di Bandung.

Catatan: Objektifitas tulisan ini adalah murni sesuai pengalaman pribadi SL.com berdasarkan hasil test-ride di lapangan. Setiap orang punya pendapat dan pandangan yang berbeda.

PHOTO GALLERY

Please follow and like us:

34 thoughts on “TVS Apache RTR 160: Motor Gesit dan Lincah!

  1. minumnya pertamax ya…..

  2. Keren bro laporannya… Menurut bro Stephen kalo dibandingin dg Tiger atau Pulsar 180 gmn…?? dari segi handling, kenyamanan, dll. Kebetulan saya lg nimbang2 pengin beli motor laki, msh bingung milih yg mana.

    • Lexy.. thanks utk commentnya. Sebaiknya bro lakukan test-ride dari masing2 motor tersebut. Utk TVS Apache RTR test-ride bisa dilakukan melalui dealer TVS terdekat, atau bro datang saja di acara TVS Freestylers 2010 di Pintu Barat PRJ Kemayoran. Agendanya sbb:
      Seri 2 : 1-2 Mei 2010
      Seri 3 : 31 Juli-1 Agustus 2010
      Seri 4 : 9-10 Oktober 2010
      Seri 5 : 20-21 November 2010

    • @lexy
      Pulsar lebih nyaman n stabil di speed bawah maupun atas… even di 90-100kpj pulsar masih stabil gak terlalu getar (udah bukttin sendiri dgn lepas handle 1 tngn masih bisa di kontrol)… tvs tarikan awal asik.. tpi di speed atas 90-100kpj getaran udah terasa… Tiger.. hmmm… no comment bisa didenger aja sendiri suara rantenya :D.

      Jadi ya mnrt gw untuk turing dibanding tvs motor pulsar lebih nyaman, dan tenaga pun lebih gede krna mungkn 2 busi. tpi untuk performa awal pulsar keok.

      thq.

  3. mana reportase minus nya ?
    masa’ ga ada minus nya ?

    *nunggu mode on secara tertarik tvs juga …

    • @Bro Andry, dibawah ini ada kalimat yg saya kutip dari cerita diatas:
      “Sepanjang dalam perjalanan test-ride bersama SL.com, tidak ada keluhan atau kekurangan sehingga sulit mencari hal-hal yang buruk atau jelek dari motor ini.”

      • Motor baru mungkin blm ada keluhannya bro… tapi tetep namanya suatu produk gak ada yg sempurna bro…

  4. wuihhhh mantap juga Motornya OK tp gmn BERESnya kyknya blum semua daerah ada tuh…gmn nih TVS?

  5. Cakap tenan, Bro Stephen…. detail dan gamblang … dilengkapi dengan foto-foto yang absolutely keren dan jernih…

    Saya suka sekali dengan liputan Bro Stephen….

  6. Alo Om Stephen, selama ini hanya menyimak berita di SL.com ga pernah komen.
    Akhirnya dijajal juga motor ini sama Om Stephen, gimana Om? Minat untuk nambah koleksi? Saya pakai Apache karena “virus” dari Kang Awi.. hehehee..
    Virus yang positif kok.. ^_^

  7. […] berkeliling menghampiri sejumlah anak klub komunitas motor. Nah, disaat perjalanan test-ride motor TVS Apache RTR 160, bro Edo ternyata sudah merencanakan sejak jauh hari acara diskusi ini bersama rekan Bro Rio Winto […]

  8. tetap Pulsar 180, Tenaga mantabs, tarikan yahud, 2 busi..
    Tapi TVS cakep juga….

    • @undang sumbaga
      Tergantung bro… soal tarikan pulsar kalah bro dgn apache.. tpi untuk adu panjang napas dan buat ngejar pulsar jagonya,, krna pulsar maen di speed atas.. klo udah gigi 3,4,5 asal treknya panjang… motor tiger pun bisa di lahap sama pulsar 180.

  9. mashanung says:

    Keren bro ulasannya.. kebetulan saya juga rider apache tp yg alon2 style 🙂 sayangnya apache yg aku beli (2008) kualitas catnya kurang bgs.

  10. kalo belum nyoba emang masih penasaran……!
    mungkin promosinya kurang gencar seperti pulsar…., jadi kurang nggreget…

  11. sayang sekali secara populasi kalah dengan Bajaj..

    atau kita bikin adu pulsar 180 vs Apache?

  12. Bro SL, diameter velg roda dpn ama blkg beda yah ? lebih besar yg blkg ?

  13. translator a.k.a arif rakhman says:

    Pak Stephen, salam kenal. saya pengen tau neh selama berkendara dengan Apache ini, gimana dengan bannya? kata sebagian biker yang pake ni motor, suka selip apa gimana gitu yang kadang akhirnya jatuh? kalo pak stephen sendiri gimana?

    • Salam kenal jg bro.. waktu test-ride kondisi jalan kering (tidak ada hujan), jadi pengujian ban standard dgn kondisi jalan basah tak teruji. Tapi, utk jalan kering, ditikungan puncak/pegunungan terasa cukup mantap. Btw, pilihan ban sekarang kan sudah banyak, tinggal ganti kalau memang dirasa kurang memadai.

  14. Eka Rois SM says:

    Bro, salam kenal dari TAC surabaya, akhir mei besok ada jambore nasional TVS di bandung yah ?????

  15. Untuk tarikan awal apache emang mantap… tpi untuk adu trak panjang.. tvs keok sama pulsar bro… ane dah cobain… jadi tinggal dipilih aja mau motor yg kencang di awal atau motor yg napasnya panjang untuk ngudak2x pulsar pilihannya.. even tiger pun bisa di udak2x sama pulsar 180…..

  16. Keren artikelnya, jadi mudah dicerna.
    @mbukian
    Apache gak perlu pake pertamax kok…kompresinya aja 9,5:1, jadi premium pun gak masalah.
    Saya sudah pake motor ini 1 tahun.
    Pokoknya, buat yang suka akselerasi dari 0-110 Kpj, motor ini TOP nya. Saya sudah buktikan berkali2 di setiap start lampu hijau, pasti langsung paling depan.

  17. Sebagai pemakai Apache, saya setuju dengan pendapat bro SL, terima kasih telah memberikan pendapat yang sesuai.

  18. ---SNRH--- says:

    naksir sih ama TVS tapi sayang klo didaerah yg jual jarang… jd pilih yg 3S nya gampang…Hidup TVS aphace

  19. omong2..brp harganya nih???Please infonya..

  20. […] Sekedar saran, bagi mereka yang belum pernah mencoba menunggang motor TVS Apache RTR 160 ini, silahkan mampir ke dealer TVS terdekat untuk mencoba, karena disana anda bisa test-ride. Disediakan sebuah motor khusus untuk test-ride, seperti motor yang dipakai oleh SL.com. Khusus mengenai performance atau kehebatan akselerasi motor TVS Apache RTR 160 ini, silahkan meluncur ke halaman ini. […]

  21. […] sendiri pernah merasakan nikmatnya menjajal motor TVS Apache 160RTR (adiknya RTR 180), antara lain Touring Bandung Jabar, kemudian Touring Wisata Minahasa Selatan Sulut, dan juga Touring Wisata Minahasa Utara, Sulut. […]

  22. Wah kog tvs apache 160 cc dbandingn ama pulsar 180 cc. Ya beda CC lah. Yah kalo brani ama TVS apache 180 yang Fuel injection . hehhehe tp belom keluar barangnya di indo

  23. adi kaminusto says:

    saya penggemar TVS APACHE dari aceh. dah 1 thn saya pake motor ne, nggak da mslh soal mesin. asal ikuti prosedurnya. soal tarikan saya dah coba jajal langsung pas touring ke aceh tamiang, plg dari touring konvoi di ganggu sama anak motor lain. yakni motor vixion. vixion gak berkutik juga bro!! dlm trek panjang…salut buat TVS APACHE….

  24. 1 maret 2015 saya sdh coba dari serang ke cipanas . Trek gunung naik turun berkelok kelok tdk masalah kondisi hujan lebat. Ban motor TVS keluaran tahun 2014 sdh bagus , sekilas ngeliat speed di kisanan 95

Leave a Reply